Menteri ESDM Resmikan jaringan pipa Gas Kota

PALEMBANG – Pasca penandatangan nota kesepahaman (MoU) pemasokan gas dengan Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Surabaya dengan PT Medco E&P Indonesia dan Lapindo Brantas Inc akhir Maret 2009, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, gas kota di Palembang akan beroperasi pada tahun 2010

Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) mengatakan itu pada kunjungan meninjau lokasi wilayah penerima gas kota di Kelurahan Lorok Pakjo dan Kelurahan Siring Agung, Kamis (4/6) bersama Dirjen Migas Evita H. Legowo, Kepala BP Migas R. Priyono, Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, Direktur Utama PT PGN Hendi Priyo Santoso bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin dan Walikota Palembang Eddy Santana Putra.

Menurut Menteri Purnomo Yusgiantoro, “Gas kota ini tahun 2010 sudah bisa beroperasi dan dimanfaatkan oleh rumah tangga di kota Palembang. Setelah infrastruktur terbangun swasta akan kita ajak terlibat.”

Dirjen Migas Departemen ESDM Evira H. Legowo menjelaskan bahwa pembangunan jaringan gas kota ini merupakan proyek pemerintah yang didanai dari APBN.

“Untuk pengadan gas kot, pemerintah memilih kota yang memiliki ada sumber gas dan telah memiliki infrastruktur. Maka pada tahun 2009 pilihannya adalah Kota Palembang dan Kota Surabaya. Untuk Palembang pasokan gas berasal dari PT Medco dan Surabaya dari PT Lapindo Brantas,” ujarnya.

Sementara itu menurut Direktur Utama PT PGN Tbk Hendi Priyo Santoso, pada pembangunan gas kota tahun 2009 di dua kelurahan dalam kota Palembang, akan ada 4.200 rumah yang akan tersambung dengan jaringan gas kota.

Sebelumnya dalam nota kesepahaman (MoU) pemasokan gas PT Medco E & P Indonesia disepakati akan memasok gas hingga 1 juta kaki kubik (mile-mile standard cubic feet per day/MMSCFD) untuk 4.200 rumah tangga di kota Palembang dan dengan PT Lapindo Brantas akan memasok 2 MMSCFD untuk 3.200 rumah tangga di Surabaya.

Walikota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan, gas kota untuk rumah dan industri di ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini sudah ada sejak tujuh tahun lalu, namun jumlahnya masih sangat terbatas.

“Kedepan kami berharap pasokan gas kota dapat memenuhi kebutuhan energi lebih dari 50 persen masyarakat di Palembang. Kalau bisa terjangkau seluruh rumah tangga bisa memanfaatkan gas kota.” kata Eddy (Rep)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: