Archive for the ‘ Healthy Center ’ Category

TB

PALEMBANG(08/01) – Saya tidak menyangka bahwa di kota sebesar dan cukup modern seperti Palembang ini, masih banyak orang yang menganggap bahwa TB (Tuberkolosis) adalah penyakit guna-guna. Mereka lebih percaya bahwa TB penyakit yang bersumber dari ilmu hitam daripada penyakit yang disebabkan oleh kuman. Kenapa begitu ya? Kepala Seksi Surveylen dan Penyebarluasan Informasi Dinas Kesehatan Kota Palembang, Elina, bahwa rumornya penyakit TB ini dianggap penyakit orang miskin, jadi gak ada yang mau ngaku kena TB.

Begitulah adanya, sebetulnya, mau orang miskin atau orang kaya, kuman Tuberkolosis ini dapat menyerang siapa saja karena TB atau Tuberkolosis ini merupakan penyakit yang gampang sekali menyebar disebabkan oleh Mycobacterium Tubercolosis. “Lewat udara yang dikeluarkan oleh penderita TB dan juga dorplet atau air ludah, penyakit ini bisa menyebar,” Ujar Elina.

Jadi kalau kita satu angkutan umum sama orang yang kena TB gimana donk ? “Makanya kita harus terus menjaga kesehatan agar antibodi tetap terjaga, yang standar aja koq, olahraga, makan sehat, nggak merokok,” Himbau elina. Selain yang disebutkan tadi, kita juga sebaiknya selalu melancarkan sirkulasi udara di kamar tidur, menjemur kasur, karena kuman ini sangat suka berada di tempat gelap dan lembab. Kuman TB ini akan mati oleh paparan sinar matahari.

Penderita TB dapat meninggal dunia jika tidak tuntas dalam melakukan pengobatan. Misalnya seorang penderita yang dinyatakan positif TB, harus diberi obat yang diminum secara teratur sampai tuntas selama 6 – 8 bulan. Selama masa pengobatan ini diperlukan tahap pemeriksaan awal dan satu bulan sebelum masa pengobatan berakhir, serta yang terakhir yakni, di akhir masa pengobatan. Obat TB ini diberikan secara gratis dan dapat diperoleh di Puskesmas / Rumah Sakit di Palembang. (vira)

Iklan

Menghindari Demam Berdarah

PALEMBANG – Demam berdarah adalah topik yang sudah entah berapa kali saya bawakan di Healthy Center, saat zamannya masih bersama Dokter Matdani -yang sekarang pindah ke Pemprov-, sampai sekarang content sebetulnya sama saja. Tapi, hidup ini memang pengulangan-pengulangan, bukan?

Takutnya kalau tidak diulangi, masyarakat malah lupa ya, bahwa sebetulnya penangan demam berdarah itu sangat simpel. hanya dengan menutup, menguras dan mengubur alias 3M, maka penyakit satu ini dapat dicegah. M Idris, staff dari bidang penanggulangan penyakit menular Dinas Kesehatan Kota Palembang mengungkapkan bahwa sebaiknya masyarakat melakukan 3M seperi yang disebutkan di atas daripada mengimplementasikan fogging.

“Fogging itu bisa dilakukan, tapi kan yang mati cuma nyamuk dewasa, sementara nyamuk yang masih jentik-jentik nggak mati,” ujar Idris. nah, si jentik-jentik yang bikin panik ini, sebaiknya diberantas dengan ikan Tempalo. karena ikan ini adalah pemangsa para jentik. Selain itu, sebaiknya kita juga secara gradual menguras bak penampungan air.

Ya, berhati-hatilah dengan para nyamuk yang merupakan vektor dari DBD. memang nggak sembarang nyamuk, nyamuk yang menjadi pembawa bencana ini adalah jenis tertentu yang banyak pada pagi dan sore hari. Selain itu, warna tubuh nya juga belang-belang. Sekali gigit, kita bisa DBD, hanya jika, hanya jika kita tidak menjaga stamina tubuh dengan baik.

jadi, selain lingkungan harus bersih, tubuh juga mesti kita jaga agar selalu fit setiap saat, sehingga terbebas dari DBD. (vira)

Bukan Optik Abal-abal

PALEMBANG (13/11) – Ternyata toko kaca mata dan optik itu berbeda! jangan pikir keduanya sama ya hanya karena dua-duanya menjual kaca mata. Perbedaanya dimana? Yakni pada izin yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan. “Optik harus ada izin dari dinas kesehatan, selain izin ada banyak ketentuan lain yang harus dimiliki sebagai syarat-syarat berdirinya suatu optik,” ujar M Yamin, staff sarana dan prasarana Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Apalagi syaratnya? yaitu sebuah otpik harus mempunyai RO (Refraksionis Optician) *sampai-sampai ada yang sms ke Trijaya saat Healthy Center berlangsung, menanyakan apa singkatan dari RO*. Seorang RO harus selalu stand by di optik. RO inilah yang nantinya akan melakukan pengujian medis terhadap mata seseorang.

masalahnya adalah, saat ini ada beberapa toko kaca mata yang tidak mengantungi izin dari dinas kesehatan, namun mereka menjalankan proses pemeriksaan, misalnya menggunakan komputer. Hal ini ternyata melanggar ketentuan yang ada. “yang boleh memeriksa hanyalah seorang RO,” himbau Yamin.

bagaimana dengan banyaknya toko kacamata yang menjual kacamata baca, apalagi di palembang ini, banyak ditemukan lapak-lapak yang menjual kacamata baca dengan (si penjual ngakusnya sih) sudah ada ukuran plus minusnya segala di kacamata tersebut. “Ya nggak boleh itu, sebetulnya, kenapa tidak boleh, harus ada izin resmi dan sebagainya, hal itu dilakukan hanyalah agar masyarakat dapat terlindungi dengan baik. Semua peraturan itu dibuat untuk masyarakat koq,” ujar M Yamin.

Jadi profesional muda, mulai sekarang kalau anda merasa bahwa kemampuan membaca sudah mulai trun sehingga memerlukan kacamata, maka anda harus teliti, pilihlah optik yang sudah ada izinnya, juga selalu minta agar anda dilayani oleh seorang RO yang bukan RO abal-abal *pernah ditemukan kasus, RO yang tidak menggunakan ijazah asli*. (vira)

Lumpuh Layu

PALEMBANG – Suspect Lumpuh layu di Palembang ada 16 orang! itu bukan kata saya lho, tapi Elina H, Skm. M.Si, Kasi Surveylen Dinas Kesehatan Kota Palembang.
Apakah Lumpuh Layu itu? Definisi singkatnya yaitu : lemas!. Ya lemas, jika anda menemukan anak di bawah usia 15 tahun yang lemas, maka anak tersebut kemungkinan lumpuh layu.

Tapi Lumpuh Layu ini bukan Polio, namun bisa jadi Polio. Bisa jadi, karena kalau tidak diobati maka penyakit lumpuh layu ini bisa meningkat ke taraf yang lebih tinggi, yakni polio tadi ataupun menyebabkan kematian. Untuk menguji apakah seorang anak yang lumpuh layu mengidap polio atau tidak, harus diperiksa tinjanya di laboratorium.

Ini virus menular lho. penularannya ya melalui tinja. Untuk itu, disarankan oleh Elina, agar sebuah rumah tangga hendaknya menerapkan PHBS atau perilaku hidup bersih sehat. Misalnya dengan memiliki jamban yang benar dan baik, serta selalu mencuci tangan.

Partisipasi dari masyarakat juga sangat diperlukan, karena tentunya maalah kesehatan bukan hanya tanggung jawab dari Dinas Kesehatan saja, tetapi juga tanggung jawab masyarakatnya. nah, jika anda melihat ada anak dengan ciri-ciri lemas ini, tidak bisa berdiri, pokoknya bawaanya lesu, segera laporkan ke Puskesmas terdekat agar dapat ditindaklanjuti.

“Jika memang setelah diperiksa seorang anak menderita lumpuh layu, lalu positif polio, maka bisa jadi se Sumatera Selatan ini akan diadakan vaksinasi,” ujar Elina. Nah, mungkin anda akrab dengan istilah PIN atau pekan imunisasi nasional, PIN ini biasanya dilakukan jika ditemukannya virus polio di satu daerah tertentu, meskipun hanya satu, tapi bisa jadi se indonesia raya ini juga akan divaksin, yang divaksin anak-anak di bawah usia 15 tahun tentu saja.

jadilah warga yang alerta, okay! (vira)

Diare

PALEMBANG- Musim pancaroba seperti saat ini menyebabkan diare. Hubungannya? menurut dr. Afri Melda, Kepala Seksi bidang pengendalian dan pemberantasa penyakit Dinas Kesehatan Kota Palembang, hubungannya terletak di kesediaan air. “Jika air sedikit sementara kumannya banyak, hal ini dapat jadi pemicu diare. Namun jika ketersediaan air tinggi, meskipun ada kuman, perbandingan tetap lebih banyak air, kemungkinan diare akan lebih rendah.”

Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan. Kalau buang air dalam sehari melebihi empat kali, kemungkinan besar orang tersebut menderita diare.

Anak-anak lebih rentan terkena diare. diare pada bayi dan balita (bayi bawah lima tahun) sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian akibat kekurangan cairan. “bayi dan balita cukup susah untuk diminta meminum larutan oralit, sehingga lebih berbahaya,” ujar dokter.

Yang paling penting adalah kebersihan. Pola hidup bersih sehat salah satunya adalah mencuci tangan sebelum makan dengan sabun dapat mencegah diare sebanyak kurang lebih 40 %. Minum air putih yang cukup, manusia memerlukan cairan minimal 8 gelas per hari. (vira)

Flu Babi

PALEMBANG – Hingga saya menulis blog ini, Palembang masih bersih dari flu babi. Hal ini disampaikan oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Palembang Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Seksi Surveylen dan Penyampaian Informasi. Meski demikian, Rumah Sakit Umum di Palembang sudah mengantisipasi penyakit ini dengan menyediakan bangsal khusus jika memang terdapat suspect flu babi.

Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Dapat tertular pada manusia jika manusia melakukan kontak langsung pada babi. Misalnya manusia tersentuh air liur atau kotoran babi, maka virus dapat bermutasi di tubuh manusia. selain itu, Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.

Jenis Flu Babi ini memang cepat menyebar tetapi dengan kerusakan yang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan Flu Burung yang memiliki sifat penyebaran yang tidak cepat namun memiliki tingkat merusak yang tinggi.

Flu babi pertama kali ditemukan di mexico. Tapi yang perlu dicatata oleh masyarakat adalah tidak gegabah menghadapi flu yang ada. jangan sampai flu biasa, karena terlalu khawatir, dianggap sebagai flu babi. Gejalanya adalah flu yang disertai panas tinggi, mual muntah dan pusing kepala. Jika tanda-tanda ini ditemukan, maka harus segera dilaporkan ke Puskesmas agar dapat ditangani secara cepat. (vira)

Periksa Kehamilan

PALEMBANG – Pemeriksaan kehamilan sangat penting untuk menghindari kematian ibu dan bayi. hal ini disampaikan oleh Dokter Fauzia, Kasi Pelayanan Kesehatan dasar Dinas Kesehatan Kota Palembang. Sangat penting karena Kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat dan 15 % dari wanita hamil akan mengembangkan komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya dan mengancam jiwa.

Dalam Healthy Center (26/6), Dokter fauzia sangat menyarankan pemeriksaan kehamilan dilakukan paling minimal tiga kali. “Diperiksakan di tiga bulan pertama, trimester kedua dan trimester ketiga”. Hal ini dilakukan untuk melakukan pemantauan sehingga kesehatan Ibu dan Bayi dapat dipastikan berkembang dengan baik. Juga mempertahankan kesehatan ibu dan bayi serta mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi.

Pemeriksaan tentunya juga harus dilakukan oleh tenaga yang berkompeten untuk melakukan hal tersebut. “Di Palembang saja masih dapat ditemukan Ibu yang melakukan konsultasi bahkan melahirkan lewat dukun beranak. Hal ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. Kita tidak tau tentang kebersihan dukun beranak dan sebagainya”.

Yang perlu diketahui oleh para ibu dalam pemriksaan kehamilan ini adalah 8T, Timbang berat badan, tekanan darah, tinggi fundus uteri, tetanus toksoid, tablet zat besi, tes penyakit menular seksual, temu wicara dalam rangka persiapan rujukan dan tatalaksana khusus. (vira)