Archive for the ‘ THE CLUB ’ Category

Pentacle Magic Community Palembang


Sulap, merupakan keahlian yang bias bermanfaat. Bukan cuma menghibur, seseorang yang memiliki kemampuan dalam mengaplikasikan trik trik sulap juga bisa menambah pemasukan financial mereka melalui keterampilan jenis ini.

Belakangan di layer kaca, program program yang berbentuk pertunujukan magic sering kali dipertontonkan. Peminatnya pun datang dari berbagai kalangan.

Minat akan magic, saat ini sudah mulai merambah masyarakat kota Palembang. Beberapa komunitas magic terdapat di kota ini. Salah satunya Pentacle, komunitas pesulap yang anggotanya masih sangat muda.

Hadir di acara The Club, radio Trijaya pada Sabtu, 9 January 2010 pukul 08.00 pagi, Iqbal alkazam, Eki dan Ainun Jasela. Pria pria muda berusia awal duapuluhan ini sudah piawai memainkan berbagai trik sulap. Iqbal misalnya, sudah dikontrak oleh sebuah café di Palembang dan tak jarang mengisi berbagai event di luar kota palembang “Tahun Baru kemarin saya baru saja dai Bangka Belitung” ujarnya.
Berbeda dengan Rizal, Ainun malah lebih konsen kepada Magic Shop dan Kursus Singkat Sulapnya. “saya menjual berbagai perlengkapan sulap, dan kursus singkat di magic shop saya, harga mulai dari 30ribu rupiah”jelasnya.
Eki, yang paling muda dan masih duduk di kelas 3 SMP mengaku kalau belum tertarik untuk menjadikan sulap sebagai ajang mempromosikan diri. Walaupun sengaja datang ke Jakarta untuk kursus dengan pesulap ternama ibukota, Erik mengaku sulapnya hanya untuk kalangan teman teman dan keluarga saja.

Pentacle sendiri anggotanya ada 6 orang, mereka berkumpul untuk saling berbagi dan mencoba untuk memajukan keahlian sulap ini di Palembang. “Kami cuma berenam, tapi kami membuka kesempatan untuk yang ingin bergabung dengan komunitas kami, syaratnya gampang, hanya membayar uang masuk 200ribu rupiah saja dan setelahnya tidak dipungut biaya apa apa lagi” Ainun meyakinkan

Melalui komunitas ini diharapkan, para pesulap di Palembang bisa bersatu, sehingga dunia sulap di kota ini semakin berkembang dan memberikan keuntungan. “siapa tau bisa berbagi job”ujar Iqal .

Nah, berminatkah anda? (dinnaherly)

Iklan

Komunitas Sepeda Onthel Pertamina

Sepeda Onthel, sepeda tua jaman belanda yang menjadi alat transportasi di era itu, sampai dengan saat ini masih cukup diminati, terutama bagi para pencinta sepeda antik.Terbukti dengan banyaknya pengkoleksi dan pengguna sepeda jenis ini di kota Palembang. Pada The Club edisi Sabtu, 2 january 2010, Trijaya Palembang berhasil menghubungi Ketua dari komunitas Sepeda Onthel di Kota Palembang, KSOP, Komunitas Sepeda Onthek Pertamina, Seorang pria yang sangat mengerti detail dari sepeda jenis onthel.

KSOP, didirikan pada mei 2009, ketika itu Pak Suyadi yang hobby mengumpulkan sepeda tua ini menemukan banyaknya pengkoleksi pengkoleksi sepeda onthel lainnya. “setelah dikumpulkan, jumlahnya mencapai sampai dengan 80 orang di kota Palembang.” ujar Pak Suyadi

Kegiatan yang dilakukan oleh KSOP sendiri rutin diadakan setiap minggu. “Biasanya, kami bereseeda dengan sepeda onthel tadi lalu berkumpul di KIF Park. Disana kegiatannya macam macam, mulai dari olah raga, ngobrol dan sharing tentang sepeda dan lainnya” Yang unik, ketika pengguna sepeda ini berkumpul, pakaian yang dipakai pun satu tema dengan sepedanya. “Kalo enggak Topi Belanda, biasanya ada juga yang pake Baju Kompeni, tapi inilah khasnya dari komunitas kita” tambahnya.

Kalau anda ingin bergabung dengan komunitas ini, syaratnya mudah sekali, cukup mencintai sepeda tua yang kisaran harganya mulai dari 500ribuan ini. Kalau anda belum punya sepeda onthel, tapi ingin sekali bergabung, Pak Suyadi yang memiliki Koleksi 32 Sepeda Onthel ini akan dengan senang hati meminjamkan sepedenya untuk anda?

Bagaimana? (dinnaherly)

Guru, Pahlawanku

Ada istilah, Guru, Pahlawan tanpa tanda jasa. Menjadi guru harus merupakan pilihan pribadi dan bukan karena keterpaksaan. Oleh karena itu, para guru harus benar-benar hidup dengan pilihannya tersebut, atau meninggalkannya sama sekali. Guru harus mengupgrade ilmu yang dimilikinya sebelum nanti di transfer ke para siswa, si pengisi masa depan. Atas dasar inilah, di Indonesia dibentuk Klub Guru Indonesia, organisasi profesi guru yang didirikan dan dibangun oleh para guru dan aktivis pendidikan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya agar dapat menjadi pelaku perubahan dalam pembangunan bangsa.

Dalam The Club edisi, Sabtu 19 Desember 2009 terungkap bahwa Klub Guru Indonesia yang memiki motto ‘ Sharing and Growing Together’ ini melakukan kegiatan kegiatan yang bisa membuat para guru semakin canggih dalam melakukan kegiatan belajar mengajarnya, serta semakin diperhatikan kesejahteraannya.

Setiap bulan, minimal satu kali sebulan, klub guru Indonesia melakukan kegiatan rutin seperti: Seminar, lokakarya, diklat,In house Training, serta forum diskusi kelompok.

Bukan cuma itu, progam SAGUSALA (SATU GURU SATU LAPTOP) Untuk mengupayakan agar para guru melek TIK dan pro aktif menggunakannya dalam pembelajaran.

Klub Guru Indonesia juga membuat KGI Publisihing, informasi informasi pendidikan mereka rangkum dalam tabloid , e jurnal dan buku-buku bermutu tentang pendidikan dan keguruan, baik hasil tulisan para pakar pendidikan, terjemahan buku-buku bahasa asing, serta karya para guru tentang materi pelajaran yang diajarkannya di dalam kelas.

Forum profesi seperti ini harusnya ada dan berkembang  bukan cuma untuk guru saja, tapi juga profesi lainnya dengan tujuan agar kualitas dari individu individu tersebut terasah lebih tajam sehingga bisa memberikan manfaat besar untuk lingkungan dan masyarakat.

Satu lagi, Klub Guru Indonesia yang berpusat di  Jl. Jatipadang 23 Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini mencoba untuk menjangkau kalangan yang lebih luas melalui internet. Para guru di Indonesia bisa mengakses informasi,kegiatan Klub Guru di berbagai kota di Indonesia, serta merangkum berbagai informasi pendidikan (berita, agenda, beasiswa, konsultasi online, artikel, layanan download, dan lain-lain) melalui http://www.klubguru.com atau mailinglist di klubguruindonesia@yahoogroups.com. Wahh.. Canggih ya.. (dinnaherly)

Tangan Di Atas

Tangan di atas, istilah ini lebih di artikan kepada kecenderungan memberi dan peduli kepada sesama, namun siapa sangka Tangan di Atas pun ada komunitasnya.

Tangan di atas merupakan komunitas bisnis di Indonesia, dari namanya pasti sudah bisa kit tebak kalau isi didalamnya adalah para pengusaha pengusaha sukses yang suka memberi. The club di Trijaya Sumsel mencoba mengupas lebih banyak tentang komunitas ini, dan berhasil terhubung melalui telpon bersama Founder dari tangan di atas Indonesia, Bpk Badroni Yuzirman.

“saya berfikir untuk membuat komunitas ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, awal mula saya membangun usaha, saya merasakan jatuh bangun yang luar biasa. Ketika jatuh, saya mencari cari siapa yang bisa membantu saya keluar dr masa sulit, dan hasilnya nihil. Sejak saat itu saya dan kawan kawan mencoba mengcreate sebuah komunitas yang bersedia membantu sesama pebisnis, dengan nama tangan di atas” ujarnya mengawali perbincangan.

Dalam aktivitasnya, TDA adalah komunitas sosial, non profit. Tapi tujuannya adalah pragmatis yaitu agar para membernya menjadi 100% TDA alias pengusaha kaya. Jadi yang bergabung disini harusnya bersedia membantu satu dengan yang lain, baik berupa trik bisnis, sharing ide dan masukan bahkan suntikan dana dengan aturan main yang diberlakukan.

Ketika ditanya, siapa saja yang bisa bergabung dengan komunitas TDA di Indonesia, Badroni Yuzirwan menjawab dengan ringan.. ‘siapa saja, pengusaha sukses, menengah, baru mau membuka usaha, maupun bukan pengusaha”

Sampai dengan saat ini sudah ada lebih kurang 1300 pengusaha yang tergabung dalam TDA se Indonesia sejak didirikannya 22 January 2006 silam. Dengan kegiatan yang dilakukan bervariatif, mulai dari seminar, bussiness games, bussiness coaching, sampai ke kegiatan kegiatan sosial di luar komunitas.

Di Palembang sendiri sudah ada beberapa pengusaha yang sedang menghimpun anggota untuk bergabung dalam komunitas TDA wilayah Palembang, tujuannya juga sama agar mereka bisa saling membantu satu dengan yang lainnya ketika sedang dalam kesulitan.

“harapannya ke depan komunitas ini akan menjadi lebih berkembang, mengingat, kepedulian sesama pengusaha akan sangat bermanfaat bagi pengusaha lainnya” ditambahkan oleh Badroni. (dinnaherly)

Komik pun, ada komunitasnya

Komik, tidak selalu identik dengan anak kecil walaupun kebanyakan penyuka komik adalah anak anak usia pra sekolah sampai tingkat sekolah dasar. Kalau anda masih ingat, sewaktu kecil mungkin anda memiliki cukup banyak koleksi komik, atau bahakan masih ada yang menyimpannya sampai dengan saat ini.

Buku bergambar dengan warna dan tulisan beralur cerita ini bisa ditemui dengan mudah disetiap toko buku terdekat. Jenisnyapun beraneka ragam, ada yang berseri atau cerita lepas tanpa sambungan. Bedasarkan jenis cerita pembaca bisa memilih sendiri sesuai dengan selera mereka, petualangan, humor atau kisah remaja.

Sejauh ini komik komik di Indonesia didominasi oleh komik komik jepang, Di awal 1990-an Indonesia dibanjiri oleh komik- komik Jepang, ini terjadi setelah masa kejayaan Godam dan Gundala Putra Petir surut ditahun 1970-an. Toko-toko dan tempat persewaan buku dipenuhi cerita bergambar import dari negeri matahari terbit itu. Komik-komik yang hadir menyajikan tidak saja adegan laga yang diwakili oleh Chimi, kenji, Saint Seiya, atau Tiger Wong ; tetapi juga untuk kalangan Remaja yang lebih populer sekarang disebut ABG (anak baru gede) yang sedang mekar- mekarnya, seperti Candy-Candy atau juga komik jenaka seperti Kobo Chan . Komik atau kartun telah ikut memperkaya Jepang yang kurang memiliki hasil hutan, tetapi sangat jitu dalam meniru dan memanfaatkan peluang terutama terhadap produk-produk industri. Setelah sepeda motor, mobil dan komputer, mereka merambah komik tetapi bukan sekedar jadi. Bahkan menjadi primadona untuk bacaan anak-anak dan remaja masa kini khususnya di Asia, mereka sekarang lebih mengemari Srikandi Alies warna warni atau kucing robot yang pandai melayani juga Sailor Moon dan dragon Ball Z dan lainnya, bukan lagi Flash Gordon, Garht Goofy, Mickey mouse, atau Donal Duck.

Maraknya Komik di Indonesia ini pula yang akhirnya membuat beberapa pencinta komik di negeri kita membentuk sebuah komunitas pencinta komik dengan tujuan mengembangkan minta dan bakat dari anggotanya.

Siapapun bisa bergabung dalam komunitas ini, baik tua muda, remaja atau dewasa. Bukan hanya untuk berabagi pendapat tapi juga dapat nyumbangkan hasil karya mereka melalui web yang disediakan oleh komunitas ini, Kikers, mereka menyebut setiap anggotanya, bisa meregistrasikan diri ke dalam http://kik.forwardest.com/ dan mengetahui banyak hal dari sana, mulai dari kegiatan, forum sampai komik online buatan para anggota.

Semoga dengan adanya komunitas pengembang hobby seperti ini, Komik Komik hasil karya anak negeri bisa hidup kembali dan terlahir pula komikus komikus baru yang handal. Semoga ( The Club 24 Okt 09, DinnaHerly)

Lions dan Rotaract club, sama sama untuk kemanusiaan

Bergabung dengan komunitas dapat membuat seseorang menjadi lebih bisa mengembangkan diri dan potensi yang ada pada mereka berdasarkan hobby dan kemampuan yang dimiliki. Tidak heran apabila saat ini kita dapati banyak sekali komunitas yang memiliki ciri.

Diantara sekian banyak komunitas yang berkembang saat ini, terdapat beberapa yang merupakan jejaring international, dua nama yang cukup dikenal adalah Lions Club dan Rotaract Club.

Sisi sosial, menonjol dari dua komunitas ini, pada The Club edisi Sabtu 25 Juli 2009 dikupas bahwa tujuan dibentuknya komunitas ini antara lain agar tumbuh kesadaran pada masing masing anggotanya untuk lebih peduli kepada sesama.

Lions Club Indonesia misalnya, senantiasa melakukan hal hal sosial satu diantara sekian banyak misalnya memprakarsai kegiatan donor mata di Indonesia dan yang terbaru adalah pendirian Klinik Hemodialisis untuk Penyakit Ginjal Kronik,

Walaupun berbeda cara, Rotaract juga melakukan kegiatan kegiatan dengan tujuan yang sama, hanya saja sebagian besar anggotanya adalah orang orang muda. Ketika Lions Club menganggarkan dana serta mengumpukannya dari para anggota, Rotaract mencoba mencari dana melalui event yang mereka buat sendiri, seperti pengumpulan baju second para anggota yang kemudian di jual dengan harga sangat murah kepada masyarakat. Hasilnya tentu saja untuk mereka yang membutuhkan.

Tentu saja, kita berharap akan ada banyak lagi komunitas yang peduli sesama seperti ini, sehingga benefit sebuah club bukan hanaya bisa dirasakan oleh para anggota, namun juga orang lain, masyarakat luas yang ada disekitarnya. (dinnaherly)

Ulang Tahun, Simanis launching album

Tidak terasa, 4 tahun sudah Singa Mania Indonesia mencurahkan segenap tenaga mereka untuk memberikan dukungan kepada Sriwijaya FC,Selain Bola mania lain yang juga turut memegang peran atas kemenangan Sriwijaya FC.

Sabtu, 4 Juli 2009 kemarin, Singa Mania Indonesia, merayakan Ulang Tahun ke 4 mereka di Selebriti Cafe. Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf dan pihak manajemen SFC MC Baryadi dan Faisal Mursyid.

“Suporter merupakan salah satu elemen yang juga turut andil memajukan Sriwijaya FC. Kedepan kami berharap semua elemen baik supporter, manajemen, dan lainya bisa meningkatkan kerukunan untuk meningkatkan Sriwijaya FC,” kata Wakil Gubernur.

Ketika dihubungi dalam Acara The Club di Radio Trijaya Palembang beberapa jam sebelum acara , Presiden Simanis, Qusoi mengatakan “acara ulang tahun ini bukan sekedar peringatan tahunan, tapi juga merupakana anjangsana syukur atas kemenangan kembali Sriwijaya FC pada grand final Piala Copa beberapa waktu yang lalu”

Bersamaan dg itu pula, Simanis melaunching lagu mereka. Simanis Band yang merupakan group band komunitasini akan membuat album yang bernama Mesin Tempur. Albumnya sendiri terdiri dari lima lagu ciptaan kreatif anak-anak Simanis. Yakni, Jangan Letoi (berbahasa Palembang), Sriwijaya FC Jangan Loyo, Ai Mang Cek Bik Cek, Mesin Tempur, Tragedi double winner 2007, dan Simanis Pejuang Sriwijaya FC. (dinnaherly)