Kabar dari Laos : Tinggalkan Pekerjaan Demi Tugas Negara

VIANTIANE – Negara Laos yang baru pertama kalinya menyelenggarakan SEA Games yang merupakan ajang pesta olahraga terbesar bangsa-bangsa Asia Tenggara sepertinya tidak mau main-main dalam melayani para tamu yang dating dari 11 negara Asia Tenggara. Untuk membantu official dan kontingen peserta SEA GAMES 25th, panitia telah menyediakan ribuan liasion officer (LO) sebagai pendamping peserta SEA Games.

Bukan hanya para kontingen yang disediakan pendamping, para wartawan asal Palembang pun mendapatkan fasilitas yang sama. Selama di Viantiane, para wartawan disediakan satu LO bernama Dong No Peng, atau yang dipanggil Peng. Peng, mendampingi para pencari berita sejak tiba di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Sehari-hari Peng adalah seorang arsitek disalah satu perusahaan kontraktor non government di Laos. Namun, selama SEA Games 25th ia beralih profesi tetapi selama SEA Games 25th di negaranya, ia harus rela meninggalkan profesinya.

Ada hal yang menarik, saat dibicangi Peng mengaku menjadi LO bukan urusan uang tetapi pekerjaan sebagai LO atau pendamping ini adalah tugas negara. Mengingat bila dihitung dengan uang, maka tugasnya sebagai LO yang dilakukan tidak sebanding dengan bayaran yang ia terima.

Berapa bayaran yang anda terima? Peng tidak menjawabnya dengan tegas. Bahkan ia tertawa sambil  menutup wajahnya.

“Kami volunteer. Ini tugas negara, kami sangat bangga dengan ini,” katanya.

Menurut pria berusia 25 tahun ini, selain dirinya masih ada lebih dari 1.000 volunteer lainnya yang tersebar di semua rombongan kontingen dan official yang mengikuti SEA Games.

Dalam sehari Peng bekerja hamper 24 jam. Sejak SEA Games, ia hanay tidur selama 2 jam saja. Sejak pukul 05.00 ia harus sudah stand by, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan ia harus segera berada di tempat ia bertugas.

Saat dibincangi kebetulan kami sedang berada di Road 13 South dari kampung atlet, menuju Hotel Novotel untuk menemui CDM Sumsel Alex Noerdin. Sepanjang perjalanan dalam mobil, bila tidak berbincang pria bertubuh kurus ini terlihat memejamkan mata sejenak.

Ketika ditanya apakah lelah, Peng menegaskan sangat capek. Sebab ia belum sempat makan dan jam tidur yang sangar terbatas, mengingat dalam satu hari ia bisa berjalan ratusan kilometer, apa lagi disaat tak mendampingi para wartawan. (Laporan Jon Morino langsung dari kota Vientiane, Laos)

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: