Kabar dari Laos : Glory of Sriwijaya di Penutupan SEA Games 25th Laos

VIENTIANE – Tarian bertema Glory of Sriwijaya (Keagungan Sriwijaya) bakal ditampilkan pada penutupan Sea Games 25th Laos yang akan berlangsung malam ini. Sebanyak 20 penari yang langsung dibawa Deny Malik, bakal membawakan tarian khas Indonesia tersebut dengan durasi 13 menit di main stadium, national sports complex.

Deny Malik, sang koreografer saat ditemui di kedutaan besar RI saat latihan sebelum pementasan menjelaskan, Glory of Sriwijaya ini bercerita tentang kebesaran dan keagungan Sriwijaya. Dulu, masih kata Sriwijaya menaungi seluruh daerah Asia Tenggara termasuk Laos, Thailand dan Kamboja. Bisa dibayangkan bagaimana berpengaruhnya Sriwijaya pada zaman dulu.

Deny menambahkan tarian Glory of Sriwijaya ini juga menggabungkan antara tarian Betawi, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tarian Glory of Sriwijaya memadukan gerakan dinamis, enerjik dan kekuatan.

“Kita buat bagaimana tarian tampil menawan tanpa keluar dari pakem yang sudah ada,” jelas pria berkacamata itu.

Glory of Sriwijaya itu adalah roh pemersatu negara-negara di Asia Tenggara. Itu tercermin dari pakaian, songket, kuku, tekstur yang ternyata semuanya berpulang di Palembang sebagai pusatnya yaitu Sriwijaya.

Sementara itu Jasmine, sang penari asal Jepang yang ikut meramaikan acara penutupan SEA Games 25th Laos tersebut berupaya bakal tampil maksimal. Dirinya mengaku sangat bangga dipercaya menjadi penari Indonesia.

“Bagaimana tak bangga. Saya benar-benar sangat cinta Indonesia ini,” papar gadis yang menguasai tari Jawa, Bali, Betawi dan sejumlah provinsi di Indonesia lainnya.

Galuh, salah satu penari asal Indonesia yang didatangkan langsung dari Taipei itu pun juga sangat antusias atas apa yang dipercayakan padanya. Bahkan dirinya rela meninggalkan bangku kuliahnya di Taipei itu untuk mengikuti acara penutupan SEA Games 25th Laos 2009 nanti.

“Jangan sampai kuliah mengganggu tari,” jelasnya sembari tersenyum.

Dalam urusan menari, kemampuan Galuh jangan pernah diragukan. Berbagai event skala nasional maupun internasional sudah sangat familiar dilewatinya. Bahkan saat di kontes Arts Center yang dipusatkan di Batam, dirinya tampil non stop selama seminggu kecuali SEnin dan Jumat.

“Mudah-mudahan lancar besok. Doanya ya,” pinta gadis asal Solo itu. (Laporan Jon Morino langsung dari kota Vientiane, Laos)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: