Antisipasi Kelangkaan BBM, Pertamina Bentuk Satuan Tugas untuk Lebaran

PALEMBANG – Untuk mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi bahan bakar saat arus mudik dan arus balik, Pertamina membentuk satuan tugas yang jumlahnya sekitar 400 orang, tersebar di unit dan depo pertamina serta pengusaha SPBU. Tugasnyaadalah monitoring dan melaporkan kesedian BBM di Sumsel.

Menurut Humas Unit Pemasaran II Pertamina Sumsel , Robert MVD, mulai H-10 sampai H+10 pihaknya sudah menyiapkan satgas untuk antisipasi ketersedian BBM terutama di jalur-jalur mudik. Selama lebaran, diprediksi dari H-7 sampai H+7 konsumsi naik sekitar 30-40 persen. Maka itu dilakukan beberapa langkah seperti menyiapkan kendaraan pengangkut BBM untuk distribusi termasuk melakukan maintenance kapal-kapal untuk mengakut BBM diwilayah operasi Sumatra Bagian Selatan.

“Selama ini kita juga menyiapkan security suplai, yaitu menyediakan lebih sekitar 70-90 persen, dari stok untuk mengantisipasi jika ada sesuatu, namun untuk lebaran ini kita juga akan menyiapkan satgas untuk memantau SPBU yang stoknya kurang dan diprediksi ada peningkatan sekitar 30-40 persen ,”katanya.

Jalur-jalur yang menjadi perhatian Pertamina adalah SPBU yang ada di dalam kota dan luar kota terutama jalur lintas timur Sumatra . Menurut catatan, pertamina ada 15 SPBU yang siap melayani konsumen yang jaraknya satu SPBU dengan yang lain sekitar 10-20 KM

“Kami juga menghimbau SPBU untuk buka 24 jam,”katanya.

Sementara itu Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Sumsel, Junaidi mengatakan pengusaha SPBU telah menyiapkan berbagai hal untuk antisipasi BBM saat lebaran ini. Salah satunya menyiapkan stok .

“Kami terus koordinasi dengan pihak Pertamina untuk stok BBM,”katanya. Ada beberapa titik yang menjadi perhatian pengusaha SPBU yang padat antara lain Palembang-Kayu Agung, PAlembang-Prabumulih, Lahat-Lubuk linggau.

Hiswanamigas juga sudah mengintruksikan agar SPBU bisa buka 24 jam namun tidak bisa memaksa ,karena SPBU yang jauh dari keramaian tentu ada kekuatiran jika harus buka 24 jam.

Pihak SPBU sendiri sudah menyediakan fasilitas standar untuk kenyaman konsumen seperti ada ruang sholat, toilet dan standar lainnya untuk ngaso sebentar bagi pengemudi.

Baik Robert maupun Junaidi juga mengingatkan para sopir terutama kendaraan truk untuk bijak dalam mengisi BBM, jangan sampai sudah kritis baru mau mengisi.

“Kejadian seperti tahun kemarin banyak truk yang kehabisan BBM tengah malam, semenatra SPBU yang terdekat tutup, dan kita harap sopir juag bijak dalam mengisi BBM jangan sudah kritis baru mau diisi, “kata Robert. (Tmp/Fir)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: