Archive for the ‘ Movie Trailer ’ Category

Ajang Apresiasi Karya Film Generasi Muda

PALEMBANG – Era digital saat ini memberi kemudahan, keasyikan membuat film bukan lagi milik segelintir orang. Karena film semakin berkembang seiring pesatnya pertumbuhan teknologi digital. Belum lagi, minusnya sekat dalam pemasaran film. Semua orang bebas mempublikasikan karya film antara lain lewat sejumlah situs pemasok video seperti Multiply dan Live Leak. You tube dan masih banyak lagi.

Ilustrasi

Siapa yang tidak kenal dengan festival film indie di tanah air sebut saja di antaranya LA Lights Indie Movie adalah event komunitas film independent terbesar di Indonesia. Event gagasan Garin Nugroho ini merupakan salah satu event film indie yang berani dan konsisten memberikan budget kepada wajah-wajah baru untuk membiayai produksi produksi film pendek pertama mereka, sekalipun mereka belum memiliki background film sama sekali.
LA Lights Indie Movie ini memang ajang untuk menjaring bakat-bakat pembuat film dari aspek yang paling mendasar, yakni pola pikir dan kreativitas pembuatan cerita. Dalam konteks ini LA Lights Indie Movie diharapkan mampu membuka pintu kesempatan bagi bibit-bibit filmmaker yang baru dan segar.

LA Lights Indie Movie yang merupakan event hasil kerjasama antara LA Lights dan SET Film Workshop yang diawali dengan program LA Lights Short Story Competition, dijelaskan fira (staf promotion LA Lights Indie Movie) sore itu di Movie Trailer (17/1) dengan tema ‘Eksisitensi Dan Kontribusi Festival Film Indie” . sebenarnya Festifal seperti ini pada awalnya “Era digital memungkinkan kita mengerjakan sebuah project film dengan murah dan mudah,” di tuturkan fira sambil menyebutkan Garin Nugroho sang pengagas festival tersebut.

Lebih lanjut, Festival Indie Movie merupakan salah satu ajang mengembangkan apresiasi karya film generasi muda. Festival film, Energi anak muda ini luar biasa. Berita kekerasan sudah terlalu banyak, tapi berita kreativitas tidak muncul. Wilayah-wilayah seperti ini mengembangkan kreativitas luar biasa dari anak-anak muda, kapan ya ada workshop film pendek dari pihak LA Lights Indie Movie di palembang ? Tanya diki melalu line sms, sambil tersipu fira mengatakan untuk di palembang, umunya di sumatera lah, ya kita ada rencana di 2010 ini tapi sekedar workshop tidak untuk festival, karena kita lebih consent untuk festival masih di kota besar dulu. Tutup fira.

Ilustrasi

Sementara festival yang tidak kalah keren dan unik di tanah air “Hellofest” juga ikut menguraikan peran besar dari sebuah Festival film indie. Di wakili oleh “Aditya” presdir-nya Hellofest, adit sapaan akrabnya mengatakan semangat indie berkembang di antara komunitas pehobi film. Semangat itu menciptakan kekhasan di antara kaum muda pencipta film, yakni semangat kemandirian tanpa ikatan pragmatisasi modal dan kekangan pasar. Terutama kita dari Hellofest yang mengacu pada film pendek.

Saat di tanya Hellofest ini festival seperti apa? Adit pun menerangkan HelloFest sebuah festival Motion Picture Arts yang dihadiri oleh KostuMasa (Penonton Berkostum), dikelilingi dengan bazar action figure dengan puncak acara menonton rame – rame karya yahud kreator Indonesia seperti Mira dan Riri Riza, keberadaan yang telah berusia 6 tahun dengan usia para partisipenya anak muda antara 15-30-an, ia yakini Hellofest mampu merangkul filmmaker di jagat negri ini, mengakhiri obrolanya adit pun menekankan bahwa kemunculan Festival film indie ini sebagai apresiasi dan pesta industri perfilman Indonesia, terlebih, menjadi salah satu sarana pengembangan diri para insan muda film.

Dapatkan pula informasi kabar dari actor-aktris dan film terbaru, sekaligus bincang interaktif bersama sineas papan atas Indonesia dalam Movie Trailer setiap minggu jam 17-19.00 “ jayalah terus perfilman Indonesia. (Rifqi)

Format Baru Dalam Menguak Kisah Cinta di-2010

PALEMBANG – Hari ini tanggal 7 januari 2010, masih dalam suasana fresh new year disuguhkan dengan film romantis, film yang sengaja diperuntukkan untuk kaum hawa saja dan bisa juga untuk kaum adam sebagai pelajaran. Film yang bergenrekan drama korea ini begitu menarik ya film-nya Hari Untuk Amanda Karena disini ada kisah cinta seorang wanita yang bimbang dengan pilihan pasangan hidup, hati yang pasti terpilih dan dalam menetukan pilihannya. Diungkapkan Yudha harie radit sang produser. Dalam Movie Trailer edisi perdana 2010 yang hadir setiap minggu jam 5 dan exclusive selalu mengahadirkan narasumber terkait terutama para sineas dan actor/aktirs Indonesia live by phone.

Mantan penyiar prambors jogyakarta itu lebih lanjut membeberkan. Mengenai konten filmnya secara ringkas, Ada gadis yang berusia sekitar 20 tahunan yang bernama Amanda (diperankan oleh Fanny Fabriana) merasa bimbang dan cemas. Permasalahannya mantan pacarnya Hari ( diperankan oleh Oka Antara ) hadir kembali dalam kehidupannya ketika dia akan menikah dengan Dody (diperankan oleh Reza Rahardian ). Hubungan si Amanda dengan Hari pernah dibina selama 8 tahun ini kandas di tengah jalan, kemudian si Amanda berencana menikah dengan si Dody. Film ini menjadi debut pertama Fanny Fabriana yang dikenal bintang FTV. Luwes dan cool apa yang di tampilkan Fanny dalam film pertamanya.

Any way… ini merupakan format baru dalam menguak kisah cinta tentang pilihan dan kepastian hati. Semua orang pasti mengalami hal ini dan saya rasa banyak pelajaran penting untuk semua orang di dunia ini. Hal itu di tambahkan sang sutradara film, “Angga dwimas sasongko” ini film pertama saya walau sudah lama terjun di industri film tanah air, namun di sini lah bukti kepercayaan MNC picture kepada saya walau masah pengarapan film ini start-nya ide dan penulisan scenario hingga rilis memakan waktu 3 tahunan.

Rencana-nya film ini sudah bisa ditonton 16 april 2009 tapi tertanggal saat itu kok gak jadi ya, ungkap winda di kenten “salah satu pengirim sms sore itu. Maka tanggapan Angga sapaan akrab sutradara “ ya betul film itu semetinya sudah bisa dinikmati 2009 namun karena MNC mengingkan segala sesuatu dalam film itu perfect maka waktu rilisnya dimundurkan selain ada problem yang membuat kemunduran itu.

Dengan menghadirkan pemain berbakat seperti Reza Rahadian, Fanny Fabriana, Oka Antara, Kinaryosih, Aida Nurmala, Indra Herlambang dan disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko membuat Film Hari Untuk Amanda layak di tonton ! Semoga film yang ditulis oleh Ginatri S Noer ini akan sukses seperti Ada Apa Dengan Cinta. (Rifqi)

ARIEL MEMBERI WARNA “SANG PEMIMPI”

Memuaskan dahaga penggemar novel karya Andrea Hirata.Film Sang Pemimpi sudah bisa dinikmati hari ini 17 desember serentak di bioskop seluruh Film yang bercerita tentang mimpi tiga remaja Bangka Belitung yang bercita-cita sekolah di Paris, Prancis ini merupakan bagian kedua dari tetralogi Laskar Pelangi.

Movie Trailer, weekly program yang hadir setiap minggu jam 17-18.30 berekesmpatan menanyakan langsung Live By phone kepada sang penulis Novel Andrea Hirata sore itu, saat di hubungi trijaya palembang pria yang bernama lengkap Andrea Hirata Seman Said Harun sedang berada di kediamanya di bandung. Dengan respon yang penuh spirit di tambah dengan suasana bandung yang sedang diguyur hujan. Pria berambut keriting itu mengungkapkan Pembaca novel saya tidak akan kecewa, dan saya yakin pecinta novel saya, akan bangga melihat film ini dengan pilihan pertimbangan terutama pada sahabat saya sendiri : Riri dan Mira yang berani meng-explore atau memilih pemain baru dari balitong itulah yang membuat keyakinan-ku pada Sang Pemimpi melebihi laskar pelangi.

Ciamiknya lagi film ini juga didukung beberapa musisi, di antaranya Jay Wijayanto, Nugie, dan Nazril Irham atau lebih dikenal sebagai Ariel “Peterpan”. Untuk ariel ini film perdana baginya karena selama ini kita tahu ariel sering menolak tawaran untuk maen film dan saat di tawari Mira ia mau, walau sempat lama menunggu kemuanya untuk menerima tawaran itu, oleh sebab itu penampilan ariel akan menjadi warna dalam sang pemimpi

Mengakhiri obrolan-nya sore itu penulis novel asli dari pulau balitong (BABEL) dengan Novelnya di tahun 2006-2007 masuk deretan novel best seller Andrea berpesan kepada sang penulis lokal (sumsel) jangan takut berekspresi, terus percaya diri dan jadi penulis yang penuh ketekunan. (Rifqi)

Film 2012, Animasi saja dan Pamer Teknologi Belaka

Bertema kiamat ‘2012’, sebuah film bencana tahun 2009 yang disutradarai Roland Emmerich. Kecanggihan efek khusus dalam film bertema hari kiamat nyaris selalu membuat bulu kuduk berdiri. Atmosfer itulah yang bisa Anda rasakan saat menonton film 2012. Film ini menyuguhkan dahsyatnya kiamat pada 12 Desember 2012.Dalam film beranggaran US$ 200 juta ini, sutradara Roland Emmerich memasang sejumlah nama yang tak asing lagi di dunia sinema. Seperti John Cusack, Amanda Peet, Danny Glover, Oliver Platt, dan Woody Harelson. film ini tidak jauh beda dengan film-film lain yang mengangkat tema bencana, macam ‘Deep Impact’ atau ‘The Day After Tomorrow’.

Movie trailer (22/11) program khusus Film yang hadir setiap hari minggu pukul 17.00 dengan tampilan khas-nya, Live by Phone dengan Actor/Aktris Film Indonesia, kali itu berkesempatan meng-interview actor papan atas Indonesia yaitu “Didi Petet” dengan bahasan “Antara Komersialisasi dan Rasionalitas film 2012 ??”,

Emon panggilan yang melekat pada actor yang bernama asli Didi widiatmoko dalam film catatan si boy yang menghantarkan-nya dikenal sebagai actor serba-bisa, saat dihubungi trijaya sore itu Didi sedang berada di Mall bersama keluarga mengisi weekend-nya, ditanya perihal kemunculan film 2012 khusunya di-Indonesia si-Emon Menuturkan sebagai berikut : Sebetulnya kan kita harus sadar betul film itu karya seni dihidupkan untuk masyarakat secara betul atau secara benar, mereka berada di situasi yang meraka tonton itu dasar film-nya kalau kita sudah mengerti tentang dasar itu.

Apalagi film itu (2012) konten-nya didominasi tentang fiksi, Dimana isi film yang tidak ada kaitanya dan sengaja dibuat untuk menjadi seperti itu, nah disitu kita yang sebagai penonton dan menentukan sikap kita dalam menonton sebuah film kita akan melihat itu hanya animasi saja, bahwa itu animasi yang di bikin sedemikian rupa seolah-olah bumi ini hancur dan seolah-olah semua hancur dan itu hanya cerita saja.

Salah-nya kita di awal kemuncula Film 2012 banyak yang melarang, jadi nampak jelas lebih komersil, coba gak di larang jadi gak seperti ini tentu orang tidak akan heboh seperti sekarang ini, tapi begitu muncul pelarang-pelarang itu yang menjadi kotroversial dan kotroversial itu yang menjadi bagian dari promosi, kalau sudah bagian dari promosi ya mau tidak mau, suka tidak suka kita kita kebawa kesana terserat ke dunia promosi, kalau begitu kita harus sadar dari kegiatan komersialisasi dari keadaan sekarang itu, apapun bisa di komersialisasi siapapun itu tanpa kita sadar kita sudah masuk kedunia itu, dan baiknya kita yang harus cerdas dalam melakukan tindakan penilaian dan sebaginya terhadap sebuah Film.

Film yang terbilang sederhana dan sangat ringan hanya animasi saja itu yang diperhitungakan para pembuat film tersebut orang Indonesia juga bisa kok. So Film itu kan sudah di visualisasikan jadi gak usah takut pokonya nilai-lah serta lihatlah Film 2012 ini dari kacamata teknologinya saja agar kita tidak terjebak komersialisasi, tutup Didi petet dengan ramah menyapa pendengar trijaya sore itu. (Rifqi)

Tampilan yang Khas Dalam Film “Emak Ingin Naik Haji”

PALEMBANG – Movie Trailer Special Edition bersama Asma Nadi penuli buku “Emak Ingin Naik Haji” serta Aditya Gumay sang Sutradara film “Emak Ingin Naik Haji” yang sudah bisa dinikmati hari ini (12/11). Asma Nadia, adalah penulis Indonesia tergabung dalam Forum Lingkar Pena Mulai dikenal luas setelah menulis buku (kumpulan cerpen) “Emak ingin naik haji” yang sudah di filmkan, dari suara yang lembut dan friendly membuat wanita yang dikenal sebagai penulis special cerita religion ini menceritakan proses di filmkan buku yang ia tulis. Emak ingin naik haji, sebuah relita yang terjadi di masyarakat indonesia, Emak adalah representasi dari kelompok masyarakat yang sangat merindukan Mekah, tetapi karena persoalan finansial, maka pergi haji menjadi sebuah hal yang sangat jauh di awang-awang.

Dilanjutkan oleh Asma, saat belum dijadikan buku “Emak Ingin Naik Haji” ialah cerpen yang mulai diterbitkan pada miniseri majalan nur di jawa, di sanalah saat aditya gumay mulai terkesima dengan cerita, yang benar mengambarkan potret umat islam di-Indonesia mendapatkan apresiasi dari aditya sehingga akhirnya tercetus untuk difilm-kan, saat diputar dalam primier di jakarta awal november kemarin, Helmy yahya pun menangis sampai 7 kali setelah menonton fil tersebut, dan asma menjelaskan close-nya harus nonton film ini karena insya allah akan mengugah rasa kita untuk berbagi, & jadilah penonton yang pertama.

Senada dengan sang penulis buku, Aditya Gumay sutradar film emak ingin naik haji ini menegaskan film yang dirilis hari ini 12, atau diluar jakarta 13,14 november film yang mengambarkan sketsa sosial poteret masyarakat kita antara si-miskin yang ingin naik haji dan jauh dari harapan untuk bisa berangkat dengan si-kaya pejabat yang banyak uang tetapi keberangkatanya hanya mengingkin titel/sanjugan dari orang. Syuting yang dilakukan sampai ke-Makkah dengan aktor&aktris yang memdukan antra para junior dan senior. Merupakan tampilan baru diantara film indonesia yan terkesan bias,

Menutup perbincangan bersama sosok yang membesarkan nama beken seperti : Olga, Ruben dan Oki lukman dalam lenong bocanhya dan ternyata asli orang lahat, Aditya pun mengharapkan ketika anda menoton film ini tolong dipromosikan kepada keluarga, teman atau relasi anda karena film ini sarat dengan pesan dakwah, selamat menoton dan kalau di sekitar anda ada orang muslim yang tergolong miskin maka anda dapet memberikan infonya bisa langsung melalui Facebook ”Emak Ingin Naik Haji” karena kami ada program nantinya untuk memberangkatkna mereka untuk Umroh. (Rifqi)

Lewat Teater Bisa Jadi Penata Suara yang Handal dan Menyelipkan Pesan Dakwah

PALEMBANG – Usman C. Noor adik kandung Arifin C. Noer membeberkan pengalamanya saat bergabung di teater ketjil (baca: kecil) milik Alm. Arifin C. noer, yang disaat ini Us sapaan akrabnya dikenal luas sebagai Penata suara Film dan sinetron (di indosiar) yang handal, kontribusi Teater Film di program Movie trailer (1/11) hadir selama 1 ½ jam setiap minggunya. Dan Usman menjelaskan teater (Bahasa Inggris “theater” atau “theatre”, Bahasa Perancis “théâtre” berasal dari Bahasa Yunani “theatron”, θέατρον, yang berarti “tempat untuk menonton”) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, Dynamics of Drama, mendefinisikan teater sebagai ” yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain.” Teater bisa juga berbentuk: opera, ballet, mime, kabuki, pertunjukan boneka, tari India klasik, Kunqu, mummers play, improvisasi performance serta pantomim.

Dari teater-lah kebanyakan kita yang punya jiwa seni sejak lahir menemukan point emas seni kita apalagi saat ini saya berkecimpung sebagai peñata suara, maka banyak hal yang saya peroleh dari teater (ketjil) milik kakak saya itu. (ujar usman dengan nada sedih saat mengingat sosok arifin)

Sekarang ini banyak sekali teater film yang memberikan sumbangsi besar pada perfilm-an
namun saya cendrung memberikan catatan ketika saya bergabung di teater ketjil yang merupakan sebuah perkumpulan sandiwara atau drama, terutama yang bersifat eksperimental. Dengan komposisi-komposisi yang lengkap mulai dari seni peran, artistic, dan banyak hal yang kita dapat dari teater hingga mengenalkanya pada sebuah karya besar Film diungkapakan usman yang perah ikut produksi teater populer dan sudah memproduksi film budaya dari provinsi Riau yang di rilis dalam waktu dekat sekaligus mengakhiri obrolan hangat by phone sore itu.

Mengenai teater Film bisa dikatakan Sekolah Akting itulah yang diungkapkan Taufik Hidayat (Narsum 2) dan menjadi ketua teater Ar-rafah IAIN Raden Fatah Palembang. Lanjutnya taufik di teater ini lah kami dapatkan cara akting yang baik, akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak. Dialog yang baik mulai dari Volume suara kita hingga, artikulasi yang jelas. Dengan penghayatan dan penjiwaan yang matang dsb.

Bagian dari partnership teater dulmuluk (Lahat) dan muara enim taufik menuturkan teater Ar-rafah yang telah genap usianya 7 tahun dan telah memproduksi 2 film garapan sendiri yang satu di antaranya telah di tayangkan di TVRI sumsel tahun lalu. Lewat teater kami bisa berdakwah karena sesuai dengan background kampus kami sendiri dan karena teater kami bebas mengekspresikan jiwa seni kami dan menghidupkan kembali budaya local yang tidak terjamah oleh masyarakat luas, Salam Budaya taufik mengakhiri interview-nya sore itu. (Rifqi)

Celoteh Jajang C. Noer dan Sigit Haradadi Tentang Perjalanan Mereka di-Dunia Film

PALEMBANG – Minggu sore di movie trailer(25/10) dengan obrolan santai mengenai Film sekaligus interview Live by phone aKtor dak aktris kawakan Indonesia, dan Jajang C. Noer aktris senior yang di hubungi, bernama asli Lidia Pamnotjak lahir di Paris, Perancis, 28 Juni 1952; wanita yang asli padang ini dan berusia 57 tahun itu adalah seorang aktris film asal Indonesia. Ia adalah pemenang Festival Film Indonesia tahun 1992 dalam kategori Aktris Pendukung Terbaik melalui film Bibir Merah. Suaminya adalah Arifin C. Noer, sutradara film asal Indonesia yang meninggal dunia pada Mei 1995.

Saat dihubungi trijaya, bunda sapaan akrab jajang sedang berada di Bali tepatnya mengahadiri “Bali Nale Internasional film festival 2009” yang ke-3 , yang mewakili film Meraih Mimpi dan berperan sebagai pengisi suara (oma) nenek gita gutawa di film tersebut. Treminal Cinta (1973) yang di perankan Alm. WS. Rendra sebagai pemeran utamanya merupakan film pertama yang mengenalkan saya ke dunia film walau Abrar (sutradara-nya) mencomot saya sebagai figuran “tutur jajang saat ditanya awal kemnculanya terjun ke-dunia film”.

Wanita Lulusan teater UI ini pun menjelaskan lebih lanjut film-film yang pernah di bintanginya seperti : Cintaku di Rumah Susun (1987), Bibir Mer (1992), Badut-Badut Kota (1993), Surat untuk Bidadari (1994), Eliana, Eliana (2002), Durian (2003), Biola Tak Berdawai (2003), Joni Be Brave (2003), Arisan! (2003), Berbagi Suami (2006), May (2008), Laskar Pelangi (2008), Cinta Setaman (2008), Queen Bee (2009), dan terakhir film animasi terbaru Meraih Mimpi (2009) sebagai pengisi suara.

Peraih penghargaan di ajang film asia di india tahun 2002 sebagai peran pembantu terbaik pada film Eliana, Eliana dan mengaku mempunyai keponakan di palembang ini pun, Jajang mengungkapkan selain di kenal sebagai pemain ia pun pernah menyutradari dan penulis skenario sinetron pertama Christine Hakim dan di bintangi desi ratnasari yaitu Perempuan Biasa (1973) yang menghantarkan ke-2 aktris tersebut menerima penghargaan. Jajang yang berada di Bali sore itu dan berharap bisa berbincang dengan JULIA ROBERTS yang sedang syuting di bali dengan filmnya ‘Eat, Pray, Love’ . Selesaikan sesuatau apapun dengan seluruh jiwa dan benar-benar fokus pesan Jajang C. Noer kepada sineas palembang sekaligus mengakhir interviewya.

Sementara itu seniman ke-2 yang dikenal luas sebagai aktor kawakan Sigit Hardadi ikut berceloteh tentang perjalanan karirnya.Lahir di Tayu, Pati, Jawa Tengah, 27 September 1957; umur 52 tahun) adalah aktor Indonesia. Ia menjadi pemeran utama dalam film Malioboro pada tahun 1989. Saat ini, ia berperan dalam sejumlah film televisi. Tahun 1979 menjadi mahasiswa di LPKJ SEKARANG JADI IKJ hingga terjun di dunia teater dan merintis karir ke-Aktoranya mulai dari peran kecil-kecilan (figuran) sigit sapaan akrabnya mulai familiar di mata penikmat film tanah air lewat filmnya MALIOBORO (1989), dan film lain-nya seperti Takkan Lari Jodoh Dikejar (1990), Nanti Kapan-Kapan Sayang (1990), Sekretaris (1991), Gie (2005), selain film ia pun sering membintangi deretan sinetron dan sigit Semenjak tahun 2008 bergabung dengan Sinemart sampai sekarang. Seperti Sinetron striping : Kanza, Sekar, Rafika, Air Mata Cinta, dan terakhir bermain bersama keluarga MIRDAD di RCTI (Isabella). Rifqi