Mau Fitrah benahi dulu Iman kita

PALEMBANG – DI hari ke-23 spirit of romadhon (13/09) untuk edisi terakhir bersama, ustad suhaely Ibrahim,Lc dengan tema “CIRI-CIRI MANUSIA FITRAH” memulai tausiyahnya dengan melampirkan hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah) tetapi orang tuanya lah yang menjadikan dia seorang yahudi atau nasrani atau majusi sebagaimana seekor hewan melahirkan seekor hewan yang sempurna. Apakah kau melihatnya buntung?” kemudian Abu Hurairah membacakan ayat-ayat suci ini: (tetaplah atas) fitrah Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu. (Hukum-hukum) ciptaan Allah tidak dapat diubah. Itulah agama yang benar. Tapi sebagian besar manusia tidak mengetahui (QS Ar Rum [30]

Bagi manusia yang berada dalam fitrah yang benar, maka dia akan menuhankan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sesugguhnya (ke-tauhidan)dalam hal ini adalah maslah iman yang menjadi focus utamanya. Misalnya ada orang yang menuhankan kekuasaan, bagi orang yang menuhankan Allah, maka dia akan meyakini bahwa kekuasaan itu sesungguhnya adalah milik Allah yang dititipkan sejenak pada manusia. Ada yang menuhankan harta, padahal hakikat harta di dunia ini hanya tiga, yaitu yang dimakan menjadi kotoran, yang dipakai menjadi usang, dan yang dinafkahkan (insya Allah) menjadi amal shaleh.

Ustad Suhaely lebih lanjut menambahkan : orang yang kembali ke fitrah adalah orang yang kembali menuhankan Allah Yang Mahaagung. Posisinya begini. Allah pemilik alam semesta ini menciptakan kita selaku hamba-Nya. Agar kita efektif menghamba kepada-Nya, maka Allah menciptakan dunia beserta segala isinya. Dunia adalah pelayan kita. Semua yang ada di dunia adalah sarana dari Allah agar kita bisa semaksimal mungkin mempersembahkan hidup kita untuk mengabdi kepada-Nya.

Kalau saat Ramadhan kita memacu diri dan sesudah Idul Fitri kita gigih berupaya kembali fitrah, tinggal kita tunggu saat kepulangan kita yang semoga penuh kehormatan (husnul khatimah). Mari kita membuka lembaran baru di bulan Syawal (bulan setelah ramadhan) nantinya dengan menjadi hamba yang sangat bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada Allah. Hidup hanyalah untuk mempersembahkan yang terbaik. Bermakna bagi dunia dan berarti bagi akhirat. Bermanfaat bagi diri dan penuh maslahat bagi umat. Selamat menikmati Idul Fitri yang penuh dengan kegigihan untuk akrab dengan Allah dan kesungguhan untuk menjalani sunnah Rasul dan insya Allah, semoga kita berjumpa kembali dengan bulan ramadhan yang penuh berkah ini Amiin, statement ustad suhaely mengakhiri penjelasanya. (Rifqi)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: