NGAYOGJAZZ 2009 ( HARI KE-2 )

Hari ke-2 Ngayogjazz acara terpusat di Pasar Seni Gabusan Bantul Yogya.Acara diawali dengan pertemuan komunitas jazz seluruh Indonesia yang dimulai pukul 10.00 WIB.
Beberapa komunitas yang datang adalah Komunitas Jazz Kemayoran, Klab Jazz Bandung,C Two Six (C26) Surabaya,Bali Jazz Forum,Batam Jazz Forum,Jazz Lover Pekalongan,Palembang Jazz Community,Riau Music Malay,Malang Jazz Society,dan Yogya Jazz Club.Dalam pertemuan ini Beben S.M dari Komunitas Jazz Kemayoran memberikan presentasi Mengelola dan Mengembangkan komunitas Jazz – Studi Kasus KJK.
Dalam presentasinya Beben menjelaskan bahwa dalam mengelola sebuah komunitas harus diawali dengan niat dan motivasi untuk mensosialisasikan dan mengembangkan jazz di masing-masing daerahnya.Dimulai dari hal yang kecil ngumpul bersama teman yang hobby dan menyukai jazz, dari sinilah akan makin berkembang yang akhirnya sampai pada taraf bahwa pertemuan rutin sebuah komunitas akan mulai mempunyai magnet daya tarik dari sisi marketablenya sehingga support akan datang dengan sendirinya, misalnya terkait alat+soundsystem,tempat main dll akan mulai disupport oleh pihak-pihak atau sponsor yang melihat potensi acara yang digelar komunitas.Lebih lanjut Beben juga memberi kesempatan untuk semua komunitas jazz di Indonesia untuk sharing dan berbagi pengalaman.Dalam hal ini KJK yang dikomandoi Beben siap membantu musisi-musisi jazz daerah dari komunitas yang punya potensi untuk dapat dicarikan job pengalaman main di beberapa tempat/café di Jakarta.
Dari pertemuan komunitas jazz inilah didapat hasil kesepakatan bahwa akan dibentuk pusat komunitas jazz Indonesaia yang menaungi seluruh komunitas jazz di Indonesia dan akan di wadahi lewat jaringan social Facebook oleh Agus Setiawan Basuni dari Wartajazz.Com dan mencoba akan mensinkronkan agenda kegiatan jazz di masing-masing daerah. Musisi pentolan kelompok Kua Etnika, Djaduk Ferianto juga selaku penggagas acara Ngayogjazz juga memberikan masukan pada pertemuan komunitas ini dengan menyampaikan gagasan agar di setiap daerah apabila menggelar kegiatan jazz dapat dikemas dengan unsur-unsur tradisional kedaerahan khas masing-masing daerah tempat komunitas berada.
Acara Ngayogjazz 2009 sendiri dibuka pada pukul 15.00 WIB dengan penampilan Jurasic Bigbrass yaitu kelompok brass section asal yogya sebelum dibuka olah Bupati Bantul dan dilanjutkan dengan pagelaran tradisional Jathilan dan Bridging Egrang dan inilah yang menjadi ke khasan Ngayogjazz sesuai tema yang diangkat Jazz Basuki Mawa Beya yang artinya jazz dapat masuk ke kalangan apapun termasuk lapisan masyarakat paling bawah dan menyatu dengan para seniman tradisional dalam hal ini asal Bantul Yogya.
Acara sendiri terbagi dalam 4 stage/panggung dimana masing-masing panggung dinamai dengan cukup unik.Stage komunitas diberi nama Stage Basiyo,Stage pasir diberi nama Stage Condrolukito, Stage tengah diberi nama Stage Kusbini dan Main Stage diberi nama Stage Cokrowarsito.
Stage Basiyo dipandu oleh MC Aldo dan Sugeng yang sangat konyol dan lucu sehingga membawa nuansa segar dalam jeda antar grup penampil.Diawali dengan penampilan grup-grup dari komunitas jazz yogya yang terangkum di album kompilasi yang juga dilauching sekaligus di acara ini, mereka adalah The Quartet,Funkyman,Das Smoothly,Mid Season,Living Room,Yovia Project dan Mr.Dance and Jazz Legazy.

Beben and His Friends from Komunitas Jazz Kemayoran (foto by imang)

Beben and His Friends from Komunitas Jazz Kemayoran (foto by imang)


Penampilan berikutnya adalah dari Komunitas Jazz Kemayoran disini tampil Beben and His Friends yang membawakan komposisi lebih banyak ke swing dengan ciri khasnya sambil memberikan penjelasan seputar History of Jazz dengan membagikan merchandise buat penonton yang dapat menebak dengan benar pertanyaan seputar jazz.Berikutnya tampil mewakili KlabJazz Bandung adalah pianis muda berbakat David Manuhutu yang tampil dengan beberapa komposisi seperti Never Said,All Blues,Ritmiko dll.Disusul beberapa grup jazz dari yogya seperti Dona & Friend,Gondho & Friend serta performance dari Komunitas Blues Yogya.
I Wayan Sadra & Sonoseni (foto by imang)

I Wayan Sadra & Sonoseni (foto by imang)


Sedangkan di Stage Condrolukito sendiri diawali dengan penampilan I Wayan Sadra & Sonoseni yang menampilkan konsep worldmusic dengan memadukan electric music dengan tradisional music sehingga terdengar paduan unik jazz dengan alat-alat musik tradisi seperti kendang,suling,saron,kencrung dll.Disusul penampilan dari kelompok asal Malaysia Bassgroove yang membawakan free jazz dengan beberapa komposisi dari album mereka Blend to Groove, diantaranya Bassgroove membawakan Wise Is Nice,High Five Funk dan Ronggeng For Mother.
Bassgroove 100 from Malaysia (foto by imang)

Bassgroove 100 from Malaysia (foto by imang)


Di Stage ini penampilan terakhir adalah performance dari Trio ABG-Arief Setiadi,Bintang Indrianto,Gerry Herb yang membawakan komposisi dari album Philosophy, beberapa diantaranya yaitu Gambir,Cough,Table For Three serta tampilnya gitaris Dewa Budjana sebagai guest.
Syaharani & Donny Suhendra (foto by imang)

Syaharani & Donny Suhendra (foto by imang)


Di stage Kusbini penampilan diawali oleh Syaharani dengan format akustik dengan ditemani gitaris Donny Suhendra membawakan beberapa komposisi yang sudah akrab dari album terdahulu Syaharani seperti summertime,Shade Whiter A Pale serta beberapa lagu baru yang rencana akan menjadi materi untuk album baru Syaharani yang rencana dirilis tahun depan.Berikutnya di stage ini ada penampilan Purwanto dengan Kelompoknya Kua Etnika dengan vokalisnya silir dengan membawakan khas nomer-nomer world music paduan jazz rasa warna etnik musik jawa.
Purwanto & Kua Etnika (foto by imang)

Purwanto & Kua Etnika (foto by imang)


Di panggung utama yaitu Stage Cokrowarsito, yang sudah banyak ditunggu penonton adalah penampilan dari gitaris Harri Stojka asal Austria yang membawakan komposisi dengan acoustic gitarnya bersama Cladius Jelinek. Mereka berdua banyak mempesona penonton dengan permainan gitar akustik dengan konseptual paduan classic dan jazz.
Harri Stojka from Austria (foto by imang)

Harri Stojka from Austria (foto by imang)


Penampilan berikutnya adalah Dwiki Dharmawan yang mengajak kolaborasi beberapa musisi jazz yogya seperti pada saxophone dimainkan Dona,kemudian vokalis dari solo yaitu Peni dengan dibantu quest Dewa Budjana yang memang ikut membantu Dwiki di Project album Wolrd Peace Orkestra. Beberapa komposisi dari album itu dimainkan dengan Dwiki lebih banyak bermain improvisasi terutama dengan keyboardnya yang dilengkapi dengan microtuning sehingga dapat menghasilkan paduan suara effect bunyi vokal dan keyboard yang unik misalnya pada lagu jawa ilir-ilir yang diaransemen menjadi warna jazz yang excellent dipadu permainan gitar dari Dewa Budjana.Acara ditutup oleh Dwiki dengan komposisi ‘soleram’ dengan membawa pesan sampai ketemu kembali di Ngayogjazz tahun depan.(Eko Adji)
Dwiki Dharmawan & Dewa Budjana (foto by imang)

Dwiki Dharmawan & Dewa Budjana (foto by imang)

Iklan
  1. yg lagu terakhir judulnya soleram mas…

      • trijayafmplg
      • November 28th, 2009

      he.hee makasih mas agus koreksinya, udah dibetulin….see..u

    • trijayafmplg
    • November 28th, 2009

    he.hee makasih mas agus koreksinya, udah dibetulin….see..u

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: