Anggota DPRD Sumatera Selatan Minta Uang Saku Naik Jadi Rp 950 Ribu

Gedung DPRD Sumatera Selatan (Sumber : Sripo)PALEMBANG – Panitia Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan mengusulkan untuk menaikkan uang saku perjalanan dinas mencapai Rp 950 ribu per hari.

Kenaikan ini karena sejak 2001, uang saku Dewan tidak naik-naik, dan ini juga disesuaikan dengan kondisi sekarang. Ketua DPRD Sumsel Wasista Bambang Utoyo, mengatakan, mengatakan usulan ini muncul karena selama ini ada keluhan dari anggota Dewan yang sebelumnya yang terpilih lagi jadi anggota Dewan.
“Mereka nombok dalam setiap perjalanan dinas keluar kota sehingga banyak yang malas untuk melakukan kunjungan kerja luar kota. Ini baru usulan dan masih akan terus dikaji,” kata Wasista.

Pihaknya masih akan membicarakan dengan eksekutif dan baru akan dikeluarkan melalui peraturan gubernur. “Ini juga akan berlaku bagi eselon II. Jika (uang saku) Dewan naik maka otomatis eselon II juga naik. Maka akan dilihat dan dibahas lagi mana akan yang wajar,” kata Wasista.

Sebelumnya, Nopran Marjani, anggota Dewan dari Panitia Urusan Rumah Tangga mengatakan, biaya perjalanan dinas yang lama atau berlaku sekarang komponennya terdiri dari hotel dan uang makan Rp 250 ribu per hari, transpor setempat Rp 25 ribu per hari, uang saku Rp 25 ribu, dan representasi Rp 200 ribu per hari. Total jumlahnya Rp 500 ribu per hari.

Usulan PURT, uang representasi Rp 500 ribu per hari dan uang makan, uang transpor, dan uang saku Rp 450 ribu per hari, totalnya Rp 950 ribu.

Kenaikan ini, kata Wasista, juga untuk meminimalkan agar dewan tidak menggerogoti mitra-mitra kerja jika ingin keluar kota. “Biar kan Dewan bekerja dengan independent mencari data dan sebagainya tanpa difasilitasi mitra kerja. Dengan usulan ini rakyat tentu menuntut kerja yang lebih giat lagi dari Dewan,”ujarnya.

Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya, Alfitri berpendapat, usulan ini jelas tidak berpihak kepada rakyat. Belum bekerja dan menunjukkan kerja tapi sudah bicara fasilitas.

“Tidak bisa alasan sudah lama tidak ada kenaikan maka harus ada kenaikan,”katanya.

Yang jelas, tegas Alfitri, mestinya Dewan menunjukkan kinerja yang maksimal dengan fasilitas yang minim. Kalau sudah bekerja maksimal tentu rakyat akan memberikan reward terhadap wakilnya. “Jadi tunjukkan kinerja dulu baru bicara fasilitas,” katanya. (tmp/Fir)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: