TENGKU RYO & THE MALAY Pesona Gesekan Biola

7th RIAU HITAM PUTIH WORLD MUSIC FESTIVAL 2009
HARI KE-2 ( 24 Juli 2009 )
BOB SKUNJES

Bertempat di Gedung Olah Seni komplek Taman Budaya Pekanbaru Riau Hitam Putih Wolrd Music Festival 2009 hari ke-2 dibuka tepat pada pukul 15.00 WIB dengan Workshop music appreciation for children yang berisi Drum Clinic.Apresiasi dari peserta yang didominasi anak-anak muda cukup banyak yang hadir dan tampak dengan serius menyimak penjelasan disertai praktek bagaimana teknik-teknik bermain drum secara detail dari beragam jenis musik yang disampaikan olah Bob Skunjes.
Ada sedikit tambahan properti dari sisi penataan setting tempat acara berlangsung di panggung utama,selain back drop stage yang memanfaatkan keunikan bangunan rumah-rumah adat Riau yang jadi latar belakang panggung dimana dengan permainan lighting cahaya lampu menjadikan suasana eksotis.Para penonton juga asyik dapat duduk dengan rileks di atas papan-papan kecil yang ditopang dengan potongan batang pohon dibuat sedemian rupa jadi tempat duduk yang nyaman.Ada beberapa jembatan dibuat diatas sungai kecil sebagai penghubung untuk penonton yang ada di area belakang.Selain itu banyak bambu-bambu kecil di seputar lokasi acara dimana diatasnya dikasih semacam senthir (obor kecil) sehingga menambah keindahan area Taman Budaya.
BMC

Acara utama sendiri dimulai tepat pada pukul 20.00 WIB dengan penampilan kelompok
BMC dari Kepulauan Riau yang membawakan 2 karya komposisinya yaitu Kerinduan dan Fun Within Blues.Mereka mencoba meramu musik melayu dengan musik modern dan musiknya didominasi oleh permainan perkusi yang cukup atraktif dipadu dengan harmonisasi dari alat-alat musik tiup tradisional.
GALIGO

Berikutnya adalah performance grup GALIGO asal Kabupaten Kampar.Mereka membawakan sebuah komposisi berjudul Musik Musiman yang digali dari musik tradisi dari 20 kecamatan di Kampar yang mempunyai ciri khas permainan musik sungai telok-telok yaitu musik yang dimainkan saat tiba musim ladang/panen yang dipadu dengan aransemen musik kekinian.Yang unik alat musik yang digunakan berasal dari daun.
Kelompok YANGNYONGSANG dari Dumai tampil di session berikutnya dengan sebuah karya berjudul Noktah (Titik Sebuah Perubahan) konsep musik special melayu edition, kolaborasi beragam musik menjadi sebuah noktah, sebuah titik perubahan, kebebasan dalam bermusik dari para pemain menjadi dasar utama dalam meramu beragam musik yang dimainkan dengan sisipan puitisasi lirik-lirik yang universal dengan satu landasan bermusik yaitu apa yg kau rasakan, rasakan apa yang kau mainkan.
SANGEETA ISVARAN

Penampilan berikutnya dari SANGEETA ISVARAN dari India,wanita asal India ini tampil khas dengan baju identitas didominasi warna ungu dengan balutan alat kemericik di ke-dua kakinya.Dia bernyanyi sambil menari dan berkolaborasi dengan musisi dari Universitas Negeri Medan.Dengan iringan keyboard dan dominasi perkusi dengan penonjolan suara bunyi-bunyian dari mulut.Yang menarik adalah bagaimana sound musik yang dimainkan musisi pengiring saling bersahutan menyambung dengan Sangeeta Isvaran yang mencoba memainkan acapella dalam bahasa India.
BATHIN GALANG

BATHIN GALANG dari Kabupaten Kepulauan Meranti,menjadi penampil berikutnya.Mereka tergabung dalam sebuah sanggar yang menonjolkan ekspresi musik kesenian dari seniman kampung/dusun desa Hokon yang jauh dari kota dengan memainkan tradisi musik melayu ke musik modern tercermin dari kolaborasi alat musik tradisional seperti kendang ,tambor,kompang dipadu drum,gitar,bass elektrik.Karya mereka diberi judul Bele Kampong.
JOE BUNMARK

JOE BUNMARK gitaris dari Malaysia banyak mendapat applause dari penonton yang didominasi anak muda.Dia bermain solo instrumental dengan memasukkan unsur elemen tradisional melayu digabung dengan musik rock dengan ditemani 3 musisi lainnya pada drum,bass dan keyboard.Skill kecepatan jari-jemarinya pada dawai gitar dengan distorsi efek-efek sound yang kental rock dengan sisipan melodi-melodi melayu menjadi daya tarik tersendiri.
TENGKU RYO

TENGKU RYO & THE MALAY BAND performance pemuncak di hari ke-2, grup ini beranggotakan Tengku Ryo (Biola), Badi (Elektrik Gitar), Edy (Bass), Bang Ai (Drum), Imat (Percussions), Yusrizal (Keyboard).Penampilan awal mereka dibuka dengan Hymne Tanah Melayu dimana Tengku Ryo mengajak semua penonton berdiri untuk memberikan rasa hormat terhadap kebudayaan melayu.Disusul dengan komposisi The Great Malay dengan beat tempo cepat dalam musikalitas permainan biola.Perpaduan musik tango dan zapin sangat menarik diaransemen oleh Tengku Ryo dimainkan karyanya Musake. Berikutnya ada lagu Sri Langkat yang diiringi oleh dancer penari Sinar Budaya Kesultanan Serdang komposisinya dimainkan dalam irama jive.Disusul komposisi Lagu yang dinyanyikan oleh musisi senior Atuk dari Tengku Ryo dengan lirik-lirik dan pantun jenaka yang membuat penonton tersenyum dan tertawa.Lagu Mak Inang Pulau Kampai menyusul dimainkan yang cenderung dominan sound eletrik gitar rock dipadu gesekan biola.Komposisi lagu The Spirit Of Rossana jadi klimaks penampilan atraktif dan komunikatif dari Tengku Ryo & The Malay Band dengan masing-masing individu personil bersolo memainkan alat musiknya.(Eko Adji)
APicture 223

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: