Kabar dari Laos : Terkendala Transportasi dan Akomodasi

LAOS  – Menjelang pembukaan pesta olahraga bangsa-bangsa di Asia Tenggara, SEA Games XXV, Laos, (9/12) besok, persiapan panitia lokal masih dihadapkan pada berbagai kendala. Hal yang paling tampak adalah ketersediaan sarana transportasi.

Dua hari jelang pembukaan SEA Games yang baru pertama kali digelar di Laos ini, para atlet maupun ofisial dari negara peserta dihadapkan pada persoalan terbatasnya transportasi. Hal itu bukan hanya disebabkan oleh tidak sebandingnya jumlah peserta dengan sarana transportasi yang disediakan panitia. Akan tetapi minimnya angkutan umum di dalam kota Vientieane, ibu kota Laos dan pusat pelaksanaan SEA Games XXV, menjadikan mobilitas atlet, ofisial, masyarakat umum dan jurnalis yang ingin berpindah dari satu venue ke venue pertandingan lainnya sangat lamban.

Kontingen Indonesia sendiri tidak terlepas dari persoalan ini. Bahkan komplain pun telah diajukan kepada pemerintah Laos dan panitia pelaksana. Meski demikian, karena keterbatasan yang dimiliki negara Laos, persoalan ini bisa dimaklumi.

“Kondisi ini sangat menganggu persiapan atlet dan ofisial yang hendak menuju tempat pertandingan dari wisma atlet. Tapi karena menurut panitia ini adalah maksimal yang mereka buat ya mau apalagi,” ujar Wakil Ketua Chief de Mission Indonesia Mudai Maddang di Vientieane kemarin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari panitia pelaksana, untuk melayani angkutan sekitar 12.000 orang peserta SEA Games Laos dari 11 negara, mereka hanya menyediakan sekitar 150 unit bus. Jelas hal itu perbandingan yang tidak setara, mengingat jadwal pertandingan di even internasional ini sangat ketat. Sehingga untuk mengatasinya, kontingen Indonesia menyewa beberapa unit mobil untuk mempermudah transportasi atlet dan ofisial.

“Untuk mendapatkan mobil yang kita sewa saja masih kesulitan. Selain itu harga untuk menyewa mobil atau sarana transportasi lainnya melambung tinggi,” katanya.

Selain persoalan di bidang transportasi, permasalahan yang sama juga terjadi untuk akomodasi. Selain harga yang melambung, ketersediaan kamar menjadi sesuatu yang sulit didapatkan. Bahkan pesanan kamar dari kontingen Indonesia untuk tamu eksekutif sempat akan dibatalkan pihak hotel yang menerima tawaran lebih besar dari negara peserta lainnya.

“Untuk kamar hotel kita sempat terkendala dengan hampir dibatalkannya pesanan kamar kita. Tapi sekarang sudah beres meski tidak semua rombongan pendukung CDM dapat kamar di hotel. Kita sudah tempatkan rombongan di rumah yang representatife,” tuturnya.

Sementara itu rombongan besar kontingen Indonesia baru akan tiba di Laos siang ini. Chief de Mission Indonesia Alex Noerdin rencananya akan datang bersamaan dengan Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI)/ Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Malarangeng. Selain ketiga pejabat itu, sebagian besar dari total 515 orang atlet dan ofisial kontingen Indonesia juga akan tiba hari ini. (Jon Morino langsung dari Vientiane, Laos)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: