Solo City Jazz ( hari ke-1 )

Penari Opening Solo City Jazz (foto by eko adji)

Kota Solo, sore hari tanggal 4 Desember 2009, Pasar Windujenar di Ngarsopuran yang sudah didirikan panggung dan tenda-tenda disekitarnya untuk para penjual mulai menampakkan kesibukan persiapan pembukaan Solo City Jazz (SCJ) 2009. Panggung utama yang dipenuhi hiasan batik berdiri dengan megah di depan Pasar Windujenar, dihiasi pula dengan penari-penari mengenakan pakian tradisional prajurit wanita lengkap dengan gandewanya berada di depan panggung, sesuai dengan tema Jazz Up Batik memang nuansa batik memenuhi SCJ 2009, seorang pembatik lengkap dengan kain dan cantingpun menjadi bagian artistik panggung, begitu pula sebagian besar penonton juga mengenakan batik. Sekitar pukul 19.30 acara dimulai dan dibuka oleh Walikota Solo Joko Widodo, dilanjutkan dengan penampilan oleh grup Notturno yang mengawali SCJ 2009 dengan lagu dari kelompok musik grunge Nirvana “Smell Like Teen Spirit” yang diaransemen dengan warna jazz modern dan langsung mendapat sambutan meriah dari para penonton, malam itu Notturno mengundang Karty Rosen, seorang gitaris untuk berkolaborasi, “Bemsha Swing” dari Thelonious Monk-pun yang dimainkan apik dan penuh improvisasi mengalir dari atas panggung mengawali kolaborasi mereka, “Story Of Dance Floor” salah satu komposisi baru mereka menutup penampilan Notturno & Karty Rosen.

Maya Hasan memainkan harpanya (foto by eko adji)

Kelompok musik yang unik dari Kota Solo yaitu I Wayan Sadra & Sono Seni Ensamble (SSE) tampil berikutnya, kelompok yang merupakan kebanggaan Kota Solo ini tampil sangat bagus, kolaborasi antar musik tradisi dan modern dengan penjelajahan musikal yang  sangat luas dan luar biasa mambuat decak kagum para penonton, kemampuan musikal para individunya saling mengisi, penampilan vokalis  Peni Chandra Rini membuat nuansa yang dibangun SSE semakin kuat, salah satu lagunya yang cukup unik adalah “Bedah.com”, yang menampilkan improvisasi dari masing-masing personilnya, lagu “Fantasia” yang terinnpirasi dari musik tradisi Makassar menutup penampilan SSE.

2D "Dian PP & Deddy Dhukun" (foto by eko adji)

Berikutnya adalah penampilan yang sudah ditunggu-tunggu para penonton terutama mereka yang ingin bernostalgia di era 80-an, Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun (2D)yang berkolaborasi dengan Maya Hasan & Tiwi Sakuhachi Quartet tampil menghangatkan suasana malam itu, guyonan yang khas dan sapaan hangat 2D kepada penonton mendapat sambutan yang meriah, bahkan seringkali Deddy Dhukun turun ke penonton dan mengajak mereka bernyanyi, lagu-lagu lama mereka pun mengalun menghibur para penonton, lagu seperti “Melayang” dan “Keraguan” dinyanyikan bersama dengan para penonton, penampilan mereka berdua mampu meuaskan penonton sampai mereka turun dari panggung, Maya Hasan & Tiwi Sakuhachi masih meneruskna penampialn mereka, Maya hasan dengan Harpanya dan Tiwi Sakuhachi dengan piano dan alat musik akordeonnya membawakan musik-musik fusion karya meraka diantaranya karya Maya Hasan “Magnificent Seven” dan juga mereka sempat melantunkan tembang tradisi Aceh, dengan duet petikan harpa yang manis dan warna suara akordeon yang kental,menadapat apresiasi yang bagus dari para penonton.

Ivan Nestorman & Donny Suhendra Project (foto by eko adji)

Kelompok yang menamakan dirinya Akordeon yang dibentuk oleh pemain bas Bintang Indrianto tampil berikutnya, yang unik meskipun bernama Akordeon tapi justru tidak ada pemain akordeon di grup ini justru yang mewarnai adalah permainan rebab dan kendang dari Kiki Dunung, di SCJ 2009 ini Akordeon tampil dengan format unik yaitu mengusung 3 pemain bas di panggung, selain Bintang sendiri ada Roedyanto (dari kelompok Emerald) dan Rindra (dari kelompok Padi), juga berkolaborasi dengan Sinden asal Solo Sruti Respati, penampilan pangung juga cukup unik, Sruti tampil lengkap bersama juru riasnya, sehinga dia bernyanyi sambil di rias, lagu yang dibawakan antara lain “Ole Olang” dan “Walang kekek”, sebuah lagu legendaries yang dipolerkan oleh Sinden legendaries Waljinah, yang menarik penampilan grup ini ditutup dengan lagu karya Joe Zawinul yang dipopulerkan kelompok Weather Report yaitu “Birdland” tapi diaransemen cukup unik sesuai karakter cengkok bernyayi dari sinden Sruti Respati, jadilah “Birland” dengan rasa Indonesia/Jawa, acungan jempol rasanya patut diberikan pada kelompok Akordeon ini. Magnificent Duo, yaitu duet gitaris jazz paapn atas Indonesia Donny Suhendra (Krakatau, Java Jazz) dan Agam Hamzah (Ligro Trio) ditempatkan di penampilan berikutnya, duo ini seolah membuat suasana menajdi lebih “cool” dan mengajak penonton untuk rileks sejenak, dengan menampilka lagu-lagu karya Chick Corea seperti “La Fiesta” , “Senor Mouse” dan “Spain” mereka berdua menampilkan demontrasi skill yang luar biasa, percakapan melalu dawai-dawai gitar mereka berlangsung dengan sangat menarik, meskipun waktu sudah tengah malam, tapi aplaus penonton yang masih memadati tempat pertunjukan masih terdengar semangat. Setelah tampil duo Donny Suhendra tanpil bersama grupnya yang berkolaborasi dengan musisi asal Flores Ivan Nestorman (Nera), yang mengejutkan Ivan membawakan juga lagu berbahasa jawa selain juga lagu karyanya yang berbahasa Flores. Malam itu sebagai puncak dan penutup acara Donny Suhendra memanggil penyanyi Andien untuk tampilm dengan lagu dari kelompok The Police, “Roxane” membuka penampilan Andien yang juga telah ditunggu oleh para penonton, acarpun berakhir pada puluk 1 dinihari lebih, tapi secara keseluruhan SCJ 2009 malam itu mampu memberikan apresiasi bagi para penggemar jazz Solo dan sekitarnya, sebuah awal yang bagus bagi Solo City Jazz.(warta jazz/eko adji)

Andien & Donny Suhendra Project (foto by eko adji)

  1. pas acara ini, guwe nonton neh,,,hehhhehe🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: