Harga Karet Naik

PALEMBANG – Harga karet di Palembang mulai bergerak naik. Khususnya karet kualitas ekspor, sejak akhir pekan lalu terus bergerak naik.

Menurut Sekretaris Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Selatan (Sumsel) Awie Aman, Senin (6/7), dua hari terakhir harga karet kualitas ekspor jenis SIR 20 di pasaran setempat mencapai Rp14.733/ kgg atau naik dibanding harga sebelumnya hanya Rp14.437/ kg.

Awie tak menepis, kenaikan harga tersebut karena pengaruh pasaran internasional. “Perkembangan harga karet kualitas ekspor di Sumsel selama 2008 selalu fluktuatif. Walaupun terjadi kenaikan tetapi beberapa hari kemudian turun kembali demikian seterusnya,” ujarnya.

Menurut Awie Aman, harga karet seakrang walau mengalami kenaikan, tetap masih berada di bawah harga tahun 2008. “Harga karet kualitas ekspor SIR 20 FOB tahun 2008 tertinggi pada Juni mencapai Rp 28.991/ kg kemudian bulan berikutnya berangsur turun dan terendah bulan November hanya tercatat Rp13..245 per kg,” tambahnya.

Anjloknya harga karet kualitas ekspor tersebut disebabkan imbas dari krisis global melanda sejumlah negara, termasuk Indonesia, sehingga dalam situasi demikian semakin menyulitkan petani, katanya.

Mengenai volume ekspor, menurut dia, ekspor karet Sumsel rata-rata mencapai 65.142 ton per bulan.

Ekspor karet Sumsel itu melalui belasan perusahaan pengolahan karet anggota Gapkindo di provinsi tersebut, katanya.

Pantauan di sejumlah pabrik pengolahan karet di Palembang, antara lain pabrik di kawasan Kertapati, dalam dua hari terakhir, hanya beberapa unit mobil truk sarat muatan karet, setiap hari siap dibongkar di sana.
Sejumlah pedagang pengumpul yang menunggu transaksi dengan pihak pabrik mengatakan, karet tersebut dibeli dari petani di sejumlah daerah penghasil antara lain Kabupaten Muara Enim, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Namun tidak semua karet yang dibeli dari petani itu dijual ke pabrik di Palembang, tetapi sebagian oleh pedagang pengumpul dipasok ke pabrik di Lampung, tergantung perbedaan tinggi rendahnya harga ditetapkan pihak pabrik, kata Bahrum, pedagang pengumpul yang mengaku dari daerah Kota Prabumulih itu.

Sementara itu, data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel menyebutkan, volume ekspor karet provinsi tersebut selama priode Januari-Februari 2009 tercatat 100.069 ton dengan total perolehan devisa 140,06 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel,H Eppy Mirza mengatakan, dari total perolehan devisa ekspor nonmigas provinsi tersebut priode Januari-Februari 2009 mencapai 397,434 juta dolar AS, sebanyak 140,06 juta dolar di antaranya disumbang dari karet. (Rep)

  1. Brapa hrg karet per kg dipalembang skrng ini,karena km petani karet ingin mengetahui yg sebenarnya.

  2. mas mo follownya gmn ya????????repli ke blog saya aja okeh……..tenq
    salam hangat joni infonga sangat sangat membantu

    • Alon (Pulawan)
    • Oktober 14th, 2009

    saya berharap… moga karet diBulan ini… naik secara normal…..
    supaya petani karet makmur lah… jd pihak baprik yg menerima konsumen harus perpektif…

    Nama : Alen
    Kota asal: Palembang OKI
    kota sekarang : Bandung

    • Jack
    • Oktober 21st, 2009

    Lebih baik perkebunan karet ditiadakan daripada hasilnya tidak sesuai dengan harga dan pph yg diadakan.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: