Sumsel Harus swasembada daging

PALEMBANG – Suasana ruang grand ballrom Aryaduta Hotel sontak hening, manakalah Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH saat berpidato pada MoU Fasilitas Kemintraan Peternakan antara Pemprov Sumsel dengan Perkebunan, Kamis (18/6) mengebrak podium yang menimbulkan suara gaduh.

Kekesalan orang nomor satu di Sumsel ini dipicu lantaran MoU menuju Sumsel swasembada daging ini seharusnya sudah berjalan tujuh bulan lalu, tetapinyatanya baru dilakukan Juni ini.

Tidak biasanya Alex Noerdin berpidato dengan nada suara yang sedikit kencang. Namun itulah realitanya. Menurut Alex, pemerintah tidak lagi bicara soal sekolah dan berobat gratis karena kedua program ini sudah dijalankan. Sumsel kini sudah bicara soal swasembada daging yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan 12.000 ekor setiap tahun bahkan menjadi provinsi yang mampu menjual ke pasar luar (ekspor).
Alex juga mengkritik Perusahaan Perkebunan sawit yang tidak mau bermitra dalam pengembangan ternak sapi dengan pola kemitraan peternakan yang menjadi program nasional.

“Perusahaan sawit tidak cukup hanya mambayar pajak dan retribusi saja. Jumlahnya masih kecil dibanding dengan keuntungan yang sudah didapatkan,” katanya.

Dijelaskan, pemerintah tidak main-main untuk mewujudkan Sumsel sebagai swasembada daging karena sudah dianggarkan dana Rp 3,4 miliar untuk membeli 540 ekor sapi pedaging, bahkan Departemen Peternakan sudah menyiapkan dana bantuan Rp 10 miliar untuk Sumsel. Belum lagi fasilitas pinjaman dana dari Perbankan. Itu artinya, tidak ada alasan lagi untuk tidak melaksanakan program ini.

Menurutnya, luas lahan perkebunan sawit di Sumsel mencapai 600.000 hektare. Jika 100.000 haktare saja dijadikan kawasan kemitraan perternakan dengan rincian 1 hektar 2 ekor sapi, maka ada 200.000 ekor sapi yang dapat dikembangkan. “Satu tahun dan dua tahun, kita sudah mandiri dalam pengadaan sapi dan tidak butuh sapi luar lagi,” katanya.

Alex Noerdin memberikan waktu dua bulan bagi perusahaan sawit yang memiliki usia tanam diatas tujuh tahun untuk menjadi mitra pertenakan. “Kalau masih ada yang tidak mau, kita akan buat Perda untuk memaksa mereka,” kata Alex Noerdin yang manyebutkan Bengkulu yang kecil saja sudah mampu dan kini telah memiliki 100.000 ekor sapi.

Untuk pejabat Dinas Peternakan, Alex Noerdin memberikan waktu dua tahun sebagai ukuran keberhasilan. “Kalau dua tahun ini, Sumsel masih membeli sapi dari luar, saya ganti pejabatnya. Kalau pangkat dan golongannya tidak mencukupi, asal ia mampu bekerja bisa menjadi kepala dinas,” kata Alex Noerdin yang memberikan warning kepada dinas dan memberikan motivasi kepada staf lainnya. (Sripo/Fatur)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: