2 Investor GOR Di Panggil

Palembang – Tim pembangunan GOR Kampus Palembang mulai memanggil para investor yang berminat dalam proyek ini. Kesemua investor tersebut merupakan pemodal dalam negeri.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Kepala Dinas PU Cipta Karya Rizal Abdullah, Senin (16/11) kepada pers di Griya Agung Palembang.
Rizal menjelaskan pada awalnya para investor yang berminat ada 5 investor dan sesuai dengan target, namun setelah mendapatkan pemaparan hanyamenyisakan 2 investor yang serius. Pihaknya akan memanggil 2 investor tersebut untuk mempertanyakan soal kesiapan dan kesanggupannya.

Pembangunan GOR tersebut akan dilakukan dengan system Build Operation Transfer (BOT) dan lebih dikenal dengan sistem bangun guna serah antara investor dengan pemprov Sumsel dalam kurun waktu tertentu.

Dia juga menjelaskan GOR kampus tetap berfungsi sebagai GOR, hanya saja akan dilengkapi dengan hotel berbintang lima, restoran dan taman bermain. Pihaknya menjamin asset pemprov tidak akan hilang dan perjanjian akan saling menguntungkan. (fatur)

    • rian
    • Desember 17th, 2009

    Menarik sekali bagaimana Pemprov Sumsel akan memanfaatkan momentum renovasi GOR Kampus Palembang sebagai salah satu venue yang disiapan untuk SEA GAMES XXVI. Sudah saatnya Palembang yang sejak lama bercita-cita menjadi salah satu kota bertaraf internasional dan termaju di Pulau Sumatera, memiliki pusat-pusat kegiatan dan aktivitas olahraga yang berkualitas internasional pula.

    Namun demikian, kami menyayangkan apabila momentum ini “ditumpangi” oleh kepentingan lain karena akan dibangun pula di dalam kompleks yang sama yaitu pusat perbelanjaan modern, hotel bintang lima, dan water boom. Kami sudah mendengar adanya jaminan bahwa pedagang nasi goring di dalam kompleks tersebut akan “diselamatkan” namun kami belum mendengar adanya pandangan mengenai “keselamatan” pohon-pohon di sekitar lokasi GOR. Bila kita bercermin pada kota Jakarta, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program ruang terbuka hijau (RTH). Banyak diantara area-area ataupun lokasi yang selama ini ada bangunan gedung, rumah, pom bensin, harus digusur karena pemerintah daerah sadar betul pengaruh ruang terbuka hijau pada kualitas udara kota dan aktivitas warga kota sebagai lokasi dimana udara kotor yang mencemari kota dapat terserap dan dinetralisir oleh kesegaran tanaman dan pohon yang hidup di dalam ruang terbuka hijau tersebut. Begitupun dengan kota-kota dunia yang sudah lebih maju seperti New York yang memiliki taman hutan kota sebagai pusat relaksasi baik untuk warga kota maupun untuk kota itu sendiri.

    Kami melihat, warga kota Palembang akan mengalami kerugian yang besar apabila pohon-pohon rindang yang sudah bertahun-tahun menyerap dan menetralisir udara kotor di sekitar lokasi GOR Kampus Palembang, harus digusur karena semata-mata niat Pemerintah Provinsi yang ingin menjadikan GOR Kampus Palembang sebagai integrated sport & entertainment complex.
    Kami paham bahwa keberadaan pusat perbelanjaan, hotel, dan hiburan akan menggairahkan perekonomian daerah, mengurangi pengangguran, dll. Namun di sisi lain kami merasa khawatir niat tersebut diimplementasikan pada lokasi yang tidak tepat. Pembangunan infrastruktur menjadi tidak merata karena terkonsentrasi di satu titik sehingga berpotensi menimbulkan beban aktivitas yang tinggi pada lokasi tersebut seperti kemacetan, terlebih bila terjadi aksi demonstrasi mengingat lokasinya yang berdekatan dengan gedung DPRD. Kami juga khawatir akan terjadi kecemburuan sosial karena pembangunan wilayah ilir kota lebih maju dibanding wilayah ulu

    Demikian sedikit aspirasi yang bisa kami sampaikan. Terimakasih.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: