Archive for the ‘ Java Jazz ’ Category

JAVA JAZZ 2009 “It’s Not Simply A Festival,It’s A Lifestyle”

JAVA JAZZ HARI KE-3
img_3580

Hari ke-3 atau hari terakhir Java Jazz, Minggu 8 Maret 2009 dimulai tepat pada pukul 14.00 dengan menampilkan 3 grup dalam waktu bersamaan yaitu “Bayu+Tesla” dari KlabJazz komunitas jazz Bandung,”Jacket Potato” dan satunya berupa Music Clinic bersama “Veronica Nunn”.Sehabis Music Clinic Veronica Nunn juga tampil di stage assembly 3.Publik musik di Jakarta sebetulnya cukup mengenal penyanyi yang satu ini, karena sebelumnya sempat tampil bersama Michael Franks beberapa waktu lalu konser di Indonesia.Veronica Nunn sendiri telah merilis 2 album “American Lullaby” dan “Standard Delivery”,penampilannya di Java Jazz 2009 menjadi promo juga dari album barunya yang nanti akan beredar yaitu Tribute To Michael Franks selain juga proyek album rekaman jazz Brazil yang seluruh lagunya berbahasa Portugal.Penampilan lewat karakter vocal serta teknik improvisasi dalam scat singing menjadi kekuatan Veronica yang banyak mendapat decak kagum penonton.
Di stage Cendrawasih 3 yang diberi label World Music tampil grup “Gamelan Shockbreaker” penampilan grup yang anggotanya merupakan kolaborasi antara pemain flute Norwegia Patrick Shaw Iversen dan Ismet Ruchimat yang membawahi 10 pemain gamelan dari orkestra Samba Sunda,serta vokalis muda Rita Tila dan Euis Komariah menyajikan konsep paduan tradisional musik sunda dan electric sound dengan kemasan yang unik melewati batas sekat-sekat jenis musik dengan influence pada jazz.Selain itu juga tampil “Tropical Transit” dari Bali,”Parov Stelar (Austria), dan 2 grup dari India “Moon Arra” yang tampil dengan konsep paduan jazz dan musik tradisional hindu sehingga disebut dengan Jazz meets Hindustani satunya lagi “Something Relevant” tepatnya dari Mumbai grup ini asalnya,dan banyak bikin penonton enjoy serta goyang dengan irama dan aksi panggung yang nyeleneh mulai dari musik ska,fusion serta ragam corak musik lainnya dimainkannya.

img_3549

Musisi jazz Jepang kali ini yang tampil dan banyak ditunggu di Java Jazz 2009 adalah Isao Suzuki, tampil selama 1 jam, musisi jazz legendaris dari Jepang ini mendapat appreciate dari penonton.Isao Suzuki yang memainkan bass sangat peduli pada perkembangan jazz di negaranya,dia mendirikan komunitas jazz “Loft 6” penampilannya dengan membawa personil talenta-talenta musisi jazz muda Jepang memberi warna tersendiri di benak para penonton.
Di stage lain kelompok ‘Slank” tampil cukup unik di Java Jazz mereka membawakan komposisinya dengan cenderung ke sentuhan warna blues.Setelah itu di Plenary Hall tampil “Peabo Bryson”, pecintanya terpuaskan karena dapat melihat dan bernyanyi bersama Peabo dengan lagu-lagu hitnya yang sudah akrab seperti ‘Can You Stop The Rain’,’If Ever You’re my Arms Again juga ‘Beauty and The Beast’.

img_3586

Hari ke-3 Java Jazz ada 2 special show yang pertama adalah tampilnya ‘Brian McKnight’, penyanyi yang satu ini sebetulnya multitalenta karena juga seorang penulis lagu,penata musik,produser bahkan mampu memainkan beragam alat musik.Special dengan lagu-lagu hits romantis membuat penonton Java Jazz terbius bersama pasangannya masing-masing seperti saat lagu ‘One Last Cry’ yang special tentu adalah vocal latar pengiringnya saat Brian McKnight tampil adalah anak kandungnya sendiri.Special show ke-2 menampilkan dou asal Britania yang akrab dengan lagunya ‘Breakout’ yaitu “Swing Out Sister”.Di Java Jazz mereka tampil dengan format akustik, Corrinne Drewery dan Andy Cornell 2 personil dari Swing Out Sister ini tampil dengan beberapa lagu dari albumnya tahun 2008 ‘Beautiful Mess’

img_3599

Yang sangat ditunggu penampilannya tentu adalah “Roy Ayers” musisi jazz yang sudah berkiprah sejak tahun 60-an ini pernah gabung dengan Herbie Mann sebelum tahun 1970 membentuk Roy Ayers Ubiquity dan tahun 1990 pernah kerjasama dengan Guru dan Donald Byrd membentuk album Jazzmatazz.Penampilan Roy Ayers di Java Jazz sangat menghibur dengan ramuan musik R&B, Jazz Rock,Funk dikenal dengan konsep straight ahead jazz, aksi panggung dalam memainkan Vibraphone-nya dengan teknik improvisasinya pantas kita sepakat bahwa Roy Ayers-lah peletak batu pertama dari apa yang namanya Acid Jazz.

img_3613

Selama 3 hari sendiri penonton mencapai 70 ribuan ,pesta jazz benar-benar teraplikasi di Java Jazz 2009 ini selain tentunya tema pelestarian lingkungan yang dinamakan ‘We Do Green’ dan ‘Bike To Java Jazz Festival’.Ya Java Jazz telah mendunia dan menjadi life style bagian gaya hidup semua kalangan usia “ It’s not simply a festival, it’s a lifestyle “ .(Eko Adji)

Arumba Udjo “Angklung Rasa Jazz”

JAVA JAZZ HARI KE-2
img_3485

Java Jazz 2009 hari ke-2 Sabtu 7 Maret ,pintu masuk sudah dibuka mulai pukul 14.00 dimana di Terrace Stage & VIP Parking Area penonton sebelum masuk gedung utama JCC sudah disuguhi dengan penampilan dari “Apple Pine” kelompok yang berasal dari Klab Jazz sebuah komunitas jazz di Bandung.Selanjutnya pada waktu yang bersamaan di Masima dan Lobby Stage 1 tampil “Endah & Resha bersama Animo” dari Bali serta “JDS”
Perhatian penonton sempat terfokus di hari ke-2 di Food Area,karena disini tampil sebuah kelompok asal Amerika yaitu “Student Loan” band ini membawakan beberapa komposisi beraliran bluegrass/newgrass non elektrik.Grup ini terdiri dari Chad Kimbler (mandolin/vocal),Liz Chibucos (gitar/biola/vocal),Mark Gerolami (banjo/gitar/vocal) dan Julio Appling (bas/vocal) kedatangan mereka di Java Jazz ternyata sebagai bagian dari keterlibatannya dalam US State Department and Jazz.

img_3506

Pada puku 17.00 penonton banyak terpusat di pertunjukkan “Harvey Mason Quartet” drummer yang terkenal ini sering mengiringi James Brown,Herbie Hancock,Sergio Mendes hingga London Symphony Orchestra.Publik pecinta jazz Indonesia lebih banyak mengenalnya sebagai drummer grup Fourplay.Penampilan mereka sangat impresif terutama saat masing-masing personil menunjukkan kemampuannya dalam solo alat-alat musik yang dimainkannya.
Yang menarik tentu penampilan “Kamal Musallam” permainan gitarnya paduan gaya George Benson,Al Dimeola serta pengaruh Rahabani dan Farid al Atrach.Sebagai orang Timur Tengah, Kamal Musallam ternyata lama mendalami ilmu musiknya di Eropa yaitu Perancis.Penampilan Kamal di Java Jazz didukung oleh Rony Afif dan Elie Afif dari Lebanon,Mounir Troudi dan Nawefel Manaa dari Tunisia dan Dan Trummell asal Amerika.
Dengan konsep world music Kamal memadukan irama timur tengah atau lagu tradisional Arab dengan sentuhan jazz sehingga terasa unik sajian musiknya.
Hari ke-2 Java Jazz pecinta jazz terlihat sejak awal sudah memenuhi stage di Exhibition Hall B dimana tampil kelompok yang punya banyak penggemar di Indonesia, mereka adalah “Chieli Minucci & Special EFX” ,Chieli sendiri dikenal luas juga sebagai composer lagu-lagu televisi,termasuk program yang familiar di Indonesia yaitu Dora The Explorer.Dengan kelompoknya Special EFX membius dan memuaskan dahaga jazz lover yang suka dengan konsep fusion dan jazzrock karena komposisi itulah yang dominan dibawakan.

img_3452

Special show hari ke-2 menampilkan kembali “Jason Mraz” yang tetap saja mampu memukau para anak muda yang mendominasi Plenary Hall.Sedang special show lainnya ada “Laura Fygi”.Penyanyi yang banyak sekali pecintanya di Indonesia ini memang termasuk produktif dalam merilis album,Album ke-11 nya ‘Rendez-Vous’ masih menonjolkan daya pikat dari karakter suaranya.Dan Laura Fygi menunjukkan itu dalam perfomance-nya
Dengan basic vokalis klasik dan pernah gabung dengan grup paling terkenal di Belanda Centerfold menjadi kekuatan tersendiri dalam setiap olah vocal penghayatan dan improvisasi dari setiap lagu yang dibawakannya yang lebih tertuju pada lagu-lagu standart dari Great American Songbook yang khas kadang dibawakan dalam bahasa ibunya,Perancis.Penonton banyak memberi applaus setiap kali Laura menyanyikan lagunya dengan suara empuk dan bening menyejukkan hati.

img_3516

Salah satu artis soul yang ditunggu penampilan di hari ke-2 adalah “Oleta Adams” yang tampil di assembly 3 stage.Dibesarkan dengan musik gospel.Oleta Adams menunjukkan kepiawaiannya di public Java Jazz sebagai penyanyi berkelas untuk jenis gospel,soul,R & B serta Jazz.Ruangan penuh sesak,karena memang baru pertama kali inilah Oleta datang ke Indonesia,terlihat beberapa penonton ikut bernyanyi hafal dengan lirik-lirik lagunya.

img_3475

Dari sisi jumlah penonton hari ke-2 Java Jazz dipadati hampir 30 ribu penonton.Dan Fokus untuk musisi dalam negeri layak diberikan kepada sebuah kelompok yang berasal dari Jawa Barat yaitu “Arumba Udjo” karena grup ini mengusung musik dan sound yang unik yaitu memadukan alat-alat khas sunda angklung,kendang,suling dengan elektrik sound dengan membawakan komposisi jazz yang sangat menarik dan mereka mampu berkomunikasi dengan penonton ditengah-tengah lagu membuat joke-joke segar.Masing-masing individu dari personil Arumba Udjo memang mempunyai skill yang menawan dalam memainkan angklung dalam konsep jazz.Dan yang menarik sebagai quest mereka dibantu “Candil” vokalis yang punya karakter suara ngerock, dan membuat semakin kaya warna dalam kolaborasi musik tradisional,jazz dan vocal rock yang kental.(Eko Adji)

Brazillian Jazz Mendominasi

JAVA JAZZ HARI KE-1
img_3361
Event akbar Java Jazz 2009 kembali digelar di JCC-Jakarta Convention Center mulai 6-8 Maret 2009 ini.Tahun ini Java Jazz memasuki usia yang ke-5 dengan mengusung tema “Bringing the World to Indonesia”.Hal ini dibuktikan dengan banyaknya musisi dari manca yang tampil seperti dari Amerika Serikat, Jepang, Mexico, Austria, Chili, Uni Emirat Arab, Belanda, India, Norwegia, Italia, Inggris, Jamaika dan Malaysia. Chairman PT Java Festival Production (JFP) Peter F Gontha mengatakan,biaya penyelenggaraan festival ini mencapai Rp 40–60 miliar.
”Meliputi banyak aspek, bukan hanya para penampil, tapi juga stan, merchandise, serta makanan,” kata Peter. Sementara menurut Koordinator Program Eki mengatakan bahwa Java Jazz 2009 akan menghadirkan 19 panggung yang tersebar di seluruh kompleks JCC dengan total 210 pertunjukan (setiap harinya ada 70 show). ”Jumlah ini jelas lebih besar dari tahun lalu yang hanya 188 show, begitu juga soal penampil lebih beragam” lanjut Eki.
Java Jazz 2009 kali ini menampilkan 2.500 performer dalam rentang tiga hari,terbagi dalam 900 musikus internasional serta 1.600 musikus lokal.
Yang menarik, tahun ini Java Jazz seperti tahun sebelumnya juga ada program ramah lingkungan. Selain partisipasi sponsor seperti Go Green dan Medco Energi, juga ada beberapa program Bike to Java Jazz Festival sebagai wujud kepedulian terhadap pengurangan polusi.

img_3424
Hari pertama Java Jazz pintu utama pertunjukkan sudah mulai dibuka pada pukul 15.00 dan ada 19 panggung/stage dan menampilkan sekitar 60 pertunjukkan.Ada 2 Special Show hari pertama Java Jazz yakni JASON MRAZ, luar biasa respon penonton terhadap penampilannya.Jason mampu mengajak audience untuk bernyanyi dan bergoyang mengikuti irama komposisi lagu-lagu yang dibawakannya, seperti misalnya pada lagu first single yang juga dinyanyikannya yang berjudul ”I’m Yours”.Aksi panggung Jason mampu membuat histeria penonton yang didominasi anak muda.Konsep musik Jason Mraz sendiri sebenarnya lebih cenderung paduan antara pop,dance,fusion dan acid/nujazz. Sedangkan spesial show ke-2 menampilkan ’DIANNE REEVES’ penyanyi yang lewat albumnya ’The Calling’ memenangkan grammy award ini tampil sangat impresif di hadapan para penonton yang sudah merindukan untuk melihat kemampuan improvisasi vokalnya.Karena publik jazz Indonesia sangat mengenalnya terutama suara dan lagunya yang menjadi Theme Song di Film serial HBO yang terkenal ’Sex and The City’.Penonton banyak memberikan applause saat Dianne menyanyikan beberapa lagu dengan improvisasinya terutama pada nada-nada oktaf yang tinggi, selain dia mampu mengajak audience untuk berinteraksi dengan-nya.

img_34091
Sementara itu para pecinta jazz sejati banyak terfokus perhatiannya melihat penampilan ELIANE ELIAS pianis dan vokalis asal brasil yang tahun lalu merilis album yang kental dengan nuansa gaya bossa nova yang berjudul ’Bossa Nova Stories’ tampil sangat memikat di Java Jazz 2009 ini.Beberapa lagu khas brasil dibawakannya seperti ’Samba’.Permainan jari jemari di tuts tuts piano dengan scat singing-nya mampu membuat decak kagum penonton.

img_3368
Artis lain yang banyak mendapat perhatian dan ditonton adalah saat MATT BIANCO tampil di Plenary Hall.Mungkin ini bisa jadi menghapus kekecewaan dan kerinduan pecintanya, karena kita tahu sebetulnya Matt Bianco sudah dijadwalkan tampil di Java Jazz tahun lalu tapi batal tampil, dan akhirnya di Java Jazz 2009 inilah penonton terpuaskan dengan dapat menikmati secara langsung perfomance Matt Bianco yang malam itu tampil dengan beberapa lagu yang sudah akrab di telinga publik jazz Indonesia,meramu paduan musik ska,jazz dan soul mampu membuat penonton bergoyang dengan lagu-lagunya.

img_3457

Masih banyak artis musisi jazz yang tampil di hari pertama Java Jazz diantaranya Ivan Lins,New York Voices,Ron King Big Band,Mike Stern,Ledisi,Alex Ligertwood serta musisi Indonesia seperti Balawan,Dewa Budjana,Dwiki Dharmawan Global harmony Orchestra dll.Semua menampilkan apresiasi musikalitasnya secara optimal sehingga pesta jazz benar-benar terwujud, selain juga terjadi interaksi dari musisi yang terlibat dan tampil tentunya ini menjadi semakin menambah berkembangnya potensi musisi-musisi jazz lokal dari Indonesia sendiri.
Penonton di hari pertama mencapai lebih dari 20 ribu orang dan banyak juga diantaranya turis-turis asing dari luar negeri.Pesta Jazz di Indonesia memang sudah dimulai kiranya mulai malam ini hingga 2 hari berikutnya di Java Jazz 2009.(Eko Adji)

DHAFER YOUSSEF “SPRITITUAL JAZZ”

Memasuki hari ke-3 yang merupakan hari terakhir event JJF 2008 yang bertepatan dengan hari minggu, acara dimulai lebih awal yaitu pada jam 10.00 WIB di Plenarry Hall areal Jakarta Convention Center. Baca lebih lanjut

MANHATTAN TRANSFER “DIGDAYA”

Hari ke-2 JJF 2008 dimulai pukul 14.30 , pintu masuk awal di Tarrace Stage and VIP Parking penonton disuguhi penampilan Mr.Lazy, selanjutnya masih di area parkir di masima stage tampil grup jazz muda belia beraliran fusion yaitu Jazzyphonics.Ada satu stage di Cendrawasih room yang menampilkan beberapa dj diantaranya dj ardi,ebby,glen,alan,nino yang meramu musik nujazz dancetable.

Baca lebih lanjut

MATT BIANCO “NGAMBEK” BATAL TAMPIL

Sepertinya ini menjadi salah satu yang menyebabkan semua media yang meliput event JJF 2008
menjadi sedikit kecewa, dikarenakan permasalahan ini selalu saja masih muncul walaupun Java jazz sudah
memasuki penyelenggaraan yang ke-4 kalinya sejak digelar tahun 2005 yang lalu. Baca lebih lanjut

CHOICE JAZZ ARTIST

Selama sebulan sebelum event Java Jazz Festival 2008 banyak kegiatan dilakukan intinya untuk lebih menambah atmosfer jazz sebelum event resmi berlangsung yaitu Workshop dan pre-event bertajuk Java Jazz on the Move yang berlangsung diberbagai tempat di kota-kota besar di Indonesia.

Baca lebih lanjut