Sengketa Carrefour vs PT BJLS Diwarnai Kekerasan

PALEMBANG – Pengusiran gerai PT Carrefour Indonesia di mall Palembang Square (PS) mulai sengit. Aksi kekerasan dan pemadaman aliran listrik dan pendingin ruangan mulai terjadi pada Kamis (8/10).

PT BJLS (Bayu Jaya Lestari Sukses) sebagai pengelola PS Mall tetap ngotot mengusir PT Carrefour Indonesia dengan cara memadamkan aliran listrik dan pendingin ruangan. Diduga akibat pemadaman tersebut, Kamis (8/10) sekitar pukul 05.00 terjadi aksi kekerasan.

Ratusan orang melakukan pengrusakan dan penganiayaan di dalam lingkungan mall PS seperti dengan merusakan pos parkir, pembatas parkir, kursi petugas parkir yang dibakar, dan pengrusakan pintu mesin genset.

Kamis sore, dua orang korban kekerasan tersebut yakni Bakti Raharjo sekuriti PT BJLS serta Budi petugas pos parkir melaporkan peristiwa tersebut ke markas Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel).

Suharyono SH selaku advokat PT BJLS mengatakan, kliennya sampai Kamis petang masih menjalani pemeriksaan sebagai pelapor di markas Polda Sumsel.

“Kami melaporkan pengrusakan dan kekerasan terhadap aset PT BJLS juga penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang yang diduga karyawan PT Carrefour Indonesia, karena saat kekerasan terjadi diantara pelaku ada yang memakai kaos bertuliskan sekuriti Carrefour,” ujarnya.

Menurut Suharyono, laporan tersebut diterima AKP Suhartono petugas Siaga OPS Polda Sumsel, dengan nomor laporan Pol:STPL/607-K/X/2009 untuk tindakan pengrusakan barang dan Pol:STPL/608-K/X/2009 untuk penganiayaan.

Pasca kekerasan tersebut, gerai Carrefour di Palembang Square beroperasi meskipun tanpa pendingin ruangan, karena aliran air telah diputuskan pengelola gedung PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS). Namun kemudian listrik bisa menyala tetapi pendingin ruangan tetap padam.

Akibat pemadaman tersebut, aktivitas Carrefour Palembang sempat terlambat dari jadwal biasanya pukul 10.00 WIB. Akibat keterlambatan beroperasi tersebut sempat membuat antrian panjang warga yang hendak berbelanja.

Mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan, Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Palembang berusaha mempertemukan wakil dari PT Carrefour dan PT BJLS di markas Poltabes Palembang.

Pertemuan tersebut dihadiri juga Wakil Walikota Palembang Romi Herton, Kapoltabes Palembang Luki Hermawan, kuasa hukum PT Carrefour Palembang Bambang Hariyanto SH dan Estate Manager PT BJLS M Gufron.

Romi Herton meminta agar kedua pihak agar tidak memprovokasi masyarakat karena selama ini Palembang sangat kondusif.

“Kami sudah serahkan semuanya kepada pihak yang berseteru, karena sudah 5 kali melakukan mediasi tapi hasilnya tidak menemukan jalan keluar,” katanya.

Kapoltabes Luki Hermawan meminta agar ke dua belah pihak ada solusi untuk menyelesaikan sengketa tersebut dan tidak menghasut masyarakat seperti peristiwa pengrusakan yang terjadi pada Kamis subuh. (Ino/Republika Online)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: