BIG BAND – EDISI 3

Ada lagi seorang pianist yang ikut menyemarakkan corak big band ini. Ia adalah Earl Hines, yang lahir tahun 1903 di Duquesne, Pennsylvania (sebuah kota kecil di pinggiran Pittsburgh). Ayahnya adalah pemain trumpet pada Eureka Brass Band, sementara ibunya adalah pemain piano dan orgen.
Earl Hines yang dikenal dengan sebutan Fatha itu mulai main di club sekitar Pittsburgh pada umur 14 atau 15 tahuan. Pada tahun 1923 ia tiba di Chicago, dan mulai main piano tunggal di rumah makan. Beberapa tahun kemudian, ia bekerja pada beberapa band hitam di Chicago, seperti Erskine Tate, Carroll Dickerson, Jimmy Noone dan terakhir adalah Louis Armstrong.
Dalam bulan Juni 1928 ia menggantikan Lil (isteri Armstrong) dalam menyelesaikan rekaman Armstrong seperti ”West End Blues”, ”Tight Like This” , ”Muggles”, bahkan ia sempat menyelipkan karyanya yanga berjudul ”Monday Date”, serta lagu duet terkenal antara Hines dan Armstrong yang berjudul ”Weather Bird”. Pada bulan Desember 1928, ia merampungkan 8 buah solo di QRS.
Efek dari semua recording itu, Earl ”Fatha” Hines menanjak sebagai jazz star. Ia punya big band yang selalu sukses, walau tidak seberhasil seperti Benny Goodman atau Bessie Smith. Band itupun bubar pada tahun 1948 bersama dengan runtuhnya era big band. Namun ia masih terus bermain hingga dekade 70-an.
Seorang tokoh yang karyanya banyak dibawakan dalam kancah big band, adalah arranger Billy Strayhorn. Ia lahir di Dayton, Ohio tahun 1916. Dibesarkan di North California dan sekolah di Pittsburgh. Ia belajar teori musik Eropa dan belajar piano klasik.
Pada tahun 1938 ia mencoba mengaransir lagu dan menemui Ellington dengan harapan lagu tersebut dapat diterima. Lagu ”Lush Life” tersebut diterima oleh Duke Ellington, dan tak lama setelah itu Ellington kembali merekam pula hasil arransir Strayhorn lainnya yang berjudul ”Something to Live For”.
Tahun 1939 Strayhorn masuk sebagai anggota musical familynya Ellington. Kadang-kadang ia mengisi piano pada Ellinton’s Orchestra serta membantu Ellington dalam mengaransir lagu. Lagu lagu Strayhorn yang sangat terkenal antara lain ”Take The A Train”. Lagu tersebut akhirnya menjadi lagu tema bagi bandnya Duke Ellington. Lagu lagu lainnya yang dbuat bersama Ellington adalah ”Chelsea Bridge” yang betul betul mood tapi berat dalam hal jazz idiomnya, lalu ’Such Sweet Thunder” dan ”A Dream Is A Woman”.
Strayhorn memang boleh dikata tak banyak merekam lagunya bersama Ellington. Namun dalam bermain bersama Ellington pada pesta-pesta, betul betul menciptakan duet yang sangat interesant. Billy Strayhorn meninggal pada tahun 1967, dan Ellinton menulis kenangan buatnya dengan judul ”His Mother Called Him Bill”.
Seperti dikatakan,bahwa era big band runtuh pada sekitar tahun 1948. Namun tidak semua big band musnah. Buktinya Count Bessie tetap mempertahankan bentuk big band pada dekade 50-an. Bahkan Duke Ellington dan Benny Goodman masih menyuguhkan big band dalam dekade 70-an.(Eko Adji)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: