Archive for the ‘ Mutiara Pagi ’ Category

Keikhlasan Dan Kejujuran

Program Mutiara pagi Edisi 04 Agustus 2008 yang hadir pukul 05.00 – 06.00 WIB bersama Ust. Muh. Luthfi Izzuddin membahas tentang Keikhlasan dan Kejujuran. Dalam paparannya, Ust. Luthfi menjelasakan bahwa keikhlasan dan kejujuran adalah 2 hal yang tidak dapat dipisahkan. Orang yang jujur pasti dalam perbuatan nya akan selalu ikhlas, dan sebaliknya Keikhlasan akan membuahkan kejujuran layak nya 2 sisi mata uang. Baca lebih lanjut

Iklan

Mensucikan Jiwa (Tazkiyatun Nafs)

Senin, 28 Juli 2008 Mutiara Pagi yang hadir pukul 05.00 WIB bersama ust. Moh. Luthfi membahas tentang Tazkiyatun Nafs atau Mensucikan Jiwa. Pembahasan ini berkaitan dengan semakin kompleks nya krisis yang muncul ke permukaan kehidupan manusia seperti krisis ekonomi, politik, sosial, hukum, keamanan, dan moral–berawal dari krisis spiritual yang terjadi pada diri manusia. Karena itu, dalam mengatasi berbagai krisis kehidupan yang menimpa ummat manusia sepanjang sejarahnya, para nabi Allah senantiasa mengawali langkah mereka dengan melakukan tazkiyatun-nafs (2:129), tak terkecuali Nabi kita Muhammad saw (2:151). Bahkan hal ini menjadi syarat mutlak bagi suksesnya pengentasan manusia dari berbagai krisis yang membelitnya (91:9-10). Baca lebih lanjut

Ciri Mukmin Sejati

Mutiara Pagi, edisi 14 Juli 2008 bersama Ust. Drs. H. Muh. Luthfi Izzuddin MA membahas satu topik yang sangat menarik mengenai Ciri Mukmin Sejati. Sebagai umat yang jumlah nya banyak di Indonesia, umat Islam harus tau bagaimana mereka mengenali kaum sesamanya yang dikatakan Mukmin Sejati. Baca lebih lanjut

Etos Kerja Dalam Islam

Mulai bulan Juli 2008, Radio TrijayaFM Palembang menyiarkan satu program perbincangan Islami, Mutiara Pagi, yang hadir setiap hari Senin dan Kamis mulai pukul 05.00 s/d 06.00 WIB. Perbincangan ini sendiri membahas satu topik bersama Ust. Drs. H. Moh. D Lthfi Izzudin, MA dan didukung sepenuhnya oleh Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM)

Pada kesempatan Senin, 7 Juli 2008, Mutiara Qalbu membahas tentang “ETOS KERJA DALAM ISLAM”. Menurut Ust. Luthfi, etos kerja artinya menyangkut persoalan prilaku yang akan melahirkan hasil dari kerja (amal). Dalam Islam, etos kerja yang dimaksud adalah hasil kerja yang diridhoi oleh Allah SWT . Berdasarkan Al-Quran dan sunnah Rasul, dapat dikatakan bahwa etos kerja dalam Islam adalah melakukan hal yang benar secara benar. Artinya apa yang kita kerjakan adalah benar di mata manusia dan benar di hadapan Allah.

Namun sebenarnya, prinsip etos kerja dalam Islam telah banyak dimiliki dan diterapkan oleh orang-orang di luar Islam. Sebagai contoh, orang Jepang banyak yang bekerja secara produktif dan jujur. Sayyid Kutub pernah mengatakan “ Ketika saya di Amerika, saya melihat muslim, namun ketika saya di Mesir saya tidak melihat Islam”. Sehingga jika banyak orang Islam bertanya, etos kerja dalam Islam itu seperti apa, maka jangan ragu untuk melihat pola orang-rang di luar Islam yang bekerja dengan produktif, karena filosofi etos kerja dalam Islam sendiri sebenarnya teleh mereka miliki.

Dalam penjelasan berikutnya, Ust. Luthfi menyampaikan bahwa ketika kita sudah bekerja dengan benar, maka kita akan mendapatkan hasil secara fisik di dunia ini (duniawi) namun yang paling penting dalam melakukan pekerjaan adalah hasil di waktu yang akan datang (akhirat), sehingga batasannya tidak hanya duniawi namun juga ukhrowi.

Rasullulah SAW bersabda “ Barang siap yang melaksanakan shalat dua rakaat sebelum subuh (qabliah subuh), maka lebih bagus dari dunia dan seisinya”. Oleh karena itu, jika kita ingin meraih sukses dalam bekerja sepanjang hari, awalilah setiap aktivitas dengan menunaikan shalat subuh, agar dunia dapat kita genggam dan akhirat dapat kita raih.

Hargai lah pekerjaan sebagai sebuah karunia Allah, dan ingat lah Allah sepanjang aktivitas keseharian kita sebagai ummat manusia karena hidup tidak hanya di dunia semata. (joko)