Disperindag Tolak OP Gula Murah

PALEMBANG – Naiknya harga gula di pasaran hingga tembus dilevel Rp 12.000 per kg, bahkan pelaku pasar memprediksi akan naik lagi di harga Rp 12.500 per kg, masih ditanggapi dingin Disperindag Sumsel. Kenaikan itu masih dinilai wajar karena harga beli dari importir cukup tinggi sehingga operasi pasar (OP) gula murah di pasar lokal belum bisa dilakukan. Berdasarkan rumusan, OP baru dapat dilakukan jika harga gula naik 25 persen dari harga pasaran yang berlangsung selama tiga bulan.

“Kenaikan tersebut bukanlah kejadian luar biasa karena seluruh dunia mengalami gagal panen dan perlu diantisipasi. Kita upayakan Januari 2010 terjadi penurunan harga gula,” kata Kadisperindag Sumsel, Drs H Eppy Mirza, Kamis (30/12) lalu.

Menurut Eppy Mirza, hasil rapat Disperindag dengan Menteri Perdagangan beberapa hari lalu juga memberikan sinyal harga gula akan terus meningkat. Tapi peningkatan ini juga dialami seluruh negara di dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri produksi nasional tidak mencukupi untuk kebutuhan nasional.

Penyebab meningkatnya harga gula ini karena gagal panen yang dialami beberapa negara seperti India, Brazil, dan sebagainya. Jumlah produksi gula hanya mencapai 70 persen dari pasokan normal. Bahkan dalam 30 tahun terakhir ini, baru tahun ini kenaikan gula hampir mencapai 80 persen lebih, tetapi ini memang merata dan tidak ada spekulan yang bermain.

Untuk itulah, Disperindag Sumsel terpaksa mendatangkan gula dari provinsi Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur serta impor dari tetangga negara untuk mencukupi kebutuhan gula di Sumsel. Selain itu, secara nasional impor gula dilakukan sebesar 500 ribu ton. Lantaran harga gula naiknya merata di semua wilayah, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan tidak akan melakukan operasi pasar. Tapi Menteri Perdagangan sudah menegaskan dan mengistruksikan agar minimal akhir Januari ini harga gula dapat ditekan hingga Rp 10 ribu per kilogram.

Upaya penekanan harga gula hingga di level harga minimal, baru akan dilakukan Disperindag setelah gula impor yang dipesan datang dan masuk seluruhnya ke Indonesia dan tersebar merata.

”Semua gula impor akan masuk Januari ini, jadi akhir Januari atau paling lambat Februari harga gula sudah bisa Rp 10 ribu per kilo. Kalau sudah begini, berarti subsidi pemerintah sangat besar,” katanya. (Sripo/Fatur)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: