Halalkah Harta Kita???

PALEMBANG – Spirit of romadhon di tanggal yang bertepatan turunya Alqur’an (17 ramadhan) yang hadir selama 1 jam di hari senin (07/9) dengan topik “halalkah harta kita” bersama ustad Suhaely Ibrahim,Lc by phone sore itu, telah membuka cakrawala keilmuan kita mengenai rezeki halal lagi baik untuk kita. Halalkah harta kita??? Sebuah pertanyaan klasik memang. Karena sebenarnya kita sendiripun sudah tahu, bahwa kalau rezeki dicari dengan jalan yang tidak sesuai dengan ajaran agama, ya itu yang disebut tidak halal. Namun pertanyaannya bukan sesimpel itu. Di zaman yang serba canggih ini kadang-kadang batas antara halal dan haram sangat tipis. Apa yang kita lakukan selama ini sepertinya halal, padahal kalau diteliti lebih detail bisa jadi haram.

Ustad suhaely pun dengan karismatiknya menjelaskan : sebenarnya Sudah sejak dahulu kala (ribuan tahun yang lalu) sampai zaman sekarang, abu-abu dalam meyakini harta yang diperolehnya namun apa pun itu selagi kita terus berpijak pada (dalil naql) kita tidak bimbang dengan rezeki yang kita dapatkan. seperti : Dari Abu Hurairoh rodhiallohu ‘anhu, ia berkata: “Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Sesungguhnya Alloh itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik.” Dan sesungguhnya Alloh telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rosul,

Allah berfirman, “Wahai para Rosul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal sholih” (QS Al Mukminun: 51). Dan Dia berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” (QS Al Baqoroh: 172).
Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Robbku, wahai Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya.” (HR. Muslim). Hadits ini merupakan salah satu ashlud din (pokok agama), di mana kebanyakan hukum syariat berporos pada hadits tersebut.

Pengelolaan harta dalam islam dari syekh yusuf qardhawi mengariskan di antaranya : 1. Larangan mencampur-adukkan yang halal dan batil. Hal ini sesuai dengan Q.S. Al-Fajr (89): 19; ”Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil)” 2. Larangan mencintai harta secara berlebihan Hal ini sesuai dengan Q.S. Al-Fajr (89): 20; ”Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan”

Jangan berlebihan mencintai harta dari apa pun dan jangan mencapur-adukan antara halal dan haram, apalagi kikr dan boros dengan titipan sementara (harta) dari Allah Swt itu, yang penting carilah rezeki yang sudah di gariskan dalam islam, jika merasa meragukan terhadapa pekerjaan lebih baik tinggalkan namun tetap di usahkan mencari pekerjaan yang halal-an toyyiban, semoga apa yang kita makan dan harta yang kita peroleh baik di mata agama maupun di pandang manusia, Amin,, tutup ustad suhaely. (Rifqi)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: