Celoteh Jajang C. Noer dan Sigit Haradadi Tentang Perjalanan Mereka di-Dunia Film

PALEMBANG – Minggu sore di movie trailer(25/10) dengan obrolan santai mengenai Film sekaligus interview Live by phone aKtor dak aktris kawakan Indonesia, dan Jajang C. Noer aktris senior yang di hubungi, bernama asli Lidia Pamnotjak lahir di Paris, Perancis, 28 Juni 1952; wanita yang asli padang ini dan berusia 57 tahun itu adalah seorang aktris film asal Indonesia. Ia adalah pemenang Festival Film Indonesia tahun 1992 dalam kategori Aktris Pendukung Terbaik melalui film Bibir Merah. Suaminya adalah Arifin C. Noer, sutradara film asal Indonesia yang meninggal dunia pada Mei 1995.

Saat dihubungi trijaya, bunda sapaan akrab jajang sedang berada di Bali tepatnya mengahadiri “Bali Nale Internasional film festival 2009” yang ke-3 , yang mewakili film Meraih Mimpi dan berperan sebagai pengisi suara (oma) nenek gita gutawa di film tersebut. Treminal Cinta (1973) yang di perankan Alm. WS. Rendra sebagai pemeran utamanya merupakan film pertama yang mengenalkan saya ke dunia film walau Abrar (sutradara-nya) mencomot saya sebagai figuran “tutur jajang saat ditanya awal kemnculanya terjun ke-dunia film”.

Wanita Lulusan teater UI ini pun menjelaskan lebih lanjut film-film yang pernah di bintanginya seperti : Cintaku di Rumah Susun (1987), Bibir Mer (1992), Badut-Badut Kota (1993), Surat untuk Bidadari (1994), Eliana, Eliana (2002), Durian (2003), Biola Tak Berdawai (2003), Joni Be Brave (2003), Arisan! (2003), Berbagi Suami (2006), May (2008), Laskar Pelangi (2008), Cinta Setaman (2008), Queen Bee (2009), dan terakhir film animasi terbaru Meraih Mimpi (2009) sebagai pengisi suara.

Peraih penghargaan di ajang film asia di india tahun 2002 sebagai peran pembantu terbaik pada film Eliana, Eliana dan mengaku mempunyai keponakan di palembang ini pun, Jajang mengungkapkan selain di kenal sebagai pemain ia pun pernah menyutradari dan penulis skenario sinetron pertama Christine Hakim dan di bintangi desi ratnasari yaitu Perempuan Biasa (1973) yang menghantarkan ke-2 aktris tersebut menerima penghargaan. Jajang yang berada di Bali sore itu dan berharap bisa berbincang dengan JULIA ROBERTS yang sedang syuting di bali dengan filmnya ‘Eat, Pray, Love’ . Selesaikan sesuatau apapun dengan seluruh jiwa dan benar-benar fokus pesan Jajang C. Noer kepada sineas palembang sekaligus mengakhir interviewya.

Sementara itu seniman ke-2 yang dikenal luas sebagai aktor kawakan Sigit Hardadi ikut berceloteh tentang perjalanan karirnya.Lahir di Tayu, Pati, Jawa Tengah, 27 September 1957; umur 52 tahun) adalah aktor Indonesia. Ia menjadi pemeran utama dalam film Malioboro pada tahun 1989. Saat ini, ia berperan dalam sejumlah film televisi. Tahun 1979 menjadi mahasiswa di LPKJ SEKARANG JADI IKJ hingga terjun di dunia teater dan merintis karir ke-Aktoranya mulai dari peran kecil-kecilan (figuran) sigit sapaan akrabnya mulai familiar di mata penikmat film tanah air lewat filmnya MALIOBORO (1989), dan film lain-nya seperti Takkan Lari Jodoh Dikejar (1990), Nanti Kapan-Kapan Sayang (1990), Sekretaris (1991), Gie (2005), selain film ia pun sering membintangi deretan sinetron dan sigit Semenjak tahun 2008 bergabung dengan Sinemart sampai sekarang. Seperti Sinetron striping : Kanza, Sekar, Rafika, Air Mata Cinta, dan terakhir bermain bersama keluarga MIRDAD di RCTI (Isabella). Rifqi

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: