Bicaralah Agar Tak Ada KDRT

PALEMBANG – Kekerasan domestik, atau lebih dikenal dengan KDRT di palembang saat ini mulai mengemuka. Novian Pranata, Ketua Himpunan sikolog Indonesia Wilayah Sumatera Selatan menyatakan bahwa kasus KDRT bermunculan di ruang publik karena saat ini semakin banyak hal dijadiakn ruang komunikasi. Selain itu KDRT ini juga menjadi pembahasan sejak adanya UU KDRT 23 Tahun 2004.

Anak yang sering menyaksikan orang tuanya sering berantem akan mengakibatkan dampak psikologis di keudian hari. Misalnya membuat seseorangmemiliki tingkat agresifitas yang tinggi dan berpikir bahwa kekerasan adalah problem solving yang tepat. “Ada yang bisa jadi agresif, ada juga yang tidak karena ia akan berpikir berseberangan. Misalnya bahwa ia tidak boleh melakukan kekerasan. jadi bekas yang ada akan menimbulkan efek yang tidak sama pada semua anak,” ujar Novian.

KDRT memiliki spketrum yang sangat luas. penyebabnya isa beragam. Misalnya Laki-laki yang punya masalah di kantor, stress dengan pekerjaan sehari-hari dan rutinitas yang berulang kemudian stress tersebut dilampiaskan kepada keluarga. Atau juga bisa jadi KDRT karena adanya permasalahan ekonomi.

“Yang jelas KDRT terjadi karena adanya kegagalan dalam mencari problem solving.” Jalan keluar yang paling benar adalah bicara dengan tenang dan tanpa emosi. Jika memang permasalahan yang ada sangat pelik, jangan terburu-buru membawanya ke ruang publik, misalnya dengan melakukan pengaduan ke polisi, tetapi selesaikan terlebih dulu melalui komunikasi antarkeluarga. (vira)
4

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: