Mari Berhemat

PALEMBANG – Aduh, saya agak gimana nih menuliskan laporan untuk Psycho family edisi Kamis (17/12) lalu bersama Bapak Ridwan Yakub, Ketua yayasan pendidikan Islam Auladi, karena beliau secara implisit mengatakan bahwa peringatan tahun baru Masehi pada 31 Desember 2009 yang akan datang mengandung unsur ‘hidden agenda’ nya tersendiri terkait latar belakang historis penanggalan Masehi dan Hijriyah.

Untuk itu saya memilih untuk tidak usah membahasnya di tulisan ini. yang jelas bahwa Ridwan mengatakan bahwa peringatan tahun baru Masehi yang penuh dengan hingar bingar bunyi terompet dan gegap gempita kembang api itu mubazir dan sebaiknya sebagai umat Islam, tidak melakukan hal tersebut.

Ridwan menyayangkan apa yang terjadi pada hari ini dimana Indonesia yang merupakan mayoritas Islam namun peringatan tahun baru Hijriyah sama sekali tampak tidak ‘meriah’. “Definisi meriahnya juga bukan dengan pesta pora, namun dengan kembali mengingatk ke-Islaman kita, kembali pada semangat Nabi Muhammad SAW ketika melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah yang ditetapkan sebagai hari pertama dalam penanggalan umat Islam.”

Apakah mungkin permasalahan tidak meriahnya tahun baru Hijriyah ini dikarenakan karena ‘alasan komersial’? “Bisa jadi,” sambung Ridwan. Para kapitalis melihat bahwa tahun baru Masehi dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan konsumsi sehingga tahun baru Masehi dikemas sedemikian rupa agar lebih menarik, agar lebih dapat menghasilkan uang yang banyak, bagi para kaum pemilik modal. (vira)

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: