Archive for the ‘ Blogger Community ’ Category

Gurita

PALEMBANG(10/01) – Selayaknya sebuah tekanan, pada akhirnya yang ditekan itu akan mencapai satu titik kritis sesaat sebelum akhirnya ia lepas. Seperti sebuah inhibisi yang mendesak untuk didobrak. Itulah hakikatnya sebuah larangan. Termasuk issue untuk melarang beredarnya buku Gurita Cikeas yang ditulis oleh George Aditjondro, ia malah akan melahirkan keinginan publik untuk mengetahui isi buku tersebut.

Jafis yang hadir dalam Blogger Community Minggu ini mengatakan bahwa saat inilah adalah momen yang tepat bagi pemerintah untuk menggunakan pasal pencemaran nama baik dengan benar dan tepat. Jafis mengungkapkan bahwa jika memang isi dari buku Gurita Cikeas itu adalah fitnah, maka harus dituntut dengan pasal pencemaran nama baik, bukan malah melarang buku itu. Dengan adanya pelarangan, maka masyarakat akan berpikir bahwa jangan-jangan buku tersebut menceritakan hal yang benar.

Jafis sudah baca bukunya? “Sudah. Saya punya ebooknya. Saya pikir Vira dan para netter juga sudah punya file buku tersebut karena saat ini kemudahan akses gratis bisa dilakukan kapan dan oleh siapa saja,” Ujar Jafis yang sudah membaca buku itu.

Sebetulnya tak hanya buku Gurita Cikeas, sudah ada beberapa buku yang dilarang di Indonesia karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Salah satu yang sempat ramai dibahas adalah buku yang berjudul ‘Lekra Tak Membakar Buku’ yang juga tak boleh beredar.Jafis berpendapat bahwa pelarangan buku dan undang-undang yang mengaturnya sangat tidak jelas. Karena jika sebuah buku dikatakan mengganggu ketertiban umum, ketertiban umum yang seperti apa, karena membuat buku saat ini sangat mudah.

Pelarangan buku Gurita Cikeas ini memang baru wacana. Entah benar atau tidaknya, kita tunggu waktu saja. Namun jika memang buku ini dilarang, saya semakin bertanya-tanya, jangan isi buku tersebut memang benar adanya. (vira)

Iklan

Internet di 2010

PALEMBANG(03/01) – Bagaimana internet di 2010 nanti? apakah akan ada perubahan siginifikan? Trijaya di Blogger Community edisi perdana di awal tahun 2010 ini khusus mewawancara sesepuh dunia maya yakni : Ndoro Kakung a.k.a Wicaksono, seorang artist dunia maya yang merupakan wartawan Tempo di dunia nyata nya.

Ndoro Kakung, di awal interview pagi itu mengatakan bahwa yang pertama perlu dicatat adalah di tahun pengguna internet semakin meningkat. Sepanjang 2009 penggunaan internet meningkat dikarenakan perbandingan lurus meningkatnya penjualan smart phone dan Blackberry. Mobile internet inilah yang membuat gerakan di dunia maya semakin tinggi.

Selama kurun 2009 juga terdapat banyak kasus muncul berkaitan dengan penggunaan internet sebagai media ekspresi. Masih segar dikepala kita mengenai gerakan koin Prita yang, diungkap oleh Ndoro, hampir mencapai 1 Milyar Rupiah. “Ini adalah bukti nyata bahwa gerakan melalui internet sudah tidak dapat lagi dianggap main-main,”. Disusul kasus Twitter Luna maya yang terjerat pasal karet.

Khusus menanggapi Pasal 27 ayat 3 UU ITE ini Ndoro menuntut diadakan revisi atas undang-undang tersebut yang memunculkan banyak kontroversi. “Bicara mengenai pencemaran nama baik, mengenai perasaan tersinggung dan rasa suka tak suka itu bicara hal yang sangat subjektif, tiap orang berbeda,” Ujar Ndoro, karena itulah pasal ini hendaknya diubah agar tak lagi terulang kasus yang sama dikemudian hari.

Bagaimana kita sebaiknya berinternet di 2010 nanti? Ndoro menghimbau agar selalu hati-hatilah dalam membuat sebuah tulisan. Jangan sampai membuat tulisan yang tidak disukai oleh orang lain. Pertanyaan saya kemudian untuk Ndoro, “Tidakkah menulis juga adalah perasan suka dan tidak suka sementara jika pembaca kita merasakan perasaan tidak suka, apakah kita harus terus menulis hanya yang diinginkan oleh orang lain saja?”. Sayang sekali, saya harus menyudahi Blogger Community Minggu itu sebelum sempat menanyakannya langsung. (vira)

Angin

PALEMBANG – Senangnya kalau ini memang merupakan indikasi bahwa sastra di Sumatera Selatan akan segera bertumbuh dengan baik. Kembali bincang-bincang buku di Blogger Community (27/12) kali ini bersama seorang penulis dari Palembang. Palembang memang punya beberapa penulis, tapi beberapa itu sangat sedikit sekali, sulit untuk menyebutkan sepuluh judul novel yang lahir di kota ini.

Satu diantara yang sulit itu adalah novel berjudul ‘Angin’. Sebuah novel yang ditulis oleh Toton Dai Permana, novel perdananya. Siapa sebetulnya Toton? Toton memanglah nama pena-nya. Nama lahirnya yaitu Thontowi Herijun Eka Permana, yes, dia adalah Humas Pemprov Sum-Sel.

Jangan apatis dulu tapi dengan embel-embel pegawai negri nya itu, apalagi di paling belakang buku ini dapat kita jumpai seringkas kata dari Gubernur Sum-Sel. Mungkin anda juga sama seperti saya pada awalnya ‘Ah, pasti novel yang isinya terdapat sejenis hidden agenda’. Lalu saya mulai membaca novel ini dan menganggap bahwa novel ini sangat menarik.

Dialog yang cerdas dapat anda temukan di sini. “Karena saya sudah lama sekali bergelut di dunia teater yang erat kaitanya dengan dunia sastra, dari situlah saya merangkai dialog dalam angin,” Ujar Toton yang hadir langsung ke studio untuk ngobrol seputar novel nya ini.

Ya, Anda dapat melihat track record yang panjang di halaman 241 novel Angin ini mengenai si penulis. Novel ini bercerita tentang cinta yang pahit, realita dunia jurnalistik, idealisme dan keberanian. menggunakan bahasa yang gampang dimengerti, Angin, sangat enak untuk dikonsumsi.

Maspriel Aries, Koordinator IJP (institut Jurnalistik Palembang) ternyata juga ikut dalam melakukan proses editing novel ini. “Semoga novel perdana yang diterbitkan oleh IJP ini dapat memberikan stimuli bagi dunia kepenulisan di Palembang sehingga para penulis yang memang memiliki karya yang layak edar tak perlu jauh-jauh lagi melancong ke Jakarta”, ujar Maspriel. (vira)

Luna oh Luna

PALEMBANG – Kali ini Luna Maya yang terjerat UU ITE. Sebelum panjang lebar membahas masalah Luna Maya ini, saya akan mengutip terlebih dahulu Undang-undang yang dijadikan landasan pekerja infotaintment yang melaporkan Luna Maya. Yaitu, Terancam dikenakan pasal 27 UU ITE dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun atau denda Rp 1 miliar. Undang-undang ini dijadikan dasar untuk menjerat Luna yang menuliskan hal ini :

“Infotainment Derajatnya Lebih HINA drpd PELACUR, PEMBUNUH!!! May Ur Soul Burn in Hell”>>> inilah status twitter Luna Maya yang membuat geram pekerja infotaintment.

“Luna Maya berlebihan tapi sikap pekerja infotaintment itu lebih berlebihan lagi,” Ujar Ira Hairida atau ‘itikkecil’ yang sempat hadir membahas Luna Maya di Bloger Community, Minggu (20/12) yang lalu. Yang disesalkan oleh Ira adalah undang-undang itu sendiri yang sangat ambigu. Pasa tersebut mengandung interpretasi yang sangat luas sehingga memang terdapat celah bagi kasus seperti Luna ini.

Ira juga panjang lebar mengungkapkan pendapatnya bahwa seharusnya pekerja infotaintment tersebut lebih legowo menghadapi ‘hujatan’ yang demikian. “Saya pikir para pncari gosip itu juga harus tau etika jurnalistik, ketika narasumber tidak mau diwawancara berarti jangan terus mendesak, apalagi yang dicari-cari itu kan masalah pribadi,” ujarnya.

Akhirnya, Trijaya menghubungi Buyung Wijaya Kusuma, wartawan Kompas menayakan seputar etika jurnalistik. Buyung pun mengungkapkan bahwa wartawan yang benar adalah wartawan yang tahu etika jurnalistik yang baik. Tidak ada pemaksaan bagi narasumber untuk bicara.

Selain Ira Hairida, nggak ketinggalan Jafis yang juga hadir, Jafis semangat mengatakan bahwa artis itu berbeda dengan pejabat publik. “kalau masalah Century memang mau dikejar sampai gimana juga nggak masalah karena kasusnya menyangkut publik, menyangkut milik rakyat, namun kalau permasalahan Luna ini kan bukan urusan publik, Luna berhak untuk tidak mengungkapkan apa yang tidak ingin ia ungkapkan, karena dia bukan dibayar oleh pajak,” ujar Jafis. (vira)

Yin Galema

PALEMBANG – Kurang tepat memang mengatakan bahwa Ian Sanchin adalah seorang blogger, ia lebih tepat dibilang seorang novelis. Dalam acara blogger community, Minggu (6/12) kemarin, penulis asal Belitong ini hadir di studio untuk ngobrol-ngobrol seputar novel perdananya ini. Sebetulnya di pagi jelang siang itu ian tak hanya sendiri, tapi hadir bersama rombongan untuk roadshow novel nya ini.

Anyway, sebetulnya menurut saya pribadi, blogger dan novelist diikat oleh hal yang sama. yakni : menulis! dua-duanya terkait dengan aktivitas menuangkan ide. ‘Anak-anak pikiran’ istilah Ian Sanchin nya.

Yin Galema tentang apa sih? “Ini adalah novel fiksi sejarah pertama. Tokoh centralnya adalah seorang perempuan Tiongkok yang akhirnya menetap di Belitong,” ujar penulis yang merupakan sepupu kandung dari Andrea Hirata ini. Ngomong-ngomong Andrea Hirata, ia memberikan puji-pujian kepada Yin Galema yang diterakan di cover novel ini.

Nggak takut nanti mendompleng ? “Bersaudara dengan Andrea adalah fakta yang tidak bisa saya tolak, lagi pula, jaug sebelum Laskar Pelangi hadir di kancah sastra Indonesia, Yin Galema sesungguhnya telah lahir. Selain itu, fksi sejarah ini saya buat dengan kesungguhan yang penuh, saya melakukan riset benar tentang sejarah,” ujar Ian.

Professional muda, anda bisa mengakses informasi tentang sang penulis novel dengan Yin Galemannya di situs www.yingalema.bilitonesefm.com (vira)

Think Before You Post

PALEMBANG – ePalembang.com sudah launch. Ini adalah salah satu portal informasi mengenai Palembang yang dikelola oleh sekumpulan anak-anak Palembang yang memiliki minat yang tinggi atas kotanya sendiri. Harus punya minat yang tinggi donk jika portal ini terbentuk atas inisiatif mereka, juga pengelolaan juga segala hal lain yang berkaitan dengan itu.

Jafis, dalam Blogger Community minggu lalu (8/11) sedikit sekali ngobrolin masalah ePalembang.com ini karena bahasan kami secara cepat beralih ke evan brimob! ya Evan Brimob yang naik daun hanya dalam hitungan jam! Anda tentu tau kan kasusnya, ia yang menuliskan status berisi ‘Polri Tidak Perlu Masyarakat’ langsung menjadi buah bibir bagi para netters.

Bah! si evan ini mungkin tidak tau kalau internet ini bisa mewabah lebih cepat dari virus influenza. sekali klik, seluruh dunia bisa tau. Lantas siang itu juga, salah seorang pendengar ikut interaktif bersama kami, Bangun Lubis, ia menanggap bahwa Evan Brimob tak bisa dimaafkan. “Kita ini sudah merdeka 65 tahun, kalau ada kesalahan begini lantas kita bersembunyi di balik pernyataan bahwa setiap manusia bisa salah, kapan kita bisa dewasanya?,” Ujar Bangun.

Jafis pun melihat kasus ini sebagai pelajaran bagi yang lain agar sangat berhati-hati membuat satu pernyataan di internet. “Kita harus pintar juga lihat situasi dan kondisi, Polri kan saat ini memang sedang mengalami ‘masalah’ dengan KPK, jadi ya, sentimen sekecil apapun yang berhubungan dengan itu, bisa jadi besar,” Jafis bilang demikian.

kalau menurut saya sih, Think Before You Post. itu aja. (vira)

Review Pesta Blogger

PALEMBANG – Rangkaian acara pesta blogger 2009 yang juga diselenggarakan di Palembang selesai dengan menggembirakan. “Saya puas sekali dengan penyelenggaran yang ada, kapasitas yang membludak menjadi indikator bahwa peminat acara ini banyak sekali,” ujar Lies Surya, chairwomen acara Pesta Blogger 2009 di Palembang.

Lies Surya yang ditemani Jafis dari wongkto.net hadir minggu pagi (18/10) untuk berbagi informasi dalam blogger community mengenai acara yang sudah terlaksana tersebut. Anyway, koq bisa sih Lies yang jadi chairwomen nya? “karena memang di wongkito untuk bukan organisasi yang leveling, semua orang, semua anggota bisa menjadi koordinator untuk tiap acara asal bisa dan mampu,” jawab Jafis.

Acara Pesta blogger 2009 di palembang kemarin di fasilitasi oleh Telkom “Kita kuotakan untuk 50 orang, ternyata yang datangnya dua kali lipat, jadi, salah satu anggota wongkito menjanjikan untuk membuat workshop berikutnya,” ujar Lies. Ditambahkannya pula bahwa telkom masih akan terus mendukung acara serupa yang diadakan oleh wongkito.

“ternyata animo nya kan banyak, acra seperti ini harus lebih sering, apalagi dari wongktio sama sekali tidak mengambil untung dari acara ini, semuanya gratis,” ungkap Jafis. “eh dapet sih kita untung, dapet nasi bungkus,” kilahnya. Jafis dan Lies pun mengaharapkan dengan adanya workshop yang diadakan, kesadaran masyarakat akan blog dan internet akan semakin meningkat. (vira)