Archive for the ‘ Travelling ’ Category

Siapkah Hotel Hotel di Kota Kita Menyambut Para Wisatawan

Ketika kita melakukan kunjungan ke kota lain, entah untuk kunjungan kerja atau kunjungan wisata, factor terpenting yang akan kita perhatikan adalah penginapan, selain transportasi tentunya. Hotel dan penginapan merupakan hal penting yang hasru diperhatikan oleh pemerintah setempat agar dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, dari dalam atau luar daerah.

Hotel juga merupakan satu dari sekian factor penunjang wisata, ketika suatu daerah sedang berusaha meningkatkan pendapatannya, aspek wisata akan menjadi pemberi kontribusi yang besar. Ini juga yang sedang dilakukan oleh kota palembang dan Provinsi Sumatera Selatan pada umumnya.

Dalam Travelling edisi Jum’at 8 January 2010, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan, Iwan Setiawan mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan para pemilik hotel dan restaurant di Sumsel untuk menerapkan standart standart untuk Hotel, baik berbintang maupun kelas melati.

“kita selalu rutin melakukan pengawasan ke hotel hotel di Palembang, melihat kesiapan mereka dari hal yang paling kecil seperti handuk dan sabun mandi” ujarnya.

Selain itu Iwan juga mengatakan, para pegawai dan karyawan hotel diharapkan memiliki sertifikat pendidikan hotel sehingga kinerja mereka menjadi lebih baik.

Paryudi Tama, PR dari Hotel Horison Palembang mengatakan, pihaknya selalu menyiapkan sesuatu yang baru di hotel mereka, sehingga Hotel nantinya bukan hanya bermakna tempat menginap tetapi juga tempat untuk ber-eksperience.

Ditanya tentang usaha apa yang sudah dilakukan oleh Hotel Horison untuk mendukung program pemerintah memajukan wisata di kota Palembang, Yudi mengatakan Hotel Horison sudah maksimal melakukan hal itu. “Hotel kami punya mobil Ketek, itu asli dan orisinal., akan di servis dengan mobil tradisional khas Palembang ini. Belum lagi, di Lobby kami, kami memiliki stand khusu ‘batik Palembang’ batik yang selama ini orang jarang tau, belum lagi makanan makanan khas Palembang yang disajikan.”ujarnya

Optimisme dari Iwan Setiawan dan Prayudi Tama, semoga bias membuat pemerintah daerah dan masyarakat kita sedikit lega. Minimal sedikit tugas sudah bias dioptimalkan, bukan hanya untuk menyambut para wisatawan, tetapi juga SEA GAMES XXVI mendatang yang akan menjadikan Sumatera Selatan tuan rumahnya. (dinnaherly)

Iklan

Palembang dan wisata budaya

Sudah menjadi semacam kewajiban bagi kita yang baru pertama berkunjung ke sebuah kota atau negara untuk mengagendakan kujungan ke tempat tempat wisata di kota tersebut, dan mengenal kebudayaan yang ada dimasyarakatnya. Berwisata luas juga maknanya, mengingat ada banyak jenis jenis wisata berdasarkan kebutuhan dan kegiatan yang dilakukan. Wisata Agama, Wisata Kuliner atau Wisata Sejarah merupakan beberapa jenis wisata yang bisa dilakukan.

‘Namun kesemuanya, termasuk dalam Wisata Budaya’ demikian diungkapkan oleh seorang Budayawan kota Palembang, Vebri Alintani ketika dihubungi trijaya Palembang di edisi perdana Travelling, Jum’at 1 Januari 2010.

Palembang dan Sumatera Selatan pada umumnya, merupakan sebuah daerah yang pantas menjadi tempat kunjungan wisata pilihan, karena semua jenis wisata yang diinginkan bisa di dapat di kota ini. Para turis lokal maupun asing, bisa mengunjungi tempat tempat wisata bersejarah, seperti Benteng Kuto Besak, Pulau Kemarau, atau beberapa museum yang tersebar di beberapa tiitik. Kota yang terkenal dengan Jembatan Amperanya yang gagah ini juga memilik masjid yang besar yang juga sering mengundang decak kagum si pengunjungnya. Belum lagi, macam macam kuliner yang tidak hanya mengenyangkan tetapi membuat ketagihan, sebut saja empek empek, martabak HAR, Model , tekwan dan masih banyak lagi.

“Cuma sayang, wisata budaya yang sebenarnya, belum begitu terangkat seutuhnya meskipun pemerintah daerah sudah sangat konsen dengan hal ini. Akan lebih baik, kalau para turis bisa menikmati jenis jenis tarian atau lagu lagu daerah yang khas dari kota Palembang” ujar vebri lagi.

“Penyelenggara kegiatan/eo di kota palembang, agak jarang menghadirkan tarian khas atau adat, mereka lebih sering menghadirkan sexy dancer. Mengapa tidak dikombinasikan saja” tambahnya.

Menjelang Sea Games yang XXVI di 2011 mendatang, vebri dan rekan rekan sudah melakukan usaha usaha untuk lebih mengedepankan kebudayaan, diantaranya mengajukan permohonan memaksimalkan penggunaan rumah rumah adat di komplek dekranasda jakabaring, Palembang.

“jadi disetiap rumah adat, diusahakan diisi dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan daerah asal rumah tersebut, bisa apa saja. Sehingga promosi budaya kita pada saat perhelatan sea games yang akan datang akan lebih maksimal.” katanya lagi.

Mengembangkan aset aset wisata terutama budaya di kota kita tercinta harus dilakukan, karena nantinya akan sangat berpengaruh pada peningkatan ekonomi kita. (dinnaherly)