Lumbung Pangan tidak di dukung oleh daerah

PALEMBANG – Banyak daerah yang tidak paham dengan program lumbung pangan yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi Sumsel pada masa Gubernur Syahrial Oesman.

Hal ini terungkap berdasarkan hasil evaluasi oleh tim evaluasi dari Universitas sriwijaya kemarin.

Tim evaluasi dari Unsri Prof Andi mengatakan ketidakpahaman ini dapat dilihat dari ketidaksesuaian antara program pangan pemprov dengan pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya banyak kabupaten dan kota pada setiap anggaran justru tidak mengalokasikan anggaran untuk program lumbung pangan, sharring anggaran pun tidak pernah berjalan dalam program lumbung pangan ini.

Dia juga menjelaskan setiap daerah mengalokasikan anggaran untuk pangan berdasarkan kemauan kepala daerahnya sehingga tidak sinkron antara daerah dan pemprov.

Sementara Kepala Bappeda Sumsel Yohannes H toruan mengungkapkan program lumbung pangam tidak hanya soal ketidakpahaman daerah, menurutnya juga soal ketidaksesuaian antara konsep dan aplikasi. Dalam program ini daerah tidak diilbatkan dalam pembahasan konsep.

Hal ini terjadi karena Tim Lumbung Pangan dinilia kurang sosialisasi kepada daerah. Sementara berdasarkan data dari 10 komoditi yang dicanangkan bebarapa komoditi justru bukan termasuk pangan seperti karet, sawit dan HTI. (Fatur)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: