Pemprop Sumsel kerjasama dengan Belgia untuk kelola TAA

PALEMBANG – Otorita pelabuhan Antwerpen Belgia melaluiAntwerp Port Education Centre (APEC) berminat bekerjasama kegiatan pengerukan (dredging)endapan lumpur di alur Sungai Musi sebanyak 1,6-1,8 juta meter kubik per tahun. Kerjasama bertujuan menjaga akses sungai menuju pelabuhan agar tetap normal.

Pengerukan sendimentasi lumpur di alur pelayaran Sungai Musi ini adalah bagian dari program pemberdayaan dan mendukung pelabuhan samudera Tanjung Api- api dengan harapan suplai barang tidak hanya melalui akses darat tetap jalur sungai masih tetap dipertahankan. Belgia sendiri sangat berkepentingannya karena Belgia tertarik 8,5 juta ton per tahun batubara untuk kebutuhan dalam negerinya.

Kepada wartawan, Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH mengatakan,hasil kunjungan ke Belgia bersama staf ahli 11-13 Juni lalu adalah memenuhi undangan Duta Besar RI Najib Rifat untuk Belgia, Luxembourg dan Uni Eropa. Tentu saja, undangan itu dimanfaatkan sebagai ajang mengenalkan Sumsel di Eropa. Salah satunya mengujungi salah satu pelabuhan terbesar kedua di Eropa, yakni Antwerpen yang menjadi pintu gerbang Eropa. “Saya tertarik dengan Pelabuhan Antwerpen ini karena karakternya sama dengan Pelabuhan Tanjung Api-api,” katanya.

Untuk pengerukan sendiri, akan dilakukan PT Pelindo dengan melibatkan BUMD dan tim ahli dari Belgia karena kandungan lumpur yang mengendap harus dikeluarkan sehingga alur pelayaran tidak akan terganggu. Selain kerjasama pengerukan, ternyata Belgia merupakan pasar yang tepat untuk produk pertanian Sumsel.Untuk itu Kota Pagaralam dijadikan pusat pengembangan sayur dan buah-buahan. “Pagaralam memiliki kontur tanah yang bagus sehingga dapat tumbuh berbagai jenis sayur dan buah-buahan. Belgia sangat membutuhkan dan meminta Sumsel bisa ekspor,” katanya.

Selain itu, Alex juga menjadikan kota Prabumulih yang tidak hanya menjadi pusat penghasil buah nenas tetapi ke depan harus dibangun pabrik yang mampu mengemas nenas menjadi produk yang sudah siap jual. Begitu pun dengan produk-produk unggulan lain di Sumsel. “Insyaallah, petani kita akan lebih menguntungkan. Tidak akan ada konflik kepentingan disini karena petani akan mendapatkan keuntungan berlipat daripada menjual hasil tani dengan produk alami,” katanya. (Sripo/Fatur)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: