Ko Afen, pemilik Afen foto studio, diusir pun pernah.

Afen foto studio, untuk warga Palembang brand ini cukup dikenal, mungkin karena telah lama berdiri atau cabangnya yang berada dimana2. Namun siapa sangka, pemiliknya adalah seorang pekerja keras dan sangat terbuka dengan siapa saja.

Diundang sebagai bintang tamu dalam Program Profil Minggu ini edisi 6 Nov 2009, Pria berbadan besar ini dengan ramah mengatakan bersedia terbuka, bercerita ttg kehidupannya dan berbagi kiat sukses apa saja.

“saya ini melewati perjalanan yang cukup panjang dan tidak mudah” ujarnya.

Ko Afen, begitu beliau disapa, dilahirkan di kota Baturaja. “saya melihat hidup saya tidak bisa begitu begitu saja. Kami bersepuluh, dan hidup hanya mengandalkan satu toko saja, milik ayah, oleh karena itulah saya putuskan untuk hijrah ke Palembang pada saat usia 14 tahun.

Ko Afen mengawali usahanya dengan membuka toko kosmetik di sebuah pusat perbelanjaan. “Tidak langsung sukses, karena pusat perbelanjaan tersebut kebakaran” tambahnya.

Tidak menyerah begitu saja, ko Afen muda mencoba menekuni hobby fotography nya sebagai profesi, beliau mencoba untuk mencari objek objek foto. “Yang penting orang kenal dulu dengan saya, makanya saya gak segan waktu itu dipake gratisan, bahkan beberapa kali memberikan bonus untuk customer saya” ujarnya. Usaha tersebut berhasil, mulai sebagai foro wedding door to door, ko afen mencoba untuk menyewa tempat usaha, cuci foto sendiri “Beberapa kali saya diusir, karena saingan saya yang selalu mencoba untuk membayar sewa lebih mahal dari harga sewa saya, tapi saya pasrah saja. Saya yakin rejeki itu pati ada”

Saat Ini Afen Foto Studio sudah memiliki 5 cabang yang tersebar di kota Palembang. Bukan cuma itu, Afen berhasil mengajak semua keluarganya menekuni bidang usaha yang sama dengan total 16 foto studio serupa. “putri saya memiliki hobby tata rias, jadi saya izinkan dia usaha bridal ” tambahnya. Dan dalam waktu dekat, Ko Afen akan membuka Sekolah Fotography di Palembang.

Akan banyak sekali waktu yang dibutuhkan untuk berbincang panjang lebar dengan pria yang hobby bercerita ini. Sebelum menyudahi, Ko Afen hanya berpesan ‘Tetaplah Rendah Hati dan Ramah dengan siapa saja, karena sukses akan datang dari sana’

Satu Jam pun ditutup dengan bagi bagi 10 T- shirt untuk pendengar trijaya yang telah berpartisipasi (dinnaherly)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: