Pusat Bantu Bangun Jalan di Perumahan Murah Jakabaring

PALEMBANG – Program 2000 unit rumah murah yang digebyarkan Pemprov Sumsel, sepertinya laku “dijual” ke pusat. Baru-baru ini, Dinas PU Cipta Karya mendapat modal Rp 1,5 miliar dari Departemen PU untuk membangun jaringan jalan lingkungan di kawasan perumahan Jakabaring. Sementara dari target 1.000 unit rumah yang dibangun 2009, saat ini sudah terealisasi 450 unit rumah.

Kepala Dinas PU Cipta Karya Sumsel Ir Rizal Abdullah kepada wartawan, Senin (2/11) mengatakan, pembangunan rumah murah sampai saat ini masih terus dilakukan dengan target pencapaian 45 persen atau sekitar 450 unit rumah sudah selesai dibangun. Sisanya, diupayakan akan dikerjakan dalam dua bulan terakhir ini karena sedang dilakukan kegiatan penimbunan lahan. Sementara untuk sarana pendukung lingkungan dan prasarana, Sumsel mendapat kucuran dana Rp 1,5 miliar untuk pembangunan jalan lingkungan perumahan. “Program ini akan terus kita jual. Untuk pembangunan drainase, kita mengharapkan bantuan dari pusat,” katanya.

Rumah murah tipe 36 di Jakabaring yang diperuntukan PNS dan guru yang belum memiliki rumah ini dihargai Rp 36 juta, itu pun tanah tidak menjadi tanggungan pembeli melainkan hibah dari Pemprov Sumsel dengan status hak milik. Disisi lain, Kementerian Perumahan Rakyat juga memberikan bantuan uang muka Rp 10 juta sehingga sangat memungkinkan cicilan Rp 10.000 per hari dikalikan dengan masa kredit sehingga jauh lebih murah.

Lantas bagaimana dengan rumah murah bagi pekerja non formal di Musi II? Untuk yang satu ini, Rizal mengatakan, sudah dilakukan pekerjaan konstruksi/pondasi sehingga tinggal memasang konstruksi bangunan. “Untuk konstruksi bangunan atas tidak begitu lama. Sebentar saja sudah selesai,” kata Rizal, seraya menambahkan harga rumah tipe 21 ini, masih tetap Rp 5.000 per hari per KK dilakukan masa kredit.

Untuk perencanaan kawasan perumahan yang akan menjadi model rumah sehat dan bebas polusi ini, PU Cipta Karya sudah menyiapkan rancangan jaringan listrik, konsep penanganan air limbah, drainase, rencana sistem pengolahan sampah, dan jaringan gas alam untuk rumah tangga. Distribusi air bersih dari PDAM, air diusahakan mengalir secara gravitasi dan ditambahkan pompa pada titik distribusi untuk menambah tekanan. Kecepatan aliran air antara 0,3-1,2 m per detik. Diameter minimum pipa 6 inchi, tekanan air untuk perumahan direncanakan antara 1,8-2,3 Kg per cm kubik.

Rumah Panggung
Sementara 1.000 perumahan murah lainnya, yaitu tipe 21/100 bakal dibangun di pinggir Jl Alamsyah Ratu Prawiranegara (Musi II). Beda dengan tipe 36/120, rumah ini berbentuk panggung. Terbagi dua wilayah dipisahkan Jl Jepang, arah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Keramasan. Luas lahan juga sekitar 25 ha. Perumahan ini dibangun untuk penojek, penarik becak, serang ketek, sopir angkot, sopir bus dan lain-lain. Cicilan Rp 5.000 per bulan, pada akhirnya juga menjadi hak milik. Untuk memercepat proses pembangunan rumah murah dan RSS bagi warga, Pemprov Sumsel bakal membentuk tim seleksi untuk menentukan dan menyeleksi warga mana saja yang berhak dan memenuhi kriteria mendapatkan rumah murah. (Sripoku)

  1. Syukurlah.. ada orang yang mau menyediakan rumah murah buat rakyat kecil.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: