Mahasiswa UMP terus berdemontrasi tuntut perbaikan kualitas pendidikan di kampus mereka

PALEMBANG – Memasuki hari ketiga aksi Demontrasi mahasisawa FH UMP, sejak pagi ratusan mahasiswa FH melakukan mogok kuliah dan hanya berkumpul dihalaman kampus mereka. Sejak pukul 09.00 mereka bergerak menuju kantor rektorat, dengan bernyanyi dan berorasi dengan membawa spanduk, yang menuntut perbaikan fasilitas kampus. Mereka juga meminta agar pihak rektorat menyelesaikan persoalan akreditasi fakultas yang turun.

Sayangnya, aksi mereka belum ditanggapi petinggi rektorat. Kantor rektorat sendiri dijaga ketat oleh petugas keamanan kampus.
Sebelumnya, aksi yang dilancarkan sebagai bentuk ketidakpuasan mahasiswa atas turunnya akreditasi 10 program studi (prodi) di lingkungan UMP. Mahasiswa juga menuntut pihak rektorat menambah dan memperbaiki fasilitas kampus yang dinilai sudah tak layak,seperti ruang kuliah,toilet,gedung. Sehari sebelumnya, mahasiswa berdemontrasi sambil membakar ban.

Tanggapan Rektorat

Sementara itu, pihak rektorat sendiri mengecam aksi para mahasiswa ini. Rektor UMP HM. Idris menyayangkan sekali masalah ini (belum tuntas). Dia mengatakan hal ini Menunjukkan sekali bahwa kualitas pendidikan di kampus ini buruk. Di lain pihak,Rektor UMP HM Idris mengaku gerah dengan aksi yang dilancarkan mahasiswanya.

Idris mengaku sudah menjelaskan status akreditasi yang tengah diurus tersebut. Pihaknya juga masih menunggu devisitasi ulang dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).Karena itulah,kata Idris, pihaknya belum bisa memastikan soal akreditasi tersebut. “Kami tak melarang mereka aksi,tapi seharusnya aksinya tertib dan mengapa sampai aksi bakar ban,karena itu sudah di luar aturan perundang-undangan.

Apalagi sampai mogok, karena itu mengganggu proses belajar mengajar. Mereka yang mogok-mogokan terus bisa disanksi,”ancam Idris saat ditemui di ruang kerjanya kemarin siang. Idris mengungkapkan, terkait semakin dekatnya pelaksanaan wisuda pada 17 Oktober 2009, pihaknya mempersilakan mahasiswa untuk tetap wisuda atau memundurkan wisuda atau mengikuti gelombang wisuda berikutnya pada Maret 2010.

“Ada sekitar 700 mahasiswa UMP yang akan diwisuda, kami sudah tawarkan pada mereka untuk memilih jadwal wisuda,”cetusnya. Idris menegaskan, kendala akreditasi yang kini memuncak dengan adanya aksi-aksi mahasiswa di kampus sebenarnya persoalan lama.Apalagi,proses devisitasi memakan waktu lima tahun hingga berubah dari C menjadi B.

“Penurunan akreditasi dimungkinkan adanya permasalahan proses belajar mengajar yang masih terkendala di sana-sini, sehingga mengalami penurunan.Untuk itu, kami berupaya tingkatkan sarana pendidikan, perpustakaan digital, fasilitas, dan meningkatkan kualitas dosen,”tutur Idris. Saat ini pihaknya juga membuat kebijakan agar standar pendidikan untuk menjadi dosen di UMP, minimal S-2.

“Kami akan ikuti aturan yang ditetapkan pemerintah sehingga tak ada tawar menawar. Dosen yang saat ini masih S- 1, bisa didepak ke tata usaha dan mungkin terpaksa tidak bisa mengajar lagi,”ujarnya. Idris akan mengejar syarat-syarat untuk mendongkrak akreditasi. Dia pun menyadari, persoalan akreditasi merupakan masalah bersama yang dihadapi sivitas akademika UMP saat.

“BAN PT sedang menguji dan telah mengunjungi kampus kita. Maka, kami dituntut soal akreditasi dan evaluasi program studi berbasis evaluasi.Itu menyangkut izin penyelengga raan pendidikan serta bagaimana mendorong kemajuan pendidikan.Untuk itu,kita coba jalankan tridarma perguruan tinggi dan kejar kualitas pendidikan yang lebih baik,”pungkasnya. (Burman/SI)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: