BIG BAND – EDISI 2

Duke Ellington lahir di Washington DC pada tanggal 29 April 1899. Ayahnya adalah kepala pelayan rumah tangga yang kadang-kadang bekerja melayani acara makan malam di Gedung Putih, kemudian menjadi tukang cetak untuk Angkatan Laut Amerika. Adiknya yang bernama Ruth Ellington, lahir ketika Duke Ellinton berusia 16 tahun.
Duke Ellington mempunyai kesukaan makan,minum dan mengagumi cewek serta pakaian. Ia kawin pada tahun 1918, setahun kemudian lahirlah anaknya yang diberi nama Mercer Ellington. Tahun 1922 ia pergi ke New York bersama Greer dan pemain banjo Elmer Snow.
Namanya yang sebenarnya adalah Edward Kennedy Ellington. Ia berhasil menggalang persahabatan dengan para musisi sera berkomunikasi secara luwes dengan masyarakat. Itulah yang menjadikan ia memperoleh gelar ”Duke”. Begitu besar jasa-jasa Ellington, hingga pada pesta ulang tahunnya yang ke 70, Presiden USA (waktu itu Nixon) berkenan menghadiri pesta tersebut. Pesta itu sendiri diadakan di Gedung Putih. Bahkan Presiden Nixon menyanyi untuk Ellington dan duduk berdampingan,hingga meriahlah pesta itu.
Pada tanggal 31 Januari dan 1 Pebruari 1972, Duke Ellington membawa 17 musisi (semuanya hitam) yang tergabung dalam Duke Ellington All Star, main di Jakarta dalam lawatannya ke Asia dan Australia. Pentas tersebut diselenggarakan atas kerjasama antara Lembaga Indonesia Amerika dan Pusat Kesenian Jakarta.
Pada show tersebut ditampilkan seorang trumpeter yang menyanyi dan main trumpet dengan gaya Louis Armstrong sebagai penghormatan dalam mengenang Armstrong. Dalam ketuaannya itu ia masih kelihatan penuh semangat. Main piano, berjoget di depan big bandnya, lalu bertindak selaku conductor. Dalam rombongannya itu terdapat pula sang anak Mercer Ellington yang menjabat sebagai trumpeter serta seorang cucunya yang gundul. Itulah hadiah buat para pecinta musik jazz di Jakarta, dua tahun sebelum meninggal.
Duke Ellington meninggal di rumah sakit Columbia Presbyterian Medical Center New York, pada hari Jumat 24 Mei 1974, setelah sebulan lamanya dirawat di rumah sakit tersebut karena menderita radang pernapasan. Selama hidupnya, ia sudah berhasil mencipta 900-an buah lagu. Ia merupakan seorang di antara pemimpin-pemimpin band yang paling berpengaruh dan berjasa dalam khasanah jazz di abad ke 20. (Eko Adji)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: