Pemerintah berhutang kepada perusahaan pupuk

PAELMBANG – Pemerintah ternyata selama ini masih hutang kepada sejumlah BUMN untuk memproduksi pupuk bersubsidi yang berakibat mengganggu stabilitas perusahaan.

Hal tersebut dikemukakan ketua Tim Pengawasan dan Distribusi Pupuk DPR RI, Arifin Junaidi kepada pers dalam kunjungannya ke pemerintah Provinsi.

Menurutnya pada tahun 2008 saja pemerintah masih hutang kepada PT. Pupuk Sriwijaya (Pusri) mencapai 800 milyar belum termasuk tahun 2009. Selain itu juga pemerintah hutang kepada PT. Petrokimia mencapai 1,6 Triliun.

Arifin junaidi mengungkapkan hutang ini berasal dari hasil produksi pupuk bersubsidi pada tahun 2008 dan sampai saat ini belum terbayarkan. Karena hutang belum terbayarkan inilah mengganggu aktivitas produksi pupuk karena bahan baku harus didapat secara kas dan impor. Akibtanya Pusri dan Petrokomina tidak produksi over kapasiti.

Pihaknya mendesak agar pemerintah dalam hal ini untuk segera mengambil inisiatif membayar hutang tersebut agar BUMN tidak terganggu aktifitasnya. Selain itu juga yang disesalnya justru kebijakan stimulus dari pemerintah pusat untuk pertanian terutama pupuk sangat minim hanya 7 persen sementara untuk koorporate swasta sangat dominan. (Fatur)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: