Tangan Di Atas

Tangan di atas, istilah ini lebih di artikan kepada kecenderungan memberi dan peduli kepada sesama, namun siapa sangka Tangan di Atas pun ada komunitasnya.

Tangan di atas merupakan komunitas bisnis di Indonesia, dari namanya pasti sudah bisa kit tebak kalau isi didalamnya adalah para pengusaha pengusaha sukses yang suka memberi. The club di Trijaya Sumsel mencoba mengupas lebih banyak tentang komunitas ini, dan berhasil terhubung melalui telpon bersama Founder dari tangan di atas Indonesia, Bpk Badroni Yuzirman.

“saya berfikir untuk membuat komunitas ini berdasarkan pengalaman pribadi saya, awal mula saya membangun usaha, saya merasakan jatuh bangun yang luar biasa. Ketika jatuh, saya mencari cari siapa yang bisa membantu saya keluar dr masa sulit, dan hasilnya nihil. Sejak saat itu saya dan kawan kawan mencoba mengcreate sebuah komunitas yang bersedia membantu sesama pebisnis, dengan nama tangan di atas” ujarnya mengawali perbincangan.

Dalam aktivitasnya, TDA adalah komunitas sosial, non profit. Tapi tujuannya adalah pragmatis yaitu agar para membernya menjadi 100% TDA alias pengusaha kaya. Jadi yang bergabung disini harusnya bersedia membantu satu dengan yang lain, baik berupa trik bisnis, sharing ide dan masukan bahkan suntikan dana dengan aturan main yang diberlakukan.

Ketika ditanya, siapa saja yang bisa bergabung dengan komunitas TDA di Indonesia, Badroni Yuzirwan menjawab dengan ringan.. ‘siapa saja, pengusaha sukses, menengah, baru mau membuka usaha, maupun bukan pengusaha”

Sampai dengan saat ini sudah ada lebih kurang 1300 pengusaha yang tergabung dalam TDA se Indonesia sejak didirikannya 22 January 2006 silam. Dengan kegiatan yang dilakukan bervariatif, mulai dari seminar, bussiness games, bussiness coaching, sampai ke kegiatan kegiatan sosial di luar komunitas.

Di Palembang sendiri sudah ada beberapa pengusaha yang sedang menghimpun anggota untuk bergabung dalam komunitas TDA wilayah Palembang, tujuannya juga sama agar mereka bisa saling membantu satu dengan yang lainnya ketika sedang dalam kesulitan.

“harapannya ke depan komunitas ini akan menjadi lebih berkembang, mengingat, kepedulian sesama pengusaha akan sangat bermanfaat bagi pengusaha lainnya” ditambahkan oleh Badroni. (dinnaherly)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: