Archive for the ‘ Yang Muda Yang Bicara ’ Category

Mengurangi Pengangguran Lewat PBAST

PALEMBANG – Kenapa Yang Muda Yang Bicara tidak disiarkan pada Rabu (18/02) lalu? jawabannya adalah karena caleg dari partai Golkar nomor urut 2 dapil 1 Sumatera Selatan itu sedang melakukan beberapa kunjungan di luar kota terkait kegiatan salah satu partai politik, beliau diharuskan hadir karena akan melakukan presentasi di acara tersebut.

Tapi Dodi, sapaan akrabnya, tetap hadir untuk mengisi program Yang Muda Yang Bicara special di Jumat (20/02) pukul 16.00, bersama Direktur PBAST, Hari Agus Wibowo Direktur PBAST (Pusat Bisnis dan Aplikasi Science dan Teknologi) untuk bincang-bincang sore mengenai pengangguran sosial khususnya di SUmatera Selatan.

Dodi memaknai pengangguran sebagai salah satu masalah yang harus dipecahkan bersama, bukan hanya pemerintah yang berkewajiban untuk mencari jalan keluar atas masalah ini tetapi juga seluruh aspek lapisan masyarakat. “Penggangguran adalah salah satu tugas yang harus diselesaikan bersama, bukan cuma pemerintah, bukan cuma akademisi” jawabnya tegas.

Dodi Reza Alex sendiri yang sudah lama concern terhadap pengangguran, ditandai dengan Dodi yang merupakan Pembina dari PBAST. “Saya dibantu kawan-kawan salah satunya dari PBAST untuk terus memerangi pengangguran dengan cara menjadi pembina PBAST, yakni yayasan untuk memberikan skill secara cuma-cuma kepada para pengangguran dan juga masyarakat umum agar mereka memiliki skill tambahan yang dapat dijadikan oleh mereka sebagai modal berwirausaha”. (vira)

Mensana In Corpore Sano

PALEMBANG – Mengapa olahraga menjadi salah satu aspek yang harus diperhatikan oleh pemerintah? jawabnya adalah Men Sana In Corpore Sano “Di setiap badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. dengan jiwa dan badan yang sehat siapapun dapat melakukan aktivitas dengan baik”. ujar Dodi Alex yang akan selalu hadir di Trijaya setiap Rabu pukul 17.00 WIB.

Sore itu (11/02) Dodi mengenakan jaket biru sporty “Iya donk, harus sesuai dengan apa yang sedang dibicarakan,” ujarnya. Dodi Alex yang saat ini adalah Bendahara Umum KONI, Dirut PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) pengelola SFC, Ketua Perbasi Sumsel, Ketua pengurus Softbol Sumsel, dan merupakan Ketua Indonesia Muba hangtuah. Banyak ? memang. Repot ? “tidak repot. karena olahraga buat saya adalah reliever. Meskipun saya memegang banyak jabatan di bidang olahraga yang berbeda, bukan berarti saya tidak fokus. Kuncinya adalah bagaimana kita dapat memanajemeni masing-masing bidang itu dengan baik melalui pendelegasian tugas ke masing-masing pengurus.”

Seperti misalnya di Sriwijaya FC, Dodi memberikan kebebasan penuh kepada coach Rahmad Darmawan untuk memetakan strategi bagi club sepakbola Sum Sel tersebut, namun jika ada masalah yang menyangkut kebijakan secara manajemen, Dodi akan langsung turun tangan untuk mengatasinya.

Hal yang menurutnya penting bagi perkembangan olahraga Sumatera Selatan adalah pembinaan bibit-bibit lokal. “Mimpi saya untuk Sum-Sel adalah memiliki sekolah sepakbola yang sejak dini membina bibit-bibit lokal, pemain yang merupakan putra daerah pastinya akan menimbulkan rasa cinta tersendiri bagi masyarakat.”

Apakah itu artinya pemain asing akan tersingkir? “Tidak juga, saat ini kita masih memerlukan pemain asing sebagai stimulator. Jika saat ini serta merta pemain asing dihilangkan malah akan membuat Sriwijaya FC kehilangan daya emasnya”. Segala sesuatunya perlu proses, ujar Dodi. (vira)

Bagaimana Seharusnya UKM Berkembang

PALEMBANG – Yang Muda Yang Bicara, program talkshow setiap Rabu sore pukul 17.00 hingga 18.00 WIB yang menghadirkan narasumber Dodi Reza Alex Noerdin, yang merupakan Calon Anggota Legislatif dari Partai Golkar dengan nomor urut dua Dapil 1.

Dodi sapaan akrab pria dengan dua putri ini menyempatkan hadir untuk melakukan sosialisasi beragam program yang sudah sejak lama dijalankannya. Salah satunya adalah penanganan UMKM secara baik di Sumatera Selatan “HIPMI sudah kurang lebih dua setengah tahun kebelakang terus mendampingi pengusaha kecil untuk melakukan proses usahanya”.

Pendampingan tersebut berupa pinjaman modal yang didapatkan HIPMI melalui kerjasama lintas sektor dengan Bank Bukopin, seminar serta edukasi mengenenai indsutri industri kecil yang ada di Sumatera Selatan. “Coverage kita tidak hanya Palembang, tetapi juga kelompok-kelompok UMKM yang ada di pedalaman. dengan cara jemput bola, kami melakukan bimbingan mengenai bagaimana menumbuhkan semangat kewirausahaan di Sum-Sel”.

Saat ini juga, HIPMI terus melakukan pengembangan semangat kewirausahaan dengan menggandeng pondok pesantren agar tidak hanya terdidik di bidang agama, tetapi juga dapat mandiri setelah tamat studi nantinya “Rasullullah SAW pun menganjurkan berdagang sebagai usaha untuk mencari nafkah.” (vira)