Kabar dari Laos : Selamat Tinggal Laos, Selamat Datang Indonesia

VIENTIANE – Laos sebagai tuan rumah SEA Games 25th 2009 telah sukses menyelenggarakan pesta olahraga bangsa-bangsa se- Asia Tenggara, pesta tersebut diakhiri secara manis oleh Laos dengan menggelar upacara penutupan yang meriah dan monumental.

Meski acara resmi baru berlangsung tepat pukul 18.00 waktu Vientiane. Namun, tamu undangan dan masyarakat Laos yang ingin menyaksikan upacara penutupan SEA Games 2009 yang dipusatkan di Main Stadium, National Complex Sport, telah memadati stadion berkapasitas 20.000 tempat duduk itu sejak pukul 15.00. Panitia pelaksana upacara pun telah menyusun beragam rangkaian acara yang mampu membuat para penonton betah menunggu hingga acara resmi dimulai. Diantaranya adalah penampilan artis papan atas dari sebelas negara ASEAN yang berpartisipasi dalam SEAG 2009 ini. Dari Indonesia diwakili Rio Febrian yang membawakan lagu Ku Yakin Sampai Disana yang ditulis oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Tepat pukul 18.00, tamu undangan VIP dan wakil pemerintah negara ASEAN hadir di stadion yang dibangun atas bantuan Thailand itu. Indonesia diwakili Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malarangeng beserta istri yang mengenakan pakaian adat khas Makassar. Selain itu tampak pula Ketua KONI/KOI Rita Subowo dengan kebaya merahnya dan Chef De Mission Indonesia Alex Noerdin yang juga mengenakan tanjak sebagai ciri khas budaya Sumsel. Sementara tuan rumah Laos diwakili Prime Minister Bouasone Bouphavanh.

Setelah tamu VIP dan perwakilan negara-negara peserta tiba, upacara penutupan dimulai dengan defile tentara Lao PDR. Dibelakangnya, terdapat pasukan pembawa bendera negara-negara peserta ASEAN dan bendera SEA Games. Selanjutnya, atlet dari masing-masing cabang olahraga menyambung barisan defile.

Chairman SEA Games 25th Laos 2009 H.E. Somsavat Lengsavad dalam sambutannya mengucapkan selamat atas penampilan seluruh kontingen peserta. Ia pun meminta maaf jika selama penyelenggaraan SEAG 2009, ada pelayanan maupun hal lainnya yang mengurangi kenyamanan para pendatang di Vientiane. Sebab multievent yang diselenggarakan kali ini merupakan yang pertama kali digelar di Laos.

“Kami telah berupaya menjamu para tamu negara dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi tentu terdapat banyak kekurangan yang membuat terganggunya kenyamanan baik untuk atlet, ofisial, tamu undangan, penonton, hingga jurnalis yang meliput even ini. Untuk itu dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf. Belajar dari pengalaman kali ini, semoga di penyelenggaraan multievent berikutnya di Laos kami lebih siap lagi,” tutur Deputy Prime Minister of Lao PDR ini.

Selanjutnya Vice President of the Lao National Olympic Committee Chanpheng Silattana mengatakan, pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara yang diselenggarakan di Laos ini bukan hanya berdampak positif bagi pengembangan olahraga Laos. Akan tetapi lebih dari itu, masyarakat khususnya di wilayah negara ASEAN bisa mengenal budaya Laos lebih dalam lagi.

Menegpora Andi Alfian Malarangeng yang bertindak sebagai Chairman SEA Games 26th Indonesia 2011 menyampaikan, semangat SEA Games sebagai sarana menguatkan silaturahmi dan persatuan bangsa-bangsa di Asia Tenggara akan diteruskan pada even yang dilaksanakan Indonesia dua tahun mendatang.

“Indonesia bertekad melebihi kesuksesan Laos dalam memberikan pelayanan dan fasilitas sebagai tuan rumah. Dua tahun bukan waktu yang lama, sampai berjumpa di Indonesia 2011,” ujar Andi yang disambut tepukan riuh dari puluhan ribu penonton yang hadir di dalam maupun luar stadion.

Tepat pukul 19.05 waktu Laos, bendera SEA Games dan bendera Lao PDR diturunkan. Seiring itu pula, api SEA Games yang melambangkan semangat dan sportivitas olahraga dipadamkan. Selanjutnya, bendera SEA Games diserahkan oleh pemerintah Laos ke pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah selanjutnya. Bendera yang diterima Menegpora itu langsung diserahkan kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin sebagai salah satu provinsi tuan rumah SEA Games 2011.

Acara multievent dua tahunan bangsa-bangsa Asia Tenggara ini pun ditutup aksi para penari dari Laos sebagai salam perpisahan dan penari Indonesia yang membawakan tarian The Glory of Sriwijaya sebagai ucapan selamat datang SEAG 26th Indonesia 2011. Di akhir acara, pesta kembang api selama 15 menit mampu membuat para penonton di area stadion berdecak kagum dan mengabadikannya sebagai kenang-kenangan. Selamat tinggal Laos, selamat datang Indonesia! (Laporan Jon Morino langsung dari Main Stadium Complex, Laos)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: