Archive for the ‘ Solo City Jazz ’ Category

Solo City Jazz ( hari ke-2 )

Penari kostum unik membuka hari ke-2 (foto by eko adji)

Kota Solo, 5 Desember 2009, sore hari sekitar jam 17.00 mendung sudah memayungi kota Solo, hujan rintik-rintik yang kemudian menjadi cukup deras akhirnya turun membasahi kota Solo, meskipun begitu ternyata hujan tidak menyurutkan untuk para penonton dan penggemar jazz tetap mendatangi Pasar Windujenar di Ngarsopuro untuk menyaksikan Solo City Jazz 2009 (SCJ 2009), penontonpun memadati kursi-kursi yang berada di bawah tenda, sebagian berteduh di stand-stand sepanjang jalan ataupun mereka memakai payung, acara dibuka dengan penampilan dari para musisi jazz Solo yang tergabung dalam Solo Jazz Society, mereka juga sempat berkolaborasi dengan kelompok perkusi, penampilan merekapun mendapat sambutan yang meriah dari para penonton. Komunitas ini menunjukkan bahwa jazz juga sudah mulai digemari dan salah satu bagian dari kegiatan seni di Kota Solo, salut untuk Solo Jazz Society.  Penampilan selanjutnya masih dari musisi yang berasal dari kota Solo tapi sudah lama menetap di ibukota, Bhayu bersama kelompoknya Heaven On Earth yang berformat trio (keyboards, drums, piano) membawakan musik yang rancak, menggebrak dengan lagu pertama “Drum Overture” mendapat sambutan dari penonton, dilanjutkan “Buenoz Diaz Mi Cielo (Good Morning My Love)” yang cukup unik dan kreatif, interaksi dengan penontonpun menjadikan suasana semakin hangat, Bhayu, Ossa Sungkar dan Franky patut diacungi jempol pada penampilannya kali ini.

Kelompok Fusion "Heaven On Earth" (foto by eko adji)

Hujan yang sudah mulai reda membuat pengunjung SCJ 2009 semakin banyak berdatangan memadati sekitar panggung, kelompok ketiga yang tampil adalah grup dari Yogyakarta, Agus Bing & Prabumi , grup yang mencoba memadukan antara jazz dan musik tradisi, eksplorasi yang cukup menantang, dengan memadukan alat musik modern (keyboards, electric bass, saxophone, drums) dan alat musik tradisional (kendang, gender, jembe, dll), etnik fusion mungkin bisa menggambarkan musik dibawakan oleh kelompok Prabumi ini, komposisi karya Agus Bing , “Journey”, “Fantasi” mengalun di awal penampilan mereka, lagu “Perahu Layar” karya Ki Narto Sabdo yang di aransemen cukup menarik juga dibawakn kelompok ini sebagai penghormatan kepada dalang legendaris tersebut, “Transit” menutup penampilan mereka, dialog drums, jimbe dan kendang yang atraktif mendominasi komposisi ini.

Sajian etnik dari "Prabumi" (foto by eko adji)

Warna etnik dari "Prabumi" (foto by eko adji)

Warna jazz yang agak lain muncul dari penampilan Dony Koeswinarno Quartet (Dony Koeswinarno, Eric Shondy, Doni Sundjojo, Sandy Winarta), , dengan berakar pada gaya mainstream jazz dan post bop, grup ini mengusung sesuatu yang lain, nafas jazz lebih kental, malah kadang musik mereka mengarah apa yang selama ini dalam istilah jazz disebut “modern creative”, improvisasi yang dikemas dengan aransemen yang rapi dan skill dari masing-masing pemain yang cukup bagus menjadikan karya-karya mereka seperti “Cheerful”, “My Inspiration”, “Tentative” dan “Sax Lips” cukup layak diapresiasi. Yang istimewa dari penampilan mereka pada kompoisi “Tentative”, Dony memainkan instrument EWI (Electronic Wind Instruments) dengan sangat bagus, instrument juga dipakai dan dipopolerkan oleh saxophonist (alm) Michael Brecker.

Dony Koeswinarno Quartet (foto by eko adji)

Clorophyl & The New Generation tampil pada sesi berikutnya, inilah formasi baru dari Clorophyl yang telah berdiri sejak 1992, Bagu “Jambronk” Pramono (keyboards), Timer Sagara (drums), David Q Lintang (gitar), Reno Revano (bass), Yessi Kristianto (synth) dan Marteza “Teza” Sumendra (vokal). Dengan mengusung gaya acid funk yang diselingi warna soul jazz, R’n B mereka mengebrak panggung SCJ 2009, gaya voklais Teza yang unik dan aggressive di pangung menjadi pertunjukan menarik tersendiri, alumni Indonesian Idol ini mampu berinteraksi dengan penonton, yang emanrik mereka juga membawakan dua buah komposisi instrument yang dianggap sebagai idnpirasi dari musik acid jazz yaitu “Chameleon” karya Herbie Hancock dan “Fredom Jazz Dance” karya Eddie Harris, disini amsing-masing musisinya menunjukkan eksplorasi musikalnya, teruatama eksplorasi sound dari Jambronk cukup unik mewarnai gaya Clorophyl, dan membuat antusias para penonton.

Clorophyl & The New Generation (foto by eko adji)

Setelah dipuaskan dengan penampilan Clorophyl, sampailah pada puncak acara SCJ di hari kedua ini, yaitu penampilan Yovie Widianto Fusion (YWF), musisi yang populer lewat grupnya Kahitna dan Yovie and The Nuno ini pada awalnya memang meniti karirnya justru dari sebuah kelompok jazz yaitu Indonesia Enam, mellaui YWF ini sepertinya Yovie memang ingin kembali ke jalur idealismenya, kelompok ini beranggotakan para musisi yang sudah tidak diragukan lagi kiprahnya di dunia musik jazz, selain Yovie pada keyboards, ada Adi Dharmawan pada bass, Dr, Bambang Purwono (keyboards), Kadek Rihardika (gitar), Gerry Herb (drums), Yoyok (saxophone) dan Iwan Wiradz (perkusi). YWF membawakan fusion progressive, komposisi yang mereka bawakan anatara lain, “6/8” , kemudian karya dari Dizzy Giliespie “A Night In Tunisia” , dimana pada komposisi ini solo perkusi dari Iwan Wiradz sempat memukau para penonton, penonton makin meriah ketika YWF membawakan karya dari Yovie Widianto yang pernah dipopulerkan oleh (alm) Chrisye, yaitu lagu “Untukku” yang diaransemen dengan warna jazz fusion, kompoisi dengan warna melayu-pun dimainkan oleh YWF dengan atraktif dan diakhiri dengan komposisi berjudul “Pinokio” , sebuah komposisi lama dari Yovie Widianto menutup penampilan apik dari YWF. Lewat tengah malam usai sudah perhelatan SCJ 2009, dari animo masyarakat yang menonton sepertinya SCJ mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Solo, jazz sebagai tontonan rakyat sepertinya akan diteruskan di SCJ berikutnya, semoga perhelatan ini bisa menjadi salah satu acara tahunan di Kota Solo.(warta jazz/eko adji)

Yovie Widianto Fusion - YWF (foto by eko adji)

Iklan

Solo City Jazz ( hari ke-1 )

Penari Opening Solo City Jazz (foto by eko adji)

Kota Solo, sore hari tanggal 4 Desember 2009, Pasar Windujenar di Ngarsopuran yang sudah didirikan panggung dan tenda-tenda disekitarnya untuk para penjual mulai menampakkan kesibukan persiapan pembukaan Solo City Jazz (SCJ) 2009. Panggung utama yang dipenuhi hiasan batik berdiri dengan megah di depan Pasar Windujenar, dihiasi pula dengan penari-penari mengenakan pakian tradisional prajurit wanita lengkap dengan gandewanya berada di depan panggung, sesuai dengan tema Jazz Up Batik memang nuansa batik memenuhi SCJ 2009, seorang pembatik lengkap dengan kain dan cantingpun menjadi bagian artistik panggung, begitu pula sebagian besar penonton juga mengenakan batik. Sekitar pukul 19.30 acara dimulai dan dibuka oleh Walikota Solo Joko Widodo, dilanjutkan dengan penampilan oleh grup Notturno yang mengawali SCJ 2009 dengan lagu dari kelompok musik grunge Nirvana “Smell Like Teen Spirit” yang diaransemen dengan warna jazz modern dan langsung mendapat sambutan meriah dari para penonton, malam itu Notturno mengundang Karty Rosen, seorang gitaris untuk berkolaborasi, “Bemsha Swing” dari Thelonious Monk-pun yang dimainkan apik dan penuh improvisasi mengalir dari atas panggung mengawali kolaborasi mereka, “Story Of Dance Floor” salah satu komposisi baru mereka menutup penampilan Notturno & Karty Rosen.

Maya Hasan memainkan harpanya (foto by eko adji)

Kelompok musik yang unik dari Kota Solo yaitu I Wayan Sadra & Sono Seni Ensamble (SSE) tampil berikutnya, kelompok yang merupakan kebanggaan Kota Solo ini tampil sangat bagus, kolaborasi antar musik tradisi dan modern dengan penjelajahan musikal yang  sangat luas dan luar biasa mambuat decak kagum para penonton, kemampuan musikal para individunya saling mengisi, penampilan vokalis  Peni Chandra Rini membuat nuansa yang dibangun SSE semakin kuat, salah satu lagunya yang cukup unik adalah “Bedah.com”, yang menampilkan improvisasi dari masing-masing personilnya, lagu “Fantasia” yang terinnpirasi dari musik tradisi Makassar menutup penampilan SSE.

2D "Dian PP & Deddy Dhukun" (foto by eko adji)

Berikutnya adalah penampilan yang sudah ditunggu-tunggu para penonton terutama mereka yang ingin bernostalgia di era 80-an, Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun (2D)yang berkolaborasi dengan Maya Hasan & Tiwi Sakuhachi Quartet tampil menghangatkan suasana malam itu, guyonan yang khas dan sapaan hangat 2D kepada penonton mendapat sambutan yang meriah, bahkan seringkali Deddy Dhukun turun ke penonton dan mengajak mereka bernyanyi, lagu-lagu lama mereka pun mengalun menghibur para penonton, lagu seperti “Melayang” dan “Keraguan” dinyanyikan bersama dengan para penonton, penampilan mereka berdua mampu meuaskan penonton sampai mereka turun dari panggung, Maya Hasan & Tiwi Sakuhachi masih meneruskna penampialn mereka, Maya hasan dengan Harpanya dan Tiwi Sakuhachi dengan piano dan alat musik akordeonnya membawakan musik-musik fusion karya meraka diantaranya karya Maya Hasan “Magnificent Seven” dan juga mereka sempat melantunkan tembang tradisi Aceh, dengan duet petikan harpa yang manis dan warna suara akordeon yang kental,menadapat apresiasi yang bagus dari para penonton.

Ivan Nestorman & Donny Suhendra Project (foto by eko adji)

Kelompok yang menamakan dirinya Akordeon yang dibentuk oleh pemain bas Bintang Indrianto tampil berikutnya, yang unik meskipun bernama Akordeon tapi justru tidak ada pemain akordeon di grup ini justru yang mewarnai adalah permainan rebab dan kendang dari Kiki Dunung, di SCJ 2009 ini Akordeon tampil dengan format unik yaitu mengusung 3 pemain bas di panggung, selain Bintang sendiri ada Roedyanto (dari kelompok Emerald) dan Rindra (dari kelompok Padi), juga berkolaborasi dengan Sinden asal Solo Sruti Respati, penampilan pangung juga cukup unik, Sruti tampil lengkap bersama juru riasnya, sehinga dia bernyanyi sambil di rias, lagu yang dibawakan antara lain “Ole Olang” dan “Walang kekek”, sebuah lagu legendaries yang dipolerkan oleh Sinden legendaries Waljinah, yang menarik penampilan grup ini ditutup dengan lagu karya Joe Zawinul yang dipopulerkan kelompok Weather Report yaitu “Birdland” tapi diaransemen cukup unik sesuai karakter cengkok bernyayi dari sinden Sruti Respati, jadilah “Birland” dengan rasa Indonesia/Jawa, acungan jempol rasanya patut diberikan pada kelompok Akordeon ini. Magnificent Duo, yaitu duet gitaris jazz paapn atas Indonesia Donny Suhendra (Krakatau, Java Jazz) dan Agam Hamzah (Ligro Trio) ditempatkan di penampilan berikutnya, duo ini seolah membuat suasana menajdi lebih “cool” dan mengajak penonton untuk rileks sejenak, dengan menampilka lagu-lagu karya Chick Corea seperti “La Fiesta” , “Senor Mouse” dan “Spain” mereka berdua menampilkan demontrasi skill yang luar biasa, percakapan melalu dawai-dawai gitar mereka berlangsung dengan sangat menarik, meskipun waktu sudah tengah malam, tapi aplaus penonton yang masih memadati tempat pertunjukan masih terdengar semangat. Setelah tampil duo Donny Suhendra tanpil bersama grupnya yang berkolaborasi dengan musisi asal Flores Ivan Nestorman (Nera), yang mengejutkan Ivan membawakan juga lagu berbahasa jawa selain juga lagu karyanya yang berbahasa Flores. Malam itu sebagai puncak dan penutup acara Donny Suhendra memanggil penyanyi Andien untuk tampilm dengan lagu dari kelompok The Police, “Roxane” membuka penampilan Andien yang juga telah ditunggu oleh para penonton, acarpun berakhir pada puluk 1 dinihari lebih, tapi secara keseluruhan SCJ 2009 malam itu mampu memberikan apresiasi bagi para penggemar jazz Solo dan sekitarnya, sebuah awal yang bagus bagi Solo City Jazz.(warta jazz/eko adji)

Andien & Donny Suhendra Project (foto by eko adji)

Solo City Jazz


SOLO CITY JAZZ
Tempat : WINDU JENAR NGARSOPURO

HARI PERTAMA : Jumat, 4 Desember

Notturno
Wayan Sadra & SONO-SENI Ensemble
Maya Hasan Quartet Guest Star Deddy Dhukun & Dian PP
AKORDEON Feat.Bintang Indrianto-Rindra Risyanto-Roedyanto Warsito & Sruti Respati
Magnificent – DUO Agam Hamzah – Donny Suhendra –
Donny Suhendra Project Feat. Ivan Nestorman Guest Star : ANDIEN

HARI KEDUA : Sabtu, 5 Desember

Solojazz Society feat temperente percussion
Heaven on Earth
Prabumi (Jogjakarta)
Donny Koeswinarno Jazz Quartet
Yovie Widianto Fusion
Clorophyl

SEMUA ACARA GRATIS!!!!

Ikuti pula : Clinic/Workshop
SAMBUNG RASA, Extra Kurikuler JAZZ & BASS
bersama pembicara : “trio-to bass” BINTANG INDRIANTO-ROEDYANTO WARSITO-RINDRA RISYANTO
dengan Taufan Irianto Siswadi, Imam Garmansyah, Kiki Dunung
Kamis, 3 DESEMBER 2009 Jam 17.00 WIB
(Tempat akan dikabarkan lebih lanjut)

SHOW DIRECTOR-TALENT DIRECTOR : Gideon Momongan
STAGE MANAGER : Riva Pratama
Ass.STAGE MANAGER-TALENT HANDLING : Larry Rizia
BACKSTAGE HANDLING-PRESS HANDLING : Rahadi Setyawan

PROJECT OFFICER : Wenny Purwanti
PRODUCER : Imanzah Iboy
Ass.PRODUCER-FACILITIES : Indrawan Ibonk
PRODUCTION MANAGER : Moh.Arif Ade
PRODUCTION CONSULTANT : Donny Hardono

Penyelenggara :
CITRA NADA BAGUS Production
Mitra-Penyelenggara :
MATAYA Production
Didukung & direstui oleh :
Pemerintah kota Solo/Walikota Solo
Pendukung Utama :
Teh Botol Sosro
DSS Don Sistem Suara
Batik Semar
Nada Mas & Sumber Ria

Konsep Jazz Up Batik, untuk meningkatkan citra kota Solo sebagai salah satu kota batik dengan mengemas unsur pagelaran musik jazz. (Eko Adji)