Pajak Untuk Mandiri

PALEMBANG- Eksetnsifikasi dan intesifikasi pajak oleh DJP tentu tak ada tujuan lain selain meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak. hal ini tentu saja, agar supaya Indonesia dapat mandiri secara finansial. Eksetnsifikasi pajak dilakukan untuk menambah jumlah wajib pajak terdaftar dalam administrasi Ditjen Pajak dengan cara memberikan NPWP kepada calon wajib pajak. “Banyak cara kami lakukan selain sun set policy tempo hari, kami juga melakkan cara jemput bola, yakni mendatangi langsung calon wajib pajak melalui sosialisasi lewat berbagai media,” ujar Eko Hendarwin, Kepala seksi bimbingan konsultasi DJP Sum-sel dan Kepulauan bangka Belitung.

Selain Eko, hadir pula dua narasumber lain yaitu Heru Sumanto, Kepala seksi pengawasan dan konsultasi, Serta Wahyu hidayat, staff bimbingan konsultasi. Mereka menjelaskan tentang kegiatan yang telah dilakukan oleh DJP Sumsel dan Kep. Babel berkaitan dengan kegiatan ekstensifikasi seperti Program PANTAS (Pajak Antusias) yang merupakan pemenuhan kewajiban pajak bagi wajib pajak dan calon wajib pajak di tiap kelurahan pada lima kecamatan di kota Pangkalpinang.

“Juga diadakan tax goes to school, tax goes to campus serta sosialisasi dan membuka pendaftaran NPWP di tempat tempat tertentu untuk memudahkan calon wp tanpa perlu datang ke kantor pajak setempat,” ujar Heru.

Sementara itu, kegiatan intesifikasi yang merupakan kegiatan penggalian potensi pajak dari wajib pajak dengan pendekatan terintegrasi antara mapping, benchmaking, dan profiling. langkah yang dilakukan dalam kegiatan intensifikasi pajak ini seperti melakukan kegiatan permintaan data degan instansi terkait yang berhubungan dengan kegiatan dan usaha masyarakat, juga melakukan penggalian potensi pajak terhadap sektor sektor tertentu dan sektor unggulan seperti sektor perkebunan, sektor perdagangan, sektor pertambangan, dan sektor jasa konstruksi.

Sementara itu, untuk mendukung kegiatan intensifikasi Kanwil DJP Sumsel dan Kep Babel melakukan kegiatan Law Enforcement, melalui kegiatan pemeriksaan dan penagihan pajak, semua cara tentunya juga dilakukan secara persuasif. Tindakan pemblokiran, pencegahan, maupun penyitaan dilakukan untuk memberikan deterrent effect bagi wajib pajak atau penanggung pajak lainnya untuk segera melunasi tunggakan. (vira)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: