Se-Sumsel, 2.803 Napi-Tahanan Terima Remisi

PALEMBANG – Peringatan 17 Agustus menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu para tahanan dan narapidana (napi) di balik tembok lembaga pemasyarakatan. Mereka yang berkelakuan baik akan menerima remisi (pengurangan masa hukuman) dari pemerintah. Di Sumsel, saat ini ada 5.632 tahanan dan napi yang mendekam di 17 LP.

“Yang akan menerima remisi 17 Agustus sebanyak 2.803 orang,” ungkap Kakanwil Depkum HAM Sumsel Chairuddin Idrus BcIP SH melalui Kasubbag Humas dan Pelaporan Zakaria SIP, kepada Sumatera Ekspres, kemarin. Remisi umum (RU I) yang diberikan berkisar 1-6 bulan sesuai dengan penilaian terhadap masing-masing tahanan dan napi.

Dikatakan, dari 2.803 tahanan dan napi yang memperoleh remisi, sebanyak 265 orang langsung bebas (RU II) pada hari itu. Pasalnya, sisa masa hukumannya habis setelah dikurangi remisi yang diterima. “Ada pula tiga tahanan dan napi yang memperoleh remisi tambahan karena statusnya sebagai pemuka dan pendonor darah,” jelas Zakaria.

Melihat jumlah tersebut, artinya ada 2.829 tahanan dan napi yang belum berkesempatan memperoleh remisi pada peringatan 17 Agustus tahun ini. Mereka yang mendapat remisi merupakan usulan dari tiap-tiap LP.

Sebenarnya, apa syarat tahanan dan napi bisa mendapatkan remisi? Kata Zakaria, untuk tahanan bisa memperoleh remisi jika telah enam bulan mendekam di balik jeruji besi. “Enam bulan itu dihitung sejak dia masuk hingga per 17 Agustus,” cetusnya.

Secara umum, para tahanan dan napi harus punya kelakuan yang baik, mengikuti aturan dalam LP, rajin, dan aktif dalam berbagai kegiatan. Usulan dari LP diteliti dan dipilah Kanwil DepkumHAM untuk kemudian disetujui pemberian remisi bagi tahanan dan napi bersangkutan.

“Tujuan kita sebenarnya, agar para tahanan dan napi ini cepat kembali ke tengah-tengah masyarakat. Tentunya dengan perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik,”tutur Zakaria lagi.

Ia merinci, napi yang mendapat remisi 17 Agustus, dari LP Klas I Palembang 223 orang, LP Anak Palembang 177 orang, LP Lubuklinggau 375 orang, LP Narkotika Muara Beliti 131 orang, LP Klas IIA Lahat 171 orang, LP Tanjung Raja 457 orang, LP Klas II B Muara Enim 243 orang dan LP Klas II B Sekayu 278 orang.

Di Rutan Klas I Palembang 311 orang, Rutan Prabumulih 149 orang, Rutan Baturaja 130 orang, Cabrutan Martapura 155 orang, Cabrutan Muara Dua 81 orang, Cabrutan Tebingtinggi 64 orang, Cabrutan Pagaralam 23 orang, dan Cabrutan Sungai Rawas 16 orang. “Sementara di LP Wanita Palembang ada 82 orang yang mendapatkan remisi,” ucapnya.

Saat ini, sekitar 90 persen LP di Sumsel over capacity. Jumlah tahanan dan napi yang dibina melebihi kapasitas sebenarnya. Sebut saja, warga binaan di LP Klas I Palembang ada 1188 orang, LP Anak Palembang 296 orang, LP Lubuk Linggau 717 orang, LP Narkotika Muara Beliti 163 orang, LP Klas IIA Lahat 278 orang, LP Tanjung Raja 274 orang, LP Klas II B Muara Enim 484 orang dan LP Klas II B Sekayu 523 orang.

Di Rutan Klas I Palembang 1.056 orang, Rutan Prabumulih 273 orang, Rutan Baturaja 285 orang, Cabrutan Martapura 262 orang, Cabrutan Muara Dua 128 orang, Cabrutan Tebingtinggi 104 orang, Cabrutan Pagaralam 131 orang, dan Cabrutan Sungai Rawas 38 orang dan di LP Wanita Palembang 151 orang.”Mudah-mudahan, LP Merah Mata segera selesai dan bisa beroperasi secepatnya,” pungkas Zakaria.(Sumeks)

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: