Kabar dari Laos : Menegpora Instruksikan Evaluasi Menyeluruh

VIENTIANE – Hasil yang diraih kontingen Indonesia dengan menempati peringkat ketiga SEA Games 25th 2009 Laos telah memenuhi target yang dicanangkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebelum keberangkatan kontingen. Meski demikian, evaluasi seluruh cabang olahraga telah menanti setibanya kontingen di tanah air.

Dalam sesi jumpa pers di National Olympic Comitte (NOC) Indonesia di komplek Lao National University siang tadi, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malaranggeng menyampaikan laporan mengenai kontingen Indonesia selama perhelatan SEA Games 25th 2009. Menurut Andi, meski masih terdapat beberapa pertandingan yang memperebutkan medali bagi kontingen beberapa negara pesaing lainnya. Namun, raihan 43 emas, 53 perak, dan 74 perunggu bagi Indonesia sudah tidak mungkin dikejar oleh kontingen lain dibawahnya.

“Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi kita karena target peringkat tiga besar dari bapak presiden bisa dipenuhi. Saya mewakili pemerintah mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung kontingen Indonesia di SEA Games Laos ini,” tutur Andi di hadapan sejumlah wartawan yang bertugas meliput SEA Games 25th 2009 ini.

Pada acara yang dibuka dengan mengheningkan cipta bagi almarhum Lukmanul Hakim, wartawan Republika yang meninggal dunia saat menjalankan tugas liputan SEA Games 2009 Jumat (11/12) lalu, Andi mengingatkan kepada seluruh elemen olahraga tanah air segera melakukan pembenahan baik dalam pembinaan atlet maupun organisasi. Pasalnya peringkat ketiga yang diperoleh Indonesia di Vientiane ini, belum mencerminkan target medali yang diusung masing-masing induk cabang olahraga yang diturunkan.

“Peringkat ketiga sudah baik. Tapi prediksi perhitungan PB yang bisa mencapai 62 emas hanya mampu direalisasikan 43 medali. Ini sesuai dengan prediksi KONI/KOI yang memprediksi raihan medali emas di kisaran 40 sampai 58 medali. Tapi apa yang diraih ini masih di level bawah prediksi awal kita. Sehingga masih ada pekerjaan rumah bagi dunia olahraga Indonesia untuk berbenah, instropeksi, dan evaluasi menyeluruh agar saat kita menjadi tuan rumah SEA Games 2011 bisa meraih hasil lebih baik lagi,” papar mantan juru bicara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Diungkapkan Andi, raihan peringkat ketiga Indonesia di SEAG 2009 ini hanya berbeda tipis dengan Malaysia, Singapura, Filipina, bahkan Laos sekalipun. Oleh karenanya, ia meminta harus ada peningkatan kewaspadaan dari seluruh elemen olahraga nasional agar prestasi Indonesia tidak tersalip negara-negara tersebut.

“Sepantasnya Indonesia itu menjadi juara umum di SEA Games, karena negara kita adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Tapi itu kalau ukurannya luas wilayah. Nah dari SDM olahraga kita harus bersaing ketat agar tidak dipecundangi oleh negara-negara yang mungkin dulunya tidak ada apa-apanya dibanding atlet kita. Tapi karena mereka serius membina atletnya maka kesuksesan akan mendatangi mereka. Kita juga harus bisa begitu dan kita mulai sekarang juga,” pungkas Andi.

Ketua KONI/KOI Rita Subowo mengatakan, sejak awal pihaknya memang telah memprediksi perolehan medali emas Indonesia minimal mencapai 40 dan maksimal 58 emas pada SEAG 2009. Namun hal ini akan terus dibenahi pihaknya ke depan agar pembinaan atlet di semua cabang olahraga bisa lebih maksimal.

“Dari hasil SEAG 2007 raihan medali kita mengalami kenaikan sekitar 1%. Ternyata sistem kuota yang diterapkan tuan rumah Laos cukup menguntungkan Indonesia di beberapa cabang. Mengenai sistem kuota digunakan atau tidak pada SEAG 2011 Indonesia masih akan kita bahas sepulangnya kontingen ke tanah air,” ucap Rita.

Chef De Mission Indonesia Alex Noerdin pada sambutannya tak dapat menutupi rasa salutnya terhadap perjuangan bangsa Laos dalam menyukseskan gelaran SEA Games 2009 ini. Selain merasa gembira memenuhi target yang dibebankan kepada kontingen Indonesia, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan ini menilai SEAG 2009 ini berlangsung dengan sukses.

“Dua bulan lalu saya masih pesimis Laos mampu menyelenggarakan multievent ini dengan baik. Karena venues pertandingan banyak yang belum jadi. Bahkan jalanan menuju National Stadium Complex masih berupa tanah merah. Tapi begitu tiba pembukaan, semua pendatang takjub. Kuncinya satu, semangat rakyat Laos membela negaranya untuk menyukseskan SEA Games dan mengorbankan apa saja. Ini patut ditiru rakyat Indonesia saat menjadi tuan rumah nanti,” katanya. (Laporan Jon Morino langsung dari kota Vientiane, Laos)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: