Archive for the ‘ LIPUTAN LALU LINTAS LEBARAN 2008 ’ Category

Bandara Mulai Padat

PALEMBANG – Memasuki H-4 Hari Raya Idul Fitri 1429 Hijriah,kemarin jumlah pemudik yang tiba dan meninggalkan Kota Palembang terus meningkat.

Diperkirakan puncak arus mudik terjadi hari ini. Di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang misalnya, angka penumpang yang datang dan berangkat melalui Bandara SMB mulai mengalami peningkatan. Pantauan di lapangan, sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 18.30 WIB kemarin, suasana di Bandara SMB II jauh lebih ramai dari harihari sebelumnya. Penumpang terus berdatangan dari pintu kedatangan domestik dan internasional.

Menurut salah satu petugas Posko Lebaran Bandara SMB II Rusdi Amin, berdasarkan data yang diperoleh pada H-6, jumlah kedatangan mencapai 2.067 penumpang, sedangkan jumlah keberangkatan mencapai 1.804 penumpang. Adapun jumlah penerbangan H-6 sebanyak 17–18 penerbangan, sedangkan pada H-5 jumlah kedatangan penumpang sebanyak 2.309 penumpang dan keberangkatan mencapai 2.072 penumpang.

Untuk tempat duduk yang tersedia sebanyak 2.432, sama halnya dengan tempat duduk untuk keberangkatan. “Untuk hasil data peningkatan jumlah penumpang dan tempat duduk pada H-4, baru diperoleh sekitar pukul 21.00 WIB,” ujarnya.

Menurut Rusdi, kedatangan penumpang ini diperkirakan terus meningkat terutama hari ini. Sementara itu, General Manager (GM) PT Angkasa Pura II Palembang Resmi Wandi mengatakan, jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang biasanya tidak terlalu meningkat karena mudik itu bisa saja dikatakan datang dan berangkat.

Menurut dia, saat ini baru empat maskapai penerbangan yang melakukan penambahan frekuensi penerbangan (extra flight), yakni Sriwijaya Air, Pelita Air, dan Silk Air, yang mulai mengajukan extra flight hanya untuk satu hari, yakni Sabtu (27/9). Sementara, untuk maskapai penerbangan Lion Air baru mengajukan extra flightpada 30 September mendatang.

”AP II sudah menyampaikan surat dari Departemen Perhubungan (Dephub) mengenai imbauan kepada para maskapai penerbangan turut membantu selama terjadinya lonjakan penumpang menjelang Lebaran,”papar dia. Hal senada dikatakan Supervisor Apron Moving Control (AMC) Bandara SMB II Palembang Dausi Gandawanto. Dia mengaku, peningkatan jumlah penumpang mulai berangsur-angsur mengalami peningkatan.

”Diprediksi, peningkatan terjadi H- 3 hingga H-2,”ucapnya. Sementara itu,arus mudik yang menggunakan mobil antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Alang-Alang Lebar ,Palembang, juga mulai ramai. Pantauandi Terminal Alang-Alang Lebar kemarin, calon penumpang mulai berduyun-duyun mendatangi loket untuk memesan tempat duduk dengan tujuan sejumlahprovinsidiSumatera dan Jawa.

Terminal itu menyediakan hampir seluruh karcis untuk tujuan kota-kota besar di Pulau Sumatera dan Jawa. Walaupun arus mudik mulai berdatangan, pihak loket masih bisa melayani para penumpang tersebut dengan leluasa karena kepadatannya belum begitu banyak. (Sindo/Fir)

Iklan

ARUS MUDIK PENUMPANG KA MULAI MENINGKAT

PALEMBANG – Arus mudik penumpang menggunakan angkutan kereta api (KA) dari Stasiun Kertapati Palembang tujuan Tanjung Karang, Lampung dan Lubuk Linggau, Jumat pagi atau memasuki hari keenam menjelang perayaan Idul Fitri 1429 Hijriyah mulai meningkat.

Pantauan di Stasiun Kertapati Palembang, Jumat tampak jumlah penumpang yang antrian membeli tiket di muka loket lebih banyak, dibanding beberapa hari sebelumnya sejak diberlakukan angkutan lebaran H-10 atau 21 September lalu.

Menurut Zahrul Atik, petugas Posko Lebaran di Stasiun Kertapati bahwa mulai Jumat pagi ini jumlah penumpang semakin banyak, namun mengenai penumpang semuanya kebagian tempat duduk atau tidak belum diketahui secara pasti.

“Pada Jumat pagi ini KA Ekspres tujuan Tanjung Karang belum diberangkatkan, sehingga belum bisa diketahui apakah semua penumpang dapat tempat duduk atau sebagian mulai berdiri, pemberangkatannya pukul 09.00 WIB,” katanya.

Sementara data Posko tersebut, jumlah penumpang yang diberangkatkan dari Stasiun Kertapati tujuan Tanjung Karang dan Lubuk Linggau sejak 21 hingga 25 September tercatat total sebanyak 80.386 penumpang dengan pendapatan mencapai Rp217,7 juta.

Berdasarkan data, sejak diberlakukan angkutan lebaran 21 September lalu hingga 25 September, jumlah penumpang mudik lebaran terbanyak pada 25 September mencapai 1.889 penumpang, dan terendah pada 22 September hanya 1.348 penumpang.

Sementara Ka. Humas PT.KAI Sumsel, Darmawan, sebelumnya mengatakan bahwa angkutan lebaran menggunakan empat KA penumpang masing-masing KA Limek Sriwijaya, Ekspres Rajabasa dari Stasiun Kertapati tujuan Tanjung Karang dan KA Sindang Marga serta KA Srelo tujuan Lubuk Linggau.

Menurut dia, selain keempat KA tersebut, pihaknya juga menyiapkan Kereta Api Luar Biasa (KLB) atau dikenal KA Sapujagat fungsinya dioperasikan bila jumlah penumpang tidak terangkut oleh KA yang ada, sehingga warga tidak terhambat dan dapat pulang ke kampung halaman masing-masing.

Sementara penumpang mudik menggunakan angkutan bus antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP) di terminal bus setempat, hingga Jumat pagi tampak semakin ramai, bahkan ketika berangkat semua tempat duduk tidak ada yang kosong. (Rep/Fir)

Pemprov Sumsel siagakan 2.711 Kendaraan Untuk Mudik Lebaran

PALEMBANG – Menyambut lebaran, Sumsel menyiapkan n 2.711 unit kendaraan bus untuk melayani angkutan mudik Lebaran 2008. Selain itu disiapkan juga 14 rangkaian kereta api dan 30 penerbangan. Untuk penyeberangan ke Babel, disiapkan 17 kapal.

Kesiapan armada angkutan Lebaran ini disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan Sumsel Abdul Shobur, saat menghadiri acara Gelar Kesiapan Pasukan Lebaran di Terminal Alang-alang Lebar, Rabu (24/9). Lebih rinci Shobur menjelaskan, 2.711 kendaraan yang disapkan berkapasitas 56.752 tempat duduk. Untuk kereta api yang disiapkan sebanyak 14 rangkaian dengan kapasitas 9.020 tempat duduk. Lalu untuk penerbangan disiapkan 30 penerbangan dengan kapasitas 4.432 tempat duduk. Sedangkan untuk penyeberangan ke Bangka disiapkan 17 kapal terdiri dari 7 kapal ferry dengan 729 tempat duduk dan 10 jet foil dengan 2.746 tempat duduk.

Jumlah armada dan tempat duduk tersebut merupakan hasil evaluasi masing-masing moda dari 2007 lalu. Dengan kesiapan ini, Shobur yakin kondisi angkutan pada musim mudik tahun ini aman, terkendali.

Untuk menghindari kecelakaan, Shobur berharap setiap pemudik mengantisipasi titik-titik rawan kecelakaan dan rawan kriminal. Selain itu, kondisi cuaca akibat hujan di beberapa daerah juga harus mendapat perhatian serius dari pengguna angkutan.

“Semua ini akan terwujud jika ada koordinasi yang baik antara semua pihak, dan didukung oleh kesiapan posko terpadu yang telah disiapkan, baik yang ada di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun titik-titik simpul pelayanan masyarakat seperti terminal, stasiun kereta api, pelabuhan laut, pelabuhan penyeberangan, transportasi yang efektif dan efesien. Dan yang utama selamat, aman, dan nyaman terkait dengan upaya pemerintah pusat mewujudkan program road to zero accident, yakni program tanpa kecelakaan di jalan,” kata Shobur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Sarimuda mengatakan, pihaknya telah siap melayani arus mudik tahun ini. “Saat ini kondisi jalan raya telah cukup baik dan mulus, selain itu posko-posko mudik juga telah disiapkan,” kata Sarimuda.

Kepada pengemudi kendaraan, ia mengimbau, apabila kondisi tubuh tidak prima, mengantuk atau capek, mereka bisa beristirahat di posko-posko yang tersebar di sepanjang jalan, untuk mengembalikan stamina. (BP/Fir)

Sniper Amankan Ruas Palembang-Betung

BANYUASIN – Kepolisian Resor Banyuasin menyiagakan enam penembak jitu (sniper) di sepanjang ruas jalan lintas timur (jalintim) Palembang-Betung Banyuasin. Penempatan para sniper itu untuk mengantisipasi tindak kejahatan selama arus mudik dan balik lebaran tahun 2008 ini.

“Biasanya aksi kejahatan menjelanng lebaran terutama aksi perampokan di dalam bus meningkat sehingga untuk mengantisipasi itu selain disiagakan 381 personil,juga ditempatkan enam sniper di titik rawat,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Drs Budi Suprayoga,.

Menurutnya, Banyuasin membentuk tiga pos terpadu yang terdapat di Pangkalanbalai, Betung dan Sukajadi.

“Setiap pos akan ditempatkan dua orang sniper yang akan menjalankan tugas secara mobile. Mereka bertugas melumpuhkan pelaku tindak kriminal,” katanya. (Sripo/Fir)

Polda gelar pasukan Operasi Ketupat

PALEMBANG – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan hari ini, adakan gelar pasukan Operasi ketupat 2008, di lapangan Parkir Stadion Bumi Sriwijaya, jalan POM 9 Kampus Palembang.

Dalam operasi Ketupat untuk pengamanan mudik dan arus balik, ini polisi sendiri mengerahkan 1100 personil untuk pengamanan. Mereka akan disebar dalam 88 pos pengamanan. Sementara itu untuk tim terpadu sendiri , jumlah tenaga yang dilibatkna dari TNI, Polri, Dinkes, dishub dan yang lainnya mencapai 5 ribu personil.

Operasi ketupat ini dimulai pada H-7 sampai H+7. Hadir dalam gelar pasukan tersebut Gubernur Sumatera Selatan Mahyudin NS. (Fatur/Fir)

Angkutan bermuatan berat dilarang melalui Jalur Lintas Sumatera Selama Masa Mudik

PALEMBANG—Sejak H-7 sampai H+7 angkutan berat seperti fuso dan truk dilarang melalui jalur mudik jalan di Sumatera selain itu semua pos jembatan timbang akan ditutup.

Kepala Bidang DLLAJ dan Kereta Api Dishub Sumsel, Nopri Dalimunte, Kamis (18/09/2008) mengatakan sejak H-7 dan H+7 kendaraan bertonase berat dan besar tidak diperbolehkan melalui jalur-jalur mudik seperti jalintim, dan jalan linta sumatera lainnya. Karena jalan itu dipriorotaskan bagai angkutan mudik lebaran. Imbauan ini , kata Nopri, sudah disosialisasikan kepad apihak terkait. Namun, bagi truk pengangkut sembako tetap diperbolehkan .

Jika ini dilanggar makan angkutan tersebut diminta untuk berhenti sampai laranagan ini berakhir.

Selain itu pos jembatan timbang di seluruh Sumsel akan tutup sementara dan akan dibuat pos lebaran jumlahnya skeitar 60 titik tersebar di seluruh Sumsel.

Mengantisipasi kondisi rawan longsor, pihanya sudah menyiapkan sejumlah alat berat did aerah-daerah yang rawan longsor, sepeti Pagaralam, Muaraenim, Ogan Komering ILir dan daerah sepanjang jalan lintas Sumatera yang ada dipinggir sungai. (fir)

Sumsel Sediakan Posko Kesehatan 24 Jam di Sepanjang Jalur Mudik

PALEMBANG – Jalan lintas timur dan lintas tengah akan disediakan posko kesehatan 24 jam guna menyukseskan arus mudik Sumsel.

Kadinkes Sumsel Hamdan Mahyudin mengatakan posko tersebut ada dibeberapa titik yang merupakan puskemas yaitu kawasan kayu agung, pematang panggang, lempuing, martapura, lubuklinggau dan banyuasin.

Posko kesehatan ini akan didukung oleh 2 perawat dan satu dokter yang diperbantukan. Selain itu juga posko keamanan dan informasi dari kepolisian dan Dishub. (Fatur)