Film 2012, Animasi saja dan Pamer Teknologi Belaka

Bertema kiamat ‘2012’, sebuah film bencana tahun 2009 yang disutradarai Roland Emmerich. Kecanggihan efek khusus dalam film bertema hari kiamat nyaris selalu membuat bulu kuduk berdiri. Atmosfer itulah yang bisa Anda rasakan saat menonton film 2012. Film ini menyuguhkan dahsyatnya kiamat pada 12 Desember 2012.Dalam film beranggaran US$ 200 juta ini, sutradara Roland Emmerich memasang sejumlah nama yang tak asing lagi di dunia sinema. Seperti John Cusack, Amanda Peet, Danny Glover, Oliver Platt, dan Woody Harelson. film ini tidak jauh beda dengan film-film lain yang mengangkat tema bencana, macam ‘Deep Impact’ atau ‘The Day After Tomorrow’.

Movie trailer (22/11) program khusus Film yang hadir setiap hari minggu pukul 17.00 dengan tampilan khas-nya, Live by Phone dengan Actor/Aktris Film Indonesia, kali itu berkesempatan meng-interview actor papan atas Indonesia yaitu “Didi Petet” dengan bahasan “Antara Komersialisasi dan Rasionalitas film 2012 ??”,

Emon panggilan yang melekat pada actor yang bernama asli Didi widiatmoko dalam film catatan si boy yang menghantarkan-nya dikenal sebagai actor serba-bisa, saat dihubungi trijaya sore itu Didi sedang berada di Mall bersama keluarga mengisi weekend-nya, ditanya perihal kemunculan film 2012 khusunya di-Indonesia si-Emon Menuturkan sebagai berikut : Sebetulnya kan kita harus sadar betul film itu karya seni dihidupkan untuk masyarakat secara betul atau secara benar, mereka berada di situasi yang meraka tonton itu dasar film-nya kalau kita sudah mengerti tentang dasar itu.

Apalagi film itu (2012) konten-nya didominasi tentang fiksi, Dimana isi film yang tidak ada kaitanya dan sengaja dibuat untuk menjadi seperti itu, nah disitu kita yang sebagai penonton dan menentukan sikap kita dalam menonton sebuah film kita akan melihat itu hanya animasi saja, bahwa itu animasi yang di bikin sedemikian rupa seolah-olah bumi ini hancur dan seolah-olah semua hancur dan itu hanya cerita saja.

Salah-nya kita di awal kemuncula Film 2012 banyak yang melarang, jadi nampak jelas lebih komersil, coba gak di larang jadi gak seperti ini tentu orang tidak akan heboh seperti sekarang ini, tapi begitu muncul pelarang-pelarang itu yang menjadi kotroversial dan kotroversial itu yang menjadi bagian dari promosi, kalau sudah bagian dari promosi ya mau tidak mau, suka tidak suka kita kita kebawa kesana terserat ke dunia promosi, kalau begitu kita harus sadar dari kegiatan komersialisasi dari keadaan sekarang itu, apapun bisa di komersialisasi siapapun itu tanpa kita sadar kita sudah masuk kedunia itu, dan baiknya kita yang harus cerdas dalam melakukan tindakan penilaian dan sebaginya terhadap sebuah Film.

Film yang terbilang sederhana dan sangat ringan hanya animasi saja itu yang diperhitungakan para pembuat film tersebut orang Indonesia juga bisa kok. So Film itu kan sudah di visualisasikan jadi gak usah takut pokonya nilai-lah serta lihatlah Film 2012 ini dari kacamata teknologinya saja agar kita tidak terjebak komersialisasi, tutup Didi petet dengan ramah menyapa pendengar trijaya sore itu. (Rifqi)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: