Kabar dari Laos : Jam Malam Diperlonggar, Aparat Disebar

VIENTIANE – Meskipun pemerintah Laos memperlonggar jam malam di Laos selama digelarnya SEA Games 25th Laos, namun untuk menjamin kelancaran perhelatan olahraga SEA Games 25th Laos, pemerintah Laos memberlakukan sistem penjagaan keamanan bersenjata AK-47 lengkap di sejumlah venues yang tersebar di Laos.

Penjagaan ketat seperti terlihat di kawasan National Sport Complex yang terletak sekitar 15 km dari Vientiane. Sebelum masuk ke kawasan baru ini, penjagaan ketat sudah tampak.

Dengan jarak masing-masing 500 meter, 2 polisi berseragam coklat duduk di kursi plastik dibawah payung besar. Kepada Trijaya, seorang polisi bernama Phengsipan Thakrovan, mengaku sebetulnya bosan harus duduk berjam-jam di pinggir jalan. Namun karena itu tugas negara, menurut dia, rasa bosan dibuang jauh-jauh. ”Kami harus patuh,’’ ujar Phengsipan.

Menurut Phengsipan, seorang polisi kota Vientiane, kewajiban sebagai penjaga keamanan sangat penting walau rasa bosan kerap menghinggapinya. Namun, dikarenakan negaranya kedatangan banyak tamu, dirinya tetap harus menjaga keamanan.

Selain polisi, pemerintah Laos juga menurunkan tentaranya yang dilengkapi senjata AK 47. Senjata yang diproduksi Rusia itu, tampaknya menjadi senjata utama di Laos yang masih menganut paham komunis. Dengan senjata yang siap tembak, tentara Laos tampak mewaspadai siapapun yang mendekati venues-venues SEA Games 25th Laos. Tak peduli meski yang dijaga hanya kebun kosong, mereka tak bergerak dari tempatnya, sehingga melihat orang membawa AK 47 berseliweran di Laos, bukan hal yang aneh.

Namun, penjagaan ketat tersebut bukan hanya karena adanya SEA Games 25th saja. Setiap waktu mereka melaksanakan itu sesuai perintah.

Menurut Bondan, warga Indonesia yang sudah 7 tahun tinggal di Vientiane, Laos, keamanan ketat yang diberlakukan Laos adalah pengamanan standar mereka.

”Dulu disini jam malam sampai pukul 00.00. Setiap aktifitas yang menyedot orang ramai, seperti pesta atau semacamnya, harus sudah berakhir sebelum batas jam malam. Namun karena SEA Games, pemerintah Laos sejak 5 bulan lalu mencabut jam malam. Saya tidak tahu apakah pencabutan jam malam ini, juga berlaku pasca SEA Games nanti,’’ ujar pria yang sehari-harinya bekerja di Kedutaan Besar RI di Vientiane, Laos. (Laporan Jon Morino langsung dari kota Vientiane, Laos)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: