NGAYOGJAZZ 2009 ( HARI KE-1 )

Inilah festival jazz yang mengusung konsep unik dibandingkan festival jazz yang sudah sering diadakan selama ini. Keunikan tersebut diantaranya adalah konsep acara yang betul-betul mendekatkan jazz ke level masyarakat yang paling bawah yaitu dengan digelar secara terbuka di Pasar Seni Gabusan Bantul Yogya dengan memadukan unsur jazz dengan para pekerja musik seni tradisional di kawasan Yogya.
Menurut Djaduk Ferianto penggagas Ngayogjazz, acara ini akan selalu terus diusahakan berlangsung setiap tahun dan gratis terbuka untuk siapa saja ikut terlibat baik dalam session clinic music maupun jam session dengan musisi-musisi jazz beken Indonesia dan Luar Negeri yang tampil di acara ini.
Hari pertama acara dimulai dengan adanya clinic music yang bertempat di Rumah Budaya Tembi yang letaknya tidak jauh dari pusat tempat acara Ngayogjazz. Rumah Budaya Tembi sendiri mempunyai konsep yg unik dengan back ground seperangkat alat gamelan serta bentuk ruangan joglo khas yogya, itu menjadi setting panggung yang diisi oleh seperangkat alat musik tempat para musisi memberikan clinic musik.
Acara clinic music dimulai jam 10.00 WIB dengan menampilkan seorang musisi jazz dari Austria yaitu Harri Stojka & Claudius Jelinek yang banyak memberikan pemahaman tentang bagaimana memainkan dan memahami musik jazz secara benar.
Session ke-2 clinic music menampilkan Albert Yap dari kelompok Bassgroove 100 asal Malaysia.

Bassgroove 100 From Malaysia saat Clinic Music (foto by adji)

Bassgroove 100 From Malaysia saat Clinic Music (foto by adji)


Mereka banyak menyampaikan materi tentang bagaimana membentuk grup/kelompok jazz dengan memberikan contoh permainan dari per item alat musik mulai dari bass,keyboard,drum,gitar hingga saxophone serta bagaimana itu semua dipadu dengan improvisasi vokalis dengan memberikan contoh beragam genre musik jazz itu sendiri dari mulai era ragtime,be boop,hard boop, swing, colol jazz hingga ke era electric jazz.
Session ke-3 clinic music, materi disampaikan oleh Dwiki Dharmawan pianis dari grup Krakatau.
Dwiki Dharmawan dengan solo piano saat Clinic Music (foto by adji)

Dwiki Dharmawan dengan solo piano saat Clinic Music (foto by adji)


Disini Dwiki mengambil setting cerita perjalanan karir musiknya dari mulai konsep awal Krakatau yang mulai lebih ke Jazzpop atau Jazzy kemudian ke fusion bahkan jazzrock hingga akhirnya bermetamorfosa menjadi Jazz Ethnic dengan mengkolaborasi paduan etnik sunda dengan elektrik jazz dengan memadukan unsur musik diatonis dan pentatonic bahkan hingga bagaimana konsep lagu-lagu sederhana dari daerah Aceh dan Flores dapat diaransemen menjadi sebuah komposisi orkestra dengan string ensemble dan warna jazz etniknya.
Sementara itu Ajie Wartono dari Wartajazz.Com selaku panitia acara mengatakan bahwa respon musisi-musisi muda untuk datang dan mendalami clinic music cukup bagus, terbukti dari jam 10 pagi hingga jam 5 sore acara selesai , para musisi semua dengan setia menyimak dengan serius , bahkan beberapa orang ikut terlibat dengan memainkan alat musiknya seperti pemain piano berbakat dari Yogya Andi Gomez.(Eko Adji)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: