Pilkada Serentak : 5 Incumben Harus Cuti

Fasilitas Negara Di Cabut

Palembang – Pejabat incumbent dilarang menggunakan fasilitas negara selama masa kampanye pilkada serentak di 5 Kabupaten di Sumsel. Masa kampanye sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 19 Mei hingga 01 Juni 2010.

Kabiro Otonomi Daerah Pemprov Sumsel Ahmad Rizali usai Rapat pilkada serentak Sumsel mengatakan fasilitas yang diperbolehkan hanyalah pengamanan karena terkait keselamatan pejabat negera sementara yang lainnya tidak perbolehkan.

Sementara bagi pejabat structural Instansi pemerintah menurut Ahmad Rizali harus mengundurkan diri dari jabatannya. Selain itu Ia menambahkan para incumbent juga harus membuat laporan kerja pertanggungjawaban (LKPJ) selama 5 tahun menjabat dan dipaparkan di siding paripurna DPRD masing-masing kabupaten.

Beberapa incumbent yang akan maju di Pilkada serentak 5 Juni mendatang adalah Mawardi Yahya (Bupati Ogan Ilir), Julius Nawawi (Bupati OKU), Herman Deru (Bupati OKUT), Muhtadin ( Bupati OKUS) dan Ridwan Mukti (Bupati MURA). (fatur)

Tarif retribusi Pasar modern Plaju diturunkan

Ilustrasi Pasar modern

PALEMBANG – Pedagang pasar modern Plaju mengeluh karena tingginya tarif retribusi pasar. Akibatnya sebagaian besar pedagang memilih berjualan di luar gedung pasar modern, sehingga pasar tersebut kelihatan sepi.

Menanggapi keluhan pedagang tersebut, Wali kota Palembang Edi Santana Putra mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan tarif retribusi pasar tersebut. Hal ini juga dilakukan setelah meninjau langsung kondisi padagang yang berjualan di pasar modern tersebut. Eddy menjelaskan untuk tarif retribusi bulanan yang dipatok Rp. 225.000 untuk sementara waktu dihapuskan, kemudian untuk tarif retribusi harian yang dipatok Rp. 8000 diturunkan menjadi Rp. 5000.

Menurutnya, hal ini dimaksudkan agar pedagang tidak mengeluh lagi dengan mahalnya tarif retribusi serta untuk mangatasi banyaknya PKL yang berjualan di luar areal pasar modern tersebut.

Camat Plaju, Yunan Helmi menyatakan rasa terima kasihnya kepada wali kota karena telah menjamin pedagang untuk tidak terbebani dengan mahalnya tarif retribusi tersebut. Yunan menambahkan pihaknya siap mengawal pedagang yang masih berjualan di luar areal pasar agar segera masuk kedalam pasar modern yang megah tersebut. (hazmin)

Komisi I Besok Panggil Direksi PTPN VII

PALEMBANG – Komisi I DPRD Sumsel, Rabu (20/1) menjadwalkan memanggila jajaran Direksi PTPN VII. Pemanggilan tersebut sebagai langkah penyelesaian sengketa pertanahan antara warga masyarakat dengan BUMN dibidang perkebunan.

Ketua Komisi I DPRD Sumsel Erza Saladin yang dihubungi mengatakan, sampai sekarang belum dipastikan siapa yang datang. Tetapi Erza mengharapkan yang datang adalah yang mereka minta, yakni jajaran Direksi PTPN VII.

“Direksi yang mana yang datang terserah, asal dapat membuat keputusan untuk menyelesaikan masalah,” ujar Erza.

Bila ternyata yang datang bukan jajaran direksi maka Komisi I menyatakan akan menolak mereka. Alasanya selama ini pertemuan yang terjadi pihak PTPN VII diwakili manajer distrik atau rayon. Secara umum Erza mengatakan pemanggilan terkait penyelesaian masalah sengketa. Diharapkan sengketa tidak terjadi lagi diwaktu mendatang.

Selain itu PTPN VII juga diminta segera memutuskan sikap dalam masalah sengketa tanah di Desa Sidomulyo Kabupaten Banyuasin. Masalahnya lahan di Desa Sidomulyo sudah jelas bersertifikat hak milik warga dan Jangan sampai kekuatan hukum yang sudah ada hilang dan masalah tidak selesai-selesai. (Jon/Sripoku)

Ada Expo di peringatan Hari pers nasional di Palembang

PALEMBANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel siap menggelar berbagai perhelatan dalam rangka hari pers nasional (HPN) ke 64 di Bulan februari nanti. Ketua Panitia pelaksana HPN, Firdaus Komar, mengatakan saat ini persiapan panitia hampir rampung.

“Kita tinggal melaksanakan kegiatannya saja,” ujar Firdaus, yang juga Sekretris PWI Sumsel ini.

Menurutnya, akan ada banyak kegiatan yang akan dilaksnakan dalam peringatan HPN 4 – 10 Februari nanti. Diantaranya Pekan Olaharaga Nasional (PORWANAS), Expo industry pers, workshop, konvensi Press dan puncaknya nanti akan dihadiri oleh Presiden SBY.

“Pembukaan Porwanas, tanggal 4 Februari, sementara expo akan berlangsung dari tanggal 4 – 10 Februari 2009. Sementara Presiden sendiri akan hadir tanggal 9 Februari nanti saat puncak acara.” jelas Firdaus.

Saat ini menurutnya, sudah banyak utusan dari pengurus PWI daerah lain yang berkunjung ke Palembang, untuk meninjau kesiapan Porwanas, sekaligus mencari tempat penginapan untuk kontingen mereka.

“Beberapa kawan-kawan dari Kalimanatn, Sulawesi dan Jawa, sebagian sudah datang, meninjau akomodasi bagi kontingen mereka,” ungkap Firdaus.

Selain itu, menurut Firdaus, pada puncak acara nanti, juga akan diresmikan sekolah Jurnalisme Indonesia yang lokasinya di Palembang.
“Saya berharap, masyarkat dapat turut memeriahkan peringatan hari pers ini, terutama di setiap petandingan olahraga di Porwana dan juga expo yang berlangsung dibawah jembatan Ampera, tentunya,” kata Firdaus. (Fir)

Empat Daerah Peroleh Hibah Pabrik

Bahan bakar nabati (sumber : Matanews.com)

MARTAPURA –– Empat daerah kabupaten di Indonesia memperoleh hibah pabrik bahan bakar nabati (BBN) dan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) dari pemerintah. Penyerahan dari pemerintah melalui Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek) tersebut dipusatkan di Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Ahad (17/1).

Menteri Ristek, Suharna Surapranata, yang didampingi Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, atas nama pemerintah menyerahkan hibah aset negara tersebut kepada Kabupaten OKU Timur (Sumsel), Kabupaten Rote Ndau, dan Kabupaten Timur Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur) dan Kabupaten Lebak (Banten).

Untuk Kabupaten OKU Timur, Menristek Suharna menyerahkan pabrik pengolah biji jarak dan biodiesel untuk BBN dengan kapasitas enam ton/hari yang diterima langsung Bupati OKU Timur Herman Deru. Tiga kabupaten lainnya, Lebak menerima pabrik bioetanol kapasitas 1.000 liter/ hari, Kabupaten Timor Tengah Utara menerima PLTH, dan Kabupaten Rote Ndao menerima satu unit PLTH dan mesin pemeras biji jarak.

Produksi Biodiesel OKU Timur Terhambat

MARTAPURA–Target Bupati Herman Deru menjadikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sebagai daerah sentra penghasil biodiesel dari biji jarak kini terhambat.

Saat menjamu makan malam Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Suharna Surapranata, Sabtu malam (16/1), di Martapura, Herman Deru menjelaskan bahwa kini produksi biodiesel dari biji jarak terhambat akibat turunnya harga minyak dunia yang berkisar 70 dolar AS.

”Produksi biodiesel terkendala akibat murahnya harga minyak dunia. Biaya produksi satu liter biodiesel mencapai Rp 8.000. Harga biodiesel mencapai nilai keekonomiannya saat harga minyak dunia mencapai 100 dolar AS per barel,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman, jika harga minyak dunia sekarang 70 dolar per barel, produksi biodiesel di sini tidak fisibel lagi. ”Perlu sekitar Rp 3.000 sampai Rp 4.000/liter subsidi untuk pemakai biodiesel,” tambahnya.

Bupati OKU Timur itu menjelaskan, animo masyarakat untuk menanam jarak di daerah yang baru berusia enam tahun pada 17 Januari 2010 tersebut sangat tinggi. ”Harga biji jarak dibeli dari masyarakat Rp 2.000/kg. Dengan memproduksi dan menggunakan biodiesel, kita sangat diuntungkan karena minyak biodiesel ini kadar oktannya tinggi dan emisinya di bawah ambang batas.”

Saat memproduksi biodiesel dari pabrik yang dibantu Kementerian Ristek, Herman Deru menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur pernah mencoba memakai biodiesel untuk mobil dinas dan alat berat. Namun, pemkab harus mengucurkan sekitar Rp 20 juta untuk tambahan biaya.

Kabupaten OKU Timur merupakan kabupaten percontohan nasional dalam pemanfatan jarak pagar (Jatropha Carcus) sebagai bahan bakar alternatif dengan produksi berkapasitas enam ton per hari.(Rep)

OKU Timur Jadi Sentra Industri Gula

MARTAPURA—Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan (Sumsel), akan segera menjadi sentra industri gula di Indonesia menyusul akan segera beroperasinya pabrik gula milik Grup Salim di daerah itu pada April 2010.

”Grup Salim melalui anak perusahaannya, PT Laju Perdana Indah (LPI–Red), kini tengah menyelesaikan pembangunan pabrik gula yang rencananya akan mulai berproduksi pada April 2010. Produksi gula yang dihasilkan diberi nama ‘Gula Komering’.

”Jadi, nanti Kabupaten OKU Timur akan jadi sentra industri gula di Indonesia dengan produksi bernama gula Komering,” kata Herman Deru, bupati Kabupaten OKU Timur, Ahad (17/1), di sela-sela persiapan menjelang peringatan hari jadi keenam daerah tersebut.

Grup Salim tersebut sebelumnya telah membuka lahan perkebunan tebu di OKU Timur sejak Oktober 2006 dengan luas sekitar 21.502 ha. ”Gula putih dengan standar icumsa 100 dan akan diproduksi PT LPI sekitar 140 ribu per tahun dengan bahan baku tebu 8.000 per tahun,” tambah Herman Deru.

Menurut Herman Deru, untuk pembangunan pabrik gula tersebut, Grup Salim menanam investasi sekitar Rp 1,3 triliun.(Rep)