Archive for the ‘ Mutiara Sore ’ Category

Etika Bertetangga dalam Islam

Tetangga adalah orang terdekat yang akan membantu kita ketika kita membutuhkan. Jarak rumah yang berdekatan membuat tetangga bisa jadi adalah orang yang akan membantu kita terlebih dahulu sebelum keluarga dan sanak saudara. Hubungan bertetangga yang harmonis bisa diwujudkan apabila masing masing kita mengetahui etika atau adab bertetangga yang benar.

Bersama Ustd Mugiono Abu Afifah, Mutiara sore edisi, 13 Januari 2010 membahas seputar etika dan tata krama bertetangga.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : “….Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memu-liakan tetangganya”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya”. (Muttafaq’alaih).

“Kita wajib berperilaku baik terhadap tetangga” Tegas Ustad Mugiono.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam kehidupan bertetangga. Mulai dari bangunan rumah yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya.

“contoh lain,tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara radio atau TV, turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya kita undang untuk datang ke rumah” tambahnya.

Jika masing masing kita mengerti tata cara bergaul bertetangga, maka akan sedikit sekali kemungkinan ribut ribut terjadi dalam lingkungan tempat tinggal kita, yang tersisa cuma nyaman, damai dan tentram.

Tetangga kita adalah cerminan diri kita sendiri, apabila kita sudah berusaha menjdi tetangga yang baik, maka kebaikan yang akan datang pada kita, begitu pula sebaliknya.

Bagaimana, sudahkah anda? (dinnaherly)

Iklan

Tahun Baru Islam

PALEMBANG – Besok 18 desember 2009, melalui perhitungan Masehi, adalah Tahun Baru 1431 Hijriyah. Tahun baru-nya Umat Islam. Koq bisa beda-beda ya? sementara jika menggunakan penanggalan Masehi, maka tahun baru ya berada di penghujung tanggal 31 Desember 2009 yang terhitung kurang lebih dua minggu lagi.

Bersama Ustad Mugiono Abu Afifah dalam Mutiara Sore Rabu (16/12) dijelaskan tentang latar belakang historis perbedaan penanggalan ini. Tahun Masehi yang berdasarkan rotasi bumi ini tahun kesatunya  dimulai pada kelahiran Yesus menurut keyakinan kaum Nasrani. Dasar perhitungan
menurut sistem ini adalah : pertama, rotasi bumi disebut satu
hari = 24 jam dan kedua revolusi bumi disebut satu tahun = 365,25 hari.

Masuknyapara penjajah yang sebagian besar beragama nasrani ke Indonesia menggeser penggunaan sistem penanggalan ijriyah yang sebelumnya sudah ada di Indonesia. “Tapi perbedaan ini tidak memiliki pengaruh fundamental jika dikaitkan dengan aktivitas sosial masyarakat, namun memiliki perbedaan cukup besar dalam hal aktivitas agama,” ujar Ustad.

Bagaimana dengan sejarah penanggalan Hijriyah itu sendiri? Jadi dulu zaman Nabi Muhammad para sahabat Nabi Muhammad sepakat untuk membuat sistem penanggalan baru yang berbeda dengan sistem lama sebelum zaman Islam. hingga akhirnya ditetapkanlah dulu tahun ke satu dihitung sejak Nabi Muhammad SAW lahir, namun ternyata setelah dirundingkan, pada saatNabi Muhammad SAW lahir, sesungguhnya Islam belum ada, sehingga alternatif ini dibatalkan.

Versi berikutnya yaitu akan menetapkan tanggal pertama yakni saat Nabi Muhammad SAW mendapat wahyu ketika umurnya 40 tahun, tetapi setelah juga melalui proses perundingan, pada saat itu, Islam hanya dimiliki oleh Nabi seorang diri sehingga kurang melambangkan Islam yang besar.

Hingga akhirnya ,pada tahun 638 M (17 H) ditetapkan sebagai awal patokan penanggalan Islam yakni dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Ini ditetapkan karena melambangkan perjuangan umat Muslim untuk mempertahankan akidahnya.

Tapi ya walaupun di sini sejarahnya berbeda-beda, tapi lebih baik nggak perlu dipusingkan ya, karena ini hanyalah masalah penanggalan dan perbedaan hitung aja. Nggak perlu repot-repot mau ribut segala. (vira)

Berkurban

PALEMBANG – Baiklah saya akan menulis tentang hari raya kurban. Menantang juga, karena saya pribadi cenderung tidak menyukai sejarah yang ada di baliknya. masalahnya adalah, saya seorang ‘host’ yang harus lebih banyak netralnya.

Akhirnya Ustad Mugiono Abu Afifah yang juga adalah pengajar di IAIN menangkap kegalaun saya, saat siaran dia mengatakan seperti ini “Bahwa perintah tuhan kepada nabinya memang tidak bisa kita lihat lewat akal polos. Peristiwa pengurbanan yang terjadi antara Ibrahim dan Ismail harus dilihat sebagai metafor, bahwa kita harus lilahita’ala,” ujar Ustad.

hari raya kurban juga harus dilihat sebagai hari dimana Ukhuwah Islamiyah ditegakkan. Umat Islam saling berbagi kebahagiaan di sana. Yang tidak pernah makan daging akhirnya bisa mencicipi daging. Dipandang lewat hukumnya sendiri, Ustad Mugiono mengatakan bahwa berkurban ini sifatnya sunnah muaakad, sebuah anjuran yang hampir wajib.

“Jika seseorang memiliki kelebihan, maka ia wajib untuk berkurban,”. Selain itu, dalam berkurban ini juga hendaknya diperhatikan ketentuan fiqihnya. Seperti berkurban adalah dilakukan dalam hari-hari tasyrik dan juga jangan lupa untuk meniatkan pengurbanan untuk Allah. Selain itu juga, ini yang penting, pastikan alat untuk menyembelih itu tidak karatan dan tajamnya bukan main, sehingga hewan kurban tidak merasa tersiksa.

Well, selamat hari raya Idul Adha, semoga semua yang baik-baik dilimpahkan kepada semua umat manusia tanpa pandang apapun itu, baik ras, agama, pekerjaan, apalagi tampang. Selamat berkurban! (vira)

Tebar Hewan Kurban DSIM

PALEMBANG- Dompet sosial insan mulia kembali mengadakan tebar Hewan Kurban (THK). Program tahunan yang sudah dilaksanakan selama kurang lebih enam tahun ini terus dilaksanakan oleh Lazda DSIM agar semua umat dapat merasakan indahnya berbagi. Setiap tahunnya selalu terjadi peningkatan, baik dari segi jumlah donatur mapun para penerima kurban.

DSIM, melalui koordinator THK, Asep Suryandana, mengemukakan bahwa permasalahn yang banyak terjadi di masyarakat adalah tidak meratanya distribusi hewan kurban. Kerap terjadi di suatu tempat terdapat penumpukan hewan kurabn sementara di tempat lain yang benar-benar berhak untuk mendapatkan daging kurban malah tidak mendapatkannya.

Wilayah jangkauan dari THK DSIM ini sendiri tidak hanya berada di wilayah palembang, tetapi menjangkau seluruh daerah di Sumatera Selatan. Dalam mekan daging sapi atau kambing untuk dikurbankan pun, DSIM berkerjasama dengan peternak kurban yang sudah diteliti oleh tim ahli dari DSIM untuk memastikan apakah hewan tersebut layak untuk dikurbankan baik dari segi syarat-syarat Fiqih maupun kesehatan hewan tersebut.

Semua orang dapat menjadi donatur dalam THK DSIM ini, selain dipastikan bahwa distribusi akan dilakukan secara merata, para donatur akan mendapatkan laporan berupa berita tertulis dan foto-foto berlangsungnya kurban. Selain itu, untuk memudahkan para donatur, DSIM menyediakan layanan jemput bola, atau transfer via Bank mana saja. (vira)

Keutamaan Sholat

PALEMBANG – Sholat adalah tiang agama. Analoginya seperti rumah, tanpa tiang, bangunan akan gampang roboh. Karena sginifikansinya inilah, maka sholat ditempatkan sebagai rukun Islam yang kedua, setelah mengucapkan syahadat yang merupakan pintu masuk ke gerbang keIslaman.

Jadi sholat itu akan membersihkan dosa kita selama waktu sholat satu menuju ke watu yang lain. Kalau selama Subuh sampai Zuhur, dosanya banyak, maka sholatlah, karena Zuhur akan menghapuskan dosa-dosanya sepanjang waktu itu. Jika sholatnya lima kali dalam satu hari, niscaya kita akan terhindar dari dosa-dosa, juga debu tentu saja, karena sebelum sholat kan, kita harus wudhu dulu.

Sholat ini memang yang utama, tak akan sempurna ibadah puasa, zakat dan pergi haji seseorang jika sholat ia tinggalkan. Mengapa ia begitu utama? lihat saja melalui gerakan-gerakan sholat, ia menunduk, rukuk, sujud, adalah simbolisasi bahwa ketika beribadahlah manusia akan terbebas dari perasaan inferior. Semua orang yang sholat akan senantiasa iklhas mensejajarkan dahi dan kakinya, tanpa ada perasaan marah dan dengki.

bagaimana dengan sholat anda? sudah baikkah? Ustad Haryono Kardi Al Javi dalam Mutiara Sore kali ini juga mengiyakan, tentang sholat yang memang tak akan bisa lupa atas segala sesuatu sebanyak 100 % “kalau lupa segalanya, ya pingsan donk,”. tapi kita manusia berupaya terus menerus saja, agar sholat yang dilakukan dapat sempurna. (Vira)

Keajaiban Sedekah

Kalau anda ingin kaya maka bersedekahlah, niscaya Allah akan melipatgandakannya. Mungkin anda sering mendengar pernyataan ini, namun sayang masih ada beberapa yang belum mempercayai keajaiban dari sedekah, mereka malah berfikiran bahwa harta yang dibagi bagikan akan sia sia dan habis begitu saja. Bersama ustd Mugiono Abu Afifah dalam Mutiara Sore edisi Rabu, 28 Oktober 2009 Trijaya Palembang mengupas banyak hal tentang manfaat sedekah.

Sedekah memiliki beberapa keutamaan bagi orang yang mengamalkannya.
Sedekah Dapat Menolak Bala,
Rasulullah SAW bersabda, ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah bisa mendahului sedekah.”

Kemudian, sedekah dapat menyembuhkan penyakit.
Rasulullah SAW menganjurkan, ”Obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

Lalu, sedekah dapat menunda kematian dan memperpanjang umur.
Kata Rasulullah SAW, ”Perbanyaklah sedekah. Sebab, sedekah bisa memanjangkan umur.”

Dan yang tidak kalah penting, Sedekah Mengundang Datangnya Rezeki.
Allah SWT berfirman “dalam salah satu ayat Alquran bahwa Dia akan membalas setiap kebaikan hamba-hamba-Nya dengan 10 kebaikan”. Bahkan, di ayat yang lain dinyatakan 700 kebaikan.

Khalifah Ali bin Abi Thalib menyatakan, ”Pancinglah
rezeki dengan sedekah.”

Mengapa semua itu bisa terjadi? Sebab, Allah SWT mencintai orang-orang yang
bersedekah. Kalau Allah SWT sudah mencintai seorang hambanya, maka tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, tidak ada permintaan dan doa yang Allah tidak kabulkan, serta tidak ada dosa yang Allah tidak ampuni, dan hamba tersebut akan meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah (baik).

Kekuatan dan kekuasaan Allah jauh lebih besar dari persoalan yang dihadapi manusia. Lalu, kalau manfaat sedekah begitu dahsyatnya, masihkah kita belum juga tergerak untuk mencintai sedekah? (dinnaherly)

Jujurlah Pada Siapa Saja

PALEMBANG- Jujurlah kepada apa saja meski itu menyakitkan, ujar Ustad Mugiono Abu Hafifah, dalam acara Mutiara Sore, Rabu (14/10). “kejujuran merupakan perkara yang berkaitan dengan banyak masalah keislaman, baik itu akidah, akhlak ataupun muamalah, orang yang kuat imannya adalah orang yang santiasa berkata jujur”.

Lalu Ustad, adakah jujur untuk kebaikan? Ustad Mugi menjelaskan dengan sebuah cerita, “Ada seorang yang dikejar-kejar orang lain, ia ingin dihajar atas perbuatan yang tidak ia lakukan, lalu orang yang dikejar tersebut bersembunyi, kita mengetahui keberadaanya namun mengatakn bahwa kita tidak tau mengenai keberadaan orang tersebut kepada yang mengejar, ini diperbolehkan, karena kita berniat menyelamatkan,” tutur Ustad.

Tapi hendaknya kita haus berhati-hati bersikap, tak boleh ada yang dipelintir dalam mlakukan kebohongan. Hati kita sebetulnya suda dapat membedakan mana yang benar mana yang salah, maka dengarkanlah hati itu dalam setiap berkata-kata dan bertindak.

Jujur merupakan sifat yang terpuji. Allah menyanjung orang-orang yang mempunyai sifat jujur dan menjanjikan balasan yang berlimpah untuk mereka. Termasuk dalam jujur adalah jujur kepada Allah, jujur dengan sesama dan jujur kepada diri sendiri. “jangan sampai jadi bodoh karena kita tidak jujur, misalnya, kalau ada orang, kita mau ber ibadah, tapi kalau nggak ada orang nggak mau beribahad, itu namanya tidak jujur”. (vira)