LBH Palembang Buka Posko THR

PALEMBANG – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palembang membuka pos pengaduan terkait dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) di Sumatra Selatan.

“Ini agenda tahunan, kita buka posko THR,”kata Direktur LBH Palembang, Eti Gustina, Kamis (3/9).

Menurut Eti, pengaduan ini biasanya akan ramai setelah H-7 menjelang lebaran karena ini merupakan batas akhir pengusaha apakah akan membayar THR atau tidak kepada karyawannya.

“Sejauh ini baru konsultasi saja belum akan mendamping,”katanya.

Karena ini kegiatan rutin maka yang sering menjadi pertanyaan buruh, bagaimana jika perusahaan mengantikan uang THR dengan bentuk barang seperti Sembako. Terus bagaimana dengan ketentuan apakah 1 bulan gaji atau Setengah bulan.

“Soal ini kita jelaskan, tentu kalo diganti dengan Sembako jelas bukan THR, soal sebulan atau setengah THR itu memang tidak adil, sebab karyawan yang statusnya sudah lama bekerja dengan yang baru disamaratakan,”katanya.

LBH sendiri sudah menanggapi tiga pengaduan terkait THR namun masih konsultasi yaitu dua dari Palembang , perusahaan industri dan satu di Kabupaten Musibanyuasin yaitu perkebunan.

“Biasnya kalau yang mengalami satu-dua orang tidak begitu mendapat dukungan dari temen-temennya, kalau sudah banyak yang ikut baru mereka mau di dampingi,”katanya.

Tamsil, Kepala divisi ekonomi, social, dan budaya LBH mengatakan pengaduan THR LBH Palembang siap menerima sudah siap menerima pengaduan para buruh yang tidak menerima THR. Menurut Tamsil jika ada buruh yang mengadu LBH Palembang akan melakukan pendampingan baik dalam bentuk mediasi atau penegakan aturan.

“THR ini merupakan pemenuhan dari amanat UU No.13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.4 tahun 1994 tentang THR,” ujarnya.

Hepriyadi dari Federasi Kebangkitan Buruh Bersatu Sumsel, mengatakan organisasinya akan memonitoring terutama untuk buruh harian lepas dan system borongan yang banyak dijumpai di perusahaan-perusahan perkebunan.

“Dan itu jumlah sangat banyak, dan mereka sudah bekerja hampir tahunan, ini juga harus mendapat perhatian pihak perusahaan untuk THRnya,”kata nya.

Sekadar mengingatkan, di Sumsel ada sekitar 5000 perusahaan mulai dari kecil hingga perusahaan besar. Khusus Kota Palembang tercatat 3.000 perusahaan. (Tmp/Fir)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: