Archive for the ‘ Mutiara Sore ’ Category

Sumatera Barat

PALEMBANG – Layanan kesehatan cuma-cuma dari Dompet Sosial Insan Mulian langsung memberangkatkan tim nya menuju sumatera barat ketika mengetahui adanya gempa di lokasi tersebut. Dokter Agus Marsyaal, salah satu dari tim yang berangkat, sore itu hadir di Trijaya dalam Mutiara Sore untuk menceritakan perjalanannya selama di Sumatera Barat.

Dokter Marsyal mengatakan bahwa menurut pemantauan dirinya secara pribadi, ia melihat bahwa distribusi bantuan untuk masyarakat korban gempa berlangsung kurang baik. “Hingga kami tiba di palembang, Rabu (7/10) lalu, masih banyak korban gempa yang belum mendapat bantuan.” Bantuan kepada korban tersebut justru banyak diberikan oleh lembaga-lembaga non pemerintahan.

Masyarakat korban gempa saat ini berinisiatif untuk membangun tenda-tenda darurat sendiri. Kerusakan di Sumatera barat sangat parah, ujar dokter. bangunan yang hancur biasanya bangunan bagian dalam. “jadi konstruksi luarnya seperti masih bagus, sementara bagian dalam sudah hancur lebur,”

Sementara itu, Dokter juga mengungkapkan bahwa ada ribuan mayat yang tertimbun. “Evakuasi pencarian mayat dihentikan karena sudah berjalan satu minggu, korba sudah diasumsikan meninggal karena manusia jika sudah tujuh hari tanpa makanan dan minuman tidak dapat bertahan hidup”. (vira)

Iklan

Da’i Cilik

PALEMBANG – Mutiara Sore hari ini, Rabu (24/6) kehadiran dua Da’I cilik yaitu Abid Ar Robbani dan Hanif Bari Wahyudi. Dua orang dai cilik ini adalah pemenang kontes dai cilik yang diadakan oleh salah satu tv swasta di Indonesia. Ustad Dikdik membawanya ke studio untuk memberikan cerita kepada para pendengar Trijaya mengenai upaya keluarga dalam menghasilkan anak-anak yang cendikia.

“Insya Allah saya ingin menjadi dai hingga dewasa,” ujar Abid yang saat ini duduk di kelas lima SDIT Al Furqon. Berbeda dengan Hanif yang berusia delapan tahun, Hanif berkata bahwa ia mungkin tidak akan terlalu focus dalam hal ini. Well, mungkin karena hanif masih kecil banget kali ya….

Seperti apa sih mereka menerima pendidikan di rumah?

Abid mengaku bahwa ia ditargetkan untuk membaca alquran dua lembar setiap harinya. Sementara itu, perihal sholat, Abid sudah tidak pernah lagi diingatkan karena bocah laki-laki ini mengaku bahwa sholat adalah kebutuhan sendiri.Lain lagi dengan Hanif, ia mengaku bahwa ia masih diingatkan sekali kali, membaca Alquran juga tidak dipaksakan.

Dalam kesempatan ini, Abid dan Hanif berduet dalam melakukan tausiyah. Hanif mengawali tausiyah singkat dengan melantunkan lagu terlebih dahulu, karena memang Hanif memiliki suara yang jernih. Setelah hanif selesai melantunkan lagunya, Abid bersyi’ar dengan melakukan analogi kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Sore itu, Mutiara Sore ditutup dengan lantunan singkat dari Hanif yang menyanyikan lirik josh Groban, You Raise Me Up (vira)

Aku Mau Jadi Matahari

PALEMBANG – Ini adalah talkshow di mana saya banyak sekali minum air putih, supaya apa ? agar saya dapat mengontrol emosi saya dengan baik. Bagaimana tidak, hari ini dalam mutiara sore (17/06) bersama Ustad Dikdik Sodikin dari DPU Darut Tauhid, kami berbincang bincang tentang motivasi diri bersama Diah Wita Soka.

Koq bisa sampai segitunya? Diah Wita Soka adalah perempuan tuna netra ber usia 20 tahun, apakah anda menganggap bahwa tuna netra atau kebutaan adalah fenomena yang wajar? bagaimana jika itu terjadi pada anda? masihkah anda menggolongkannya sebagai wajar?

Wita, sapaan akrabnya kehilangan kemampuan melihat di usia 11 tahun, jadi ia tidak buta sejak lahir. “Anak kecil namanya jatuh kan biasa ya mbak, saat itu saya jatuh, retina saya robek”. ujarnya bercerita. Saya nggak bisa membayangkan, seandainya kita, yang sebelumnya bisa melihat lalu mendadak menjadi tidak dapat melihat.

Namun Wita tidak ingin ‘mengurungkan’ hidupnya hanya sampai di sana saja. “Saya mau sekolah, mau kuliah, mau jadi matahri.”. Menjadi matahari adalah judul cerpen yang ia menangkan dalam kompetisi menulis dan membaca cerita pendek di Yogyakarta.

Wita membagi motivasinya sore itu mengenai semangat. “Kalau kita yakin, semua bisa.”. Hal ini juga disampaikan oleh Ustad Dikdik tentang pencitraan Allah SWT “Allah itu akan sesuai dengan apa yang kita citrakan. Dengan begitu citrakan Allah yang maha baik, yang maha pemberi,maka Allah akan menjadi demikian.” (vira)

Tulang Ikan Jadi Tepung Klasium

PALEMBANG – Go Green tidak hanya dijadikan sebagai jargon biar ikut keren. Tapi betul-betul dimanifestasikan dalam bentuk kerja oleh DR. IR. Elmeizy Arafah, MS, melalui usaha yang sudah Ia rintis sejak tahun 2007. Direktur PT Meizy Internasional ini mendirikan perusahaan yang mengolah limbah menjadi berguna juga adalah mantan Dosen Pertanian Universitas Sriwijaya.

Latar belakangnya yang banyak berkecimpung tentang teknologi pangan menjadikannya merintis usaha pengolahan berbagai produk agar dapat termaksimalisasi dengan baik. “Ada sekian ton limbah tulang ikan gabus di Palembang setiap harinya yang dibuang begitu saja, lalu saya dan tim melakukan inovasi dengan mengimplementasikan teknologi ke limbah tulang tersebut sehingga menjadi tepung kalsium,” ujarnya.

Dalam mutiara sore, rabu (10/6), Ustad Dikdik pun menjelaskan bahwa alam raya ini berisi semua kebutuhan yang sudah dikaruniakan oleh ALLAH SWT agar manusia dapat mengolahnya dengan bijak. Semua yang natural itu baik, segalanya jika diperlakukan dengan sopan maka tidak akan menghasilkan bencana.

Apa artinya Ustad menolak teknologi ? “Oh nggak donk, teknologi yang tepat guna justru akan membuat kekayaan ini dapat kita petik hasilnya tanpa sisa, seperti apa yang sudah dikatakan oleh Ibu Elzy tadi. teknologi yang tidak serakah itulah yang merupakan ikhtiar kita sebagai manusia. Jangan sampai teknologi nya membuat pemanasan global, membuat tsunami yang merupakan sentilan dari Allah SWT,” ujar Ustad Dikdik (vira)

The Grass Is Always Greener

PALEMBANG – Mutiara Sore kedatangan tamu, Direktur Utama Dana Pensiun Pusri, Reza Esfan Asdjoedjir yang hadir 30 menit lebih awal dari waktu siar Mutiara Sore. Juga tidak lupa Ustad Dikdik Sodikin yang hadir lima belas menit kemudian, Ustad Dikdik memperkenalkan Reza Esfan bukan sebagai Dirut, tapi seorang ustad.

“Beliau ini adalah seorang ustad yang sering memberikan tausiah”, ujar Ustda Dikdin. Namun Reza mengatakan bahwa dirinya bukan memberikan, tapi sharing, berbagi, karena menurutnya berbagi itu bentuk komunikasi yang lebih produktif, dua arah dan tidak mengguru-i.

Reza pada Mutiara Sore kali ini memang lebih banyak memberikan pencerahan kepada pendengar. Misalnya ketika saya tanyakan tentang kebutuhan manusia yang tidak pernah cukup, Ia dengan bersemangat menjelaskan bahwa kecenderungan kita yang memang selalu membawa yang ada di luar ke dalam diri kita, mengapa tidak dibalik, apa yang ada di dalam diri kita dibawa ke luar.

“The grass is always greener”, ujarnya menambahkan. “Padahal apa yang dimiliki oleh orang lain belum tentu adalah kebaikan”. Pendengar Trijaya melalui sms menanyakan mengenai Amerika yang kaya raya tetapi tidak bertuhan. Koq bisa? “. Kaya raya tapi kita lihat krisis yang terjadi saat ini. berlebihan secara materi bukan berarti bahagia. karena kebahagiaan itu adanya di dalam hati. (vira)

Usaha Islami

PALEMBANG – Seperti apa usaha (yang) Islami? Rabu sore (20/5) Kembali Ustad Dikdik Sodikin dari Dompet Peduli Umat Darut Tauhid hadir dalam Mutiara Sore di Studio Trijaya FM Palembang. Beliau menjelaskan bahwa usaha Islami adalah kegiatan yang dimana dalam proses berlangsungnya kegiatan tersebut adalah untuk mencari rahmat dari Allah SWT.

Ustad mengemukakan bahwa sifat manusia yang diciptakan oleh Allah SWT memanglah memiliki kecenderungan untuk mencintai materi. “Namun mencintai materi secara berlebih lebihan sehingga meninggalkan sholat, lupa ngaji, maka dengan mudahnya Allah kelak akan mengubah hal tersebut”. Selain Ustad Dikdik, sore itu juga hadir Sri Karsono, pemilik Bakso Kota Cak Man yang saat ini telah memiliki dua cabang di kota Palembang.

“Saat ini Bakso Kota Cak Man hadir di depan PTC Mall dan Ruko Dekat TVRI.” Sri sapaan akrabnya, sudah berjalan tiga tahun tinggal di Palembang “Saya ikut suami yang ditugaskan di sini, untuk itulah, saya pikir, saya harus bikin usaha di Palembang”. Beliau akhirnya memutuskan untuk membeli franchise dari Bakso Kota Cak Man.

Bakso Kota Cak Man ini, diyakinkan oleh Sri adalah usaha Islami “Saya jamin halal. Karena semua bahan baku saya langsung terjun untuk mencarinya. Daging sapi saya yang langsung beli, sementara supply daging ayam, kami dapatkan dari DPU DT”. Yang menarik dari Bakso Kota Cak Man ini adalah proses pembuatannya. “Biasanya kan orang orang bikin bakso membulatkannya dengan tangan kiri lalu disendok dengan tangan kanan, kalau di bakso Cak Man, hal tersebut kita balik”.(vira)

Bantuan Semen Baturaja

PALEMBANG – Entah ya, mengapa ketidak sejahteraan masih banyak di Indonesia tercinta ini, karena sebetulnya telah banyak sekali upaya-uaya untuk mengentaskannya. Salah satunya melalui PKBL/TJSL/CSR PT Semen Baturaja (persero). Melalui kepala biro PKBL nya, PT Semen Baturaja menyatakan cukup kesulitan untuk menemukan ‘mereka’ yang ingin diberikan modal sebagai upaya PT Semen Baturaja menggiatkan UMKM.

PKBL merupakan Program Pembinaan Usaha Kecil dan pemberdayaan kondisi lingkungan oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. “Jadi seluruh BUMN diwajibkan melalui peaturan pemerintah untuk mendukung program masyarakat mengentaskan kemiskinan,” ujar Kamal. PT Semen Baturaja sendiri tidak meng ekslusifkan diri membantu usaha yang berkaitan langsung dengan usahanya, namun semua jenis indistri yang memenuhi syarat tentunya akan diberikan pinjaman yang sesuai.

PT Semen Baturaja membangun kerjasama dengan DPU Darut Tauhid dalam melakukan pembinaan masyarakat yang ingin menjadi mitra PT Semen Baturaja. Dalam mutiara sore edisi Rabu (13/5) bersama Ustad Supriyadi, dikatakan bahwa DPU DT bersama PT Semen Baturaja telah melakukan kerjasama dalam budidaya belut dimana orientasi pasarnya adalah luar negri.

PT Semen Baturaja menjadi mediator bagi para pengusaha mikro ini dalam melakukan manajemen usaha “Kita carikan pengumpulnya dan juga melakukan pembimbingan bagaimana melakukan pembukuan yang benar, manajemen yang profesional dan lain-lain,” ungkap Kamal. (vira)