Palembang dan wisata budaya

Sudah menjadi semacam kewajiban bagi kita yang baru pertama berkunjung ke sebuah kota atau negara untuk mengagendakan kujungan ke tempat tempat wisata di kota tersebut, dan mengenal kebudayaan yang ada dimasyarakatnya. Berwisata luas juga maknanya, mengingat ada banyak jenis jenis wisata berdasarkan kebutuhan dan kegiatan yang dilakukan. Wisata Agama, Wisata Kuliner atau Wisata Sejarah merupakan beberapa jenis wisata yang bisa dilakukan.

‘Namun kesemuanya, termasuk dalam Wisata Budaya’ demikian diungkapkan oleh seorang Budayawan kota Palembang, Vebri Alintani ketika dihubungi trijaya Palembang di edisi perdana Travelling, Jum’at 1 Januari 2010.

Palembang dan Sumatera Selatan pada umumnya, merupakan sebuah daerah yang pantas menjadi tempat kunjungan wisata pilihan, karena semua jenis wisata yang diinginkan bisa di dapat di kota ini. Para turis lokal maupun asing, bisa mengunjungi tempat tempat wisata bersejarah, seperti Benteng Kuto Besak, Pulau Kemarau, atau beberapa museum yang tersebar di beberapa tiitik. Kota yang terkenal dengan Jembatan Amperanya yang gagah ini juga memilik masjid yang besar yang juga sering mengundang decak kagum si pengunjungnya. Belum lagi, macam macam kuliner yang tidak hanya mengenyangkan tetapi membuat ketagihan, sebut saja empek empek, martabak HAR, Model , tekwan dan masih banyak lagi.

“Cuma sayang, wisata budaya yang sebenarnya, belum begitu terangkat seutuhnya meskipun pemerintah daerah sudah sangat konsen dengan hal ini. Akan lebih baik, kalau para turis bisa menikmati jenis jenis tarian atau lagu lagu daerah yang khas dari kota Palembang” ujar vebri lagi.

“Penyelenggara kegiatan/eo di kota palembang, agak jarang menghadirkan tarian khas atau adat, mereka lebih sering menghadirkan sexy dancer. Mengapa tidak dikombinasikan saja” tambahnya.

Menjelang Sea Games yang XXVI di 2011 mendatang, vebri dan rekan rekan sudah melakukan usaha usaha untuk lebih mengedepankan kebudayaan, diantaranya mengajukan permohonan memaksimalkan penggunaan rumah rumah adat di komplek dekranasda jakabaring, Palembang.

“jadi disetiap rumah adat, diusahakan diisi dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan daerah asal rumah tersebut, bisa apa saja. Sehingga promosi budaya kita pada saat perhelatan sea games yang akan datang akan lebih maksimal.” katanya lagi.

Mengembangkan aset aset wisata terutama budaya di kota kita tercinta harus dilakukan, karena nantinya akan sangat berpengaruh pada peningkatan ekonomi kita. (dinnaherly)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: